
Peringatan Keras Mengenai Jebakan Harta Benda
Dalam sesi lanjutan Kajian Ba'da Maghrib di Masjid At-Taqwa Ngaliyan Semarang, Prof Sholihan, Guru Besar UIN Semarang, memberikan peringatan keras terkait jebakan harta benda. Ia menekankan bahwa kekayaan tidak selalu menjadi jaminan keselamatan, melainkan bisa menjadi ujian yang berpotensi menyebabkan kerusakan total jika tidak dikelola dengan bijak.
Kekayaan sebagai Ujian
Prof Sholihan menjelaskan bahwa dalam perspektif agama, harta benda sering kali menjadi ujian bagi manusia. Keberlimpahan harta bisa membuat seseorang lupa akan tujuan hidupnya dan mengabaikan nilai-nilai spiritual. Ia menegaskan bahwa kekayaan harus digunakan untuk kemaslahatan umum, bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri.
- Dalam konteks ini, kekayaan dapat menjadi alat untuk membantu sesama dan memperkuat komunitas. Namun, jika digunakan secara sembarangan, maka harta bisa menjadi sumber masalah dan konflik.
- Prof Sholihan juga menyoroti pentingnya kesadaran diri dalam menghadapi kekayaan. Manusia perlu mengingat bahwa segala sesuatu yang dimiliki adalah titipan dari Tuhan dan harus digunakan dengan tanggung jawab.
Bahaya Kecanduan Harta
Salah satu bahaya utama dari kekayaan adalah kecanduan. Ketika seseorang terlalu terikat pada harta benda, maka ia bisa kehilangan arah hidup dan lupa akan tujuan spiritualnya. Prof Sholihan menekankan bahwa kekayaan bisa menjadi penghalang dalam mencapai kedekatan dengan Tuhan jika tidak diimbangi dengan kesadaran dan ketakwaan.
- Ia mengingatkan bahwa banyak orang yang mengalami kehancuran karena terlalu fokus pada kekayaan. Mereka lupa akan nilai-nilai moral dan etika.
- Dalam beberapa kasus, kekayaan juga bisa menjadi sumber perpecahan antar keluarga atau masyarakat. Hal ini terjadi ketika seseorang tidak mampu mengelola harta dengan baik dan cenderung membagi kekayaan secara tidak adil.
Solusi dan Penyembuhan
Untuk menghindari jebakan harta benda, Prof Sholihan menyarankan agar setiap individu memiliki kesadaran akan tujuan hidup yang lebih dalam. Ia menekankan pentingnya pendidikan agama dan pemahaman tentang arti sebenarnya dari kekayaan.
- Salah satu cara untuk menjaga keseimbangan adalah dengan melakukan amal dan berbagi. Dengan berbagi, seseorang bisa merasa puas dan tidak terlalu terikat pada harta.
- Selain itu, Prof Sholihan menyarankan agar setiap orang menjaga hubungan yang baik dengan Tuhan melalui ibadah dan doa. Dengan demikian, mereka akan selalu ingat bahwa segala sesuatu yang dimiliki adalah anugerah yang harus dijaga dengan baik.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar