
Ringkasan Berita:
- Aktivis Eggi Sudjana menepati janjinya saat datang ke rumah Jokowi di Solo, pada Kamis (8/1/2026).
- Eggi Sudjana sempat berjanji akan meminta maaf kepada Jokowi jika ijazah asli Jokowi ditunjukkan kepadanya.
- Ijazah Jokowi telah ditunjukkan, Eggi Sudjana disebut meminta maaf kepada Jokowi.
nurulamin.proJanji aktivis Eggi Sudjana terbukti ditepati setelah ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ditunjukkan kepadanya.
Eggi, yang kini menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Jokowi, sempat berjanji akan meminta maaf kepada Jokowi jika ijazah Jokowi ditunjukkan.
Janji tersebut terbukti saat Eggi Sudjana bersama tersangka lainnya, yakni Damai Hari Lubis, mengunjungi rumah Jokowi di Surakarta, Jawa Tengah, pada Kamis (8/1/2026).
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, menyebutkan bahwa kedatangan Eggi Sudjana ke rumah Jokowi salah satu agendanya adalah permintaan maaf.
"Salah satu agendanya memang ada permintaan maaf. Tentunya Pak Jokowi memaafkan, karena itu bagian dari agenda pertemuan tersebut," kata Yakup, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Minggu (11/1/2026).
Di sisi lain, Damai Hari Lubis menyebut tidak mau ambil pusing soal anggapan jika mereka berdua mendatangi Jokowi untuk meminta maaf mengingat status keduanya yang menjadi tersangka atas laporan Jokowi.
"Publik Bebas berpendapat dan ada timing tuk klarifikasi secara komprehensif," kata Damai kepada nurulamin.pro dikutip Minggu (11/1/2026).
Ijazah Jokowi telah ditunjukkan kepada Roy Suryo cs dalam gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya pada Senin (15/1/2025).
Klaster pertama terlebih dulu melihat ijazah Jokowi yang ditunjukkan oleh penyidik Polda Metro Jaya.
Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi klaster pertama di antaranya adalah Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis, Kurnia Tri Royani, Rizal Fadillah, dan Rustam Effendi.
Kuasa hukum Eggi Sudjana, Elida Netti telah mengakui bahwa ijazah S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Jokowi adalah asli.
Elida menegaskan bahwa terdapat emboss (kertas timbul) dan watermark UGM pada ijazah asli Jokowi itu.
Ia juga menyebut ada tersangka yang juga senada dengan pernyataannya itu.
"Saya masuk dalam ininya, langsung saya pegang, spontan saya pegang. Karena tadi saya lihat orang pada megang, saya ikut megang. Saya sundul dengan jari saya. Sebelum saya masuk dibilangin kalau nggak salah 'mungkin ada watermark' tapi saya nggak mau nyebutkan nama di sini. Yang tersangka juga yang ngomong, 'ada watermark-nya' katanya," kata Elida, dikutip dari tayangan kanal YouTube Rasis Infotainment, Kamis (25/12/2025).
"Baru saya lihat. Eh, benar ada. Saya lihat lagi embossnya ada. Yang jelas ijazah itu asli. Asli ijazah. Jadi begitu semua lihat, saya spontanitas pegang. Saya lihat watermark-nya ada dan saya lihat itu memang ijazah asli dari fotokopi yang beredar selama ini," jelasnya.
Lantas, seperti apakah janji Eggi Sudjana jika ijazah Jokowi telah ditunjukkan? Berikut informasi lengkapnya.
Janji Eggi Sudjana
Eggi Sudjana menegaskan bahwa polemik keaslian ijazah Jokowi akan selesai jika Jokowi menunjukkan ijazah aslinya.
Ia juga berjanji siap meminta maaf jika Jokowi memang benar-benar menunjukkan ijazah aslinya itu.
Hal tersebut ia sampaikan saat memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk melakukan pemeriksaan terkait tudingan ijazah palsu Jokowi, Senin (7/7/2025).
"Soal ijazah, saya pernah bilang di pengadilan, jika Jokowi menunjukkan ijazah asli, case close, selesai tutup kasus. Saya minta maaf kalau Jokowi menunjukkan ijazah asli. Tapi kalau tidak ya saya kejar terus," kata Eggi, dikutip dari YouTube Kompas TV.
"Sudah kurang lebih 4 tahun berjalan ini. Allah kasih tanda-tanda, Nasrun minallah wa fathun qorib, insyaallah kemenangan dekat, Allahu Akbar dan pertolongan Allah amat sangat dekat," sambungnya.
Eggi mengatakan, jika Jokowi memang mempunyai ijazah tersebut, maka tinggal ditunjukkan saja kepada publik.
Jadi, tidak perlu sampai menyewa pengacara atau membuat laporan kepada polisi buntut tudingan ijazah palsu ini.
"Logika terakhirnya dalam konteks ijazah ini, kalau dia punya ditunjukkan, sederhana dong. Tunjukkan saja ini saya. Ngapain dia sewa lawyer? Ngapain dia panggil-panggil polisi? Lapor-lapor ke polisi," tuturnya.
"Padahal dia tinggal nunjukkan saja tidak berbiaya. Sederhana, kata Rismon. Justru ijazah UGM itu kebanggaan. Kenapa ditutupi? Jokowi paling senang difoto-foto, kalau giliran foto ijazah aja enggak boleh," kata Eggi.
Sosok Eggi Sudjana
Eggi Sudjana adalah seorang aktivis dan pengacara kelahiran Jakarta, 3 Desember 1958.
Eggi merupakan lulusan Sarjana Hukum Universitas Jayabaya.
Ia juga meraih gelar Magister (S2) pada 1994 dan Doktor (S3) pada 2004 dari Institut Pertanian Bogor (IPB) di bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan.
Eggi sudah dikenal sebagai aktivis sejak mahasiswa. Ia bergabung dengan organisasi Mahasiswa Himpunan Islam (HMI) MPO.
Lulus kuliah dari Jurusan Hukum Tata Negara, Eggi Sudjana memulai kariernya sebagai pengacara.
Eggi sempat mendirikan firma hukum Hamdan, Sudjana, Januardi and Partners sebelum akhirnya dibubarkan.
Setelah itu, ia membentuk firma baru bernama Eggi Sudjana & Partners.
(nurulamin.pro/Rakli/Abdi Ryanda Shakti/Rifqah)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar