Januari 2026, Bursa Eropa Pecahkan Rekor Baru

Januari 2026, Bursa Eropa Pecahkan Rekor Baru

Pergerakan Pasar Saham Eropa di Awal Tahun 2026

Pada awal tahun 2026, pasar saham Eropa langsung menunjukkan semangat yang tinggi. Pada perdagangan perdana Jumat ini, pasar saham di Benua Biru dibuka dengan suasana penuh optimisme. Sejumlah indeks utama kompak mencetak rekor tertinggi baru, melanjutkan tren positif yang sudah terbangun sepanjang 2025.

Indeks STOXX 600 pan-Eropa menguat sekitar 0,6% ke level 596,94 poin pada pukul 17.00 WIB. Angka ini makin mendekatkan indeks tersebut ke level psikologis 600 poin, sekaligus menandai kenaikan mingguan ketiga secara beruntun. Di Inggris, FTSE 100 mencuri perhatian setelah untuk pertama kalinya menembus level 10.000 poin. Sementara itu, Euro Stoxx 50 juga tak mau ketinggalan dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, meski volume transaksi masih relatif tipis karena efek libur Tahun Baru.

Kenaikan pasar kali ini ditopang oleh berbagai sektor. Saham-saham pertahanan menjadi bintang dengan lonjakan sekitar 2,4%. Perbankan ikut menguat 0,8%, disusul sektor sumber daya dasar yang naik 1,5% dan energi yang menguat 1,4%, seiring harga komoditas seperti logam mulia dan minyak yang kembali mengkilap.

Di sisi lain, sektor properti justru sedikit tertekan dan turun 0,6%. Adapun saham Orsted melesat 4,4% setelah perusahaan itu menolak penangguhan proyek energi di Amerika Serikat senilai 5 miliar dolar AS.

Euforia di awal tahun ini tak lepas dari performa gemilang sepanjang 2025. Pasar saham Eropa mencatat kenaikan hampir 16% tahun lalu, terbaik sejak 2021 yang didorong oleh penurunan suku bunga, stimulus fiskal besar-besaran dari Jerman, serta perpindahan dana investor dari saham teknologi AS yang dinilai sudah terlalu mahal.

Meski sempat diguncang isu tarif pada April 2025, pasar kini kembali fokus pada prospek cerah sektor komoditas. Menurut Nick Saunders dari Webull UK, level 10.000 poin di FTSE 100 punya makna psikologis yang kuat, membuat investor semakin percaya diri menanamkan modal meski valuasi sudah berada di level tinggi.

Namun, bukan berarti semuanya tanpa tantangan. Data terbaru menunjukkan aktivitas pabrik di zona euro masih mengalami kontraksi pada Desember, ditandai dengan penurunan produksi pertama dalam 10 bulan terakhir.

Meski begitu, pasar tampaknya memilih untuk tidak terlalu ambil pusing dan lebih menaruh harapan pada potensi pelonggaran kebijakan moneter The Fed di tahun 2026.

Bursa Swiss memang tutup hari ini, tetapi perdagangan di negara Eropa lainnya tetap bergerak positif meski dengan sikap yang lebih waspada.

Faktor Pendorong Kenaikan Pasar Saham Eropa

Berikut beberapa faktor yang berkontribusi pada kenaikan pasar saham Eropa:

  • Penurunan suku bunga: Bank sentral Eropa terus melakukan kebijakan moneter yang mendukung pertumbuhan ekonomi.
  • Stimulus fiskal dari Jerman: Pemerintah Jerman memberikan dukungan finansial yang signifikan untuk mendorong investasi dan pengeluaran.
  • Perpindahan dana investor: Investor beralih dari saham teknologi AS yang dinilai terlalu mahal ke aset Eropa yang lebih stabil.
  • Harga komoditas yang meningkat: Harga logam mulia dan minyak kembali naik, yang memberikan dorongan positif bagi sektor energi dan sumber daya dasar.

Sektor yang Mengalami Peningkatan

Beberapa sektor yang mengalami peningkatan kinerja adalah:

  • Saham pertahanan: Naik sekitar 2,4% karena permintaan yang tinggi terhadap produk dan layanan pertahanan.
  • Perbankan: Menguat 0,8% akibat peningkatan aktivitas kredit dan kepercayaan investor.
  • Sumber daya dasar: Naik 1,5% karena permintaan global yang meningkat.
  • Energi: Menguat 1,4% seiring kenaikan harga minyak dan gas alam.

Sektor yang Mengalami Tekanan

Sebaliknya, sektor-sektor tertentu mengalami tekanan:

  • Properti: Turun 0,6% karena perlambatan dalam aktivitas pembangunan dan pengembangan properti.
  • Saham Orsted: Meskipun naik 4,4% setelah menolak penangguhan proyek energi di AS, namun secara umum sektor ini masih menghadapi tantangan.

Tantangan yang Dihadapi

Meski ada banyak faktor positif, pasar saham Eropa juga menghadapi beberapa tantangan:

  • Kontraksi aktivitas pabrik: Data menunjukkan bahwa produksi industri di zona euro mengalami penurunan.
  • Isu tarif: Masih ada kekhawatiran tentang potensi kenaikan tarif yang dapat memengaruhi perdagangan internasional.
  • Kebijakan moneter yang ketat: Meskipun ada harapan pelonggaran kebijakan moneter dari The Fed, kondisi saat ini masih memerlukan kehati-hatian.

Harapan untuk Tahun 2026

Investor tetap optimis terhadap prospek pasar saham Eropa di tahun 2026. Meskipun ada tantangan, banyak yang yakin bahwa pasar akan terus berkembang dengan dukungan dari kebijakan moneter yang lebih longgar dan kenaikan harga komoditas. Namun, para pemain pasar tetap waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan