
nurulamin.pro - Pernah memperhatikan teman yang hampir tidak pernah mengunggah apa pun di media sosial, tapi selalu menjadi orang pertama yang melihat story Anda?
Mereka seolah selalu tahu apa yang terjadi dalam hidup orang lain, meski nyaris tidak pernah membagikan kehidupan pribadinya sendiri.
Fenomena ini ternyata bukan kebetulan. Seperti dikutip dari rezeki dan hoki, Minggu (11/01), berikut delapan ciri yang biasanya dimiliki para “silent scroller” ini.
1. Lebih Introspektif dan Banyak Merenung
Mereka cenderung mengamati dan memikirkan alasan di balik setiap unggahan orang lain. Bukan sekadar melihat foto, tetapi juga mencoba memahami makna dan motivasinya.
Sifat ini membuat mereka lebih reflektif, sadar diri, dan sering berpikir lebih dalam sebelum bertindak.
2. Mengutamakan Privasi daripada Validasi Publik
Bagi mereka, rasa puas tidak datang dari like atau komentar. Harga diri dibangun dari dalam, bukan dari pengakuan orang lain di dunia maya.
Mereka percaya bahwa tidak semua momen harus diumbar, karena sebagian kenangan justru lebih bermakna saat disimpan secara pribadi.
3. Memiliki Kesadaran Diri yang Tinggi
Ironisnya, orang yang jarang posting sering kali lebih sadar diri. Mereka terlalu memikirkan bagaimana orang lain akan menilai unggahannya, sehingga memilih untuk tidak memposting sama sekali.
Kesadaran ini membuat mereka lebih sensitif, empatik, dan hati-hati dalam berinteraksi di dunia nyata.
4. Rentan Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Saat hanya mengonsumsi konten tanpa membagikan sisi diri sendiri, mereka lebih mudah terjebak dalam perbandingan. Hidup orang lain terlihat lebih bahagia, lebih sukses, dan lebih menarik.
Padahal yang terlihat hanyalah potongan terbaik dari kehidupan orang lain, bukan gambaran utuhnya.
5. Kurang Percaya Diri dalam Berkarya
Banyak dari mereka merasa hidupnya tidak cukup menarik, tidak cukup kreatif, atau tidak cukup layak dibagikan. Ini mencerminkan keraguan diri yang lebih luas, bukan hanya di media sosial, tetapi juga dalam kehidupan nyata.
Padahal sering kali, justru mereka memiliki perspektif dan cerita yang paling berharga.
6. Tipe Pengumpul Informasi
Mereka menggunakan media sosial sebagai alat belajar, bukan panggung pamer. Mereka mengikuti akun yang menginspirasi, menyimpan postingan penting, dan menyerap banyak wawasan.
Tanpa disadari, mereka sering menjadi “ahli diam-diam” dalam banyak topik.
7. Memiliki Batasan Nyata antara Dunia Online dan Offline
Orang yang jarang posting biasanya lebih hadir dalam kehidupan nyata. Mereka bisa menikmati momen tanpa perlu mendokumentasikannya.
Ini membuat hubungan mereka lebih tulus dan berkualitas, karena perhatian tidak terbagi antara dunia nyata dan dunia digital.
8. Cenderung Perfeksionis
Takut tidak sempurna membuat mereka enggan membagikan apa pun. Mereka lebih memilih diam daripada memposting sesuatu yang menurut mereka belum cukup baik.
Sayangnya, ini justru memperkuat ilusi bahwa hidup orang lain selalu terlihat lebih sempurna.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar