Jawa Tengah Pecahkan Rekor Nasional! 13.111 PPPK Paruh Waktu 2025

Jawa Tengah Pecahkan Rekor Nasional! 13.111 PPPK Paruh Waktu 2025

Pengangkatan PPPK Paruh Waktu di Jawa Tengah Mencatat Sejarah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatatkan sejarah dengan mengangkat sebanyak 13.111 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu untuk formasi tahun 2025. Angka ini disebut sebagai yang terbanyak secara nasional.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada belasan ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Stadion Jatidiri, Semarang, pada hari Kamis, 11 Desember 2025 kemarin. Acara penyerahan SK turut disaksikan oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, serta Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Kantor Regional 1 Yogyakarta.

Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan apresiasinya terhadap proses seleksi yang ketat dan berhasil menjaring ribuan PPPK paruh waktu. Ia menegaskan bahwa pengangkatan ini merupakan bukti dari kerja keras dan kesabaran para peserta yang telah melewati berbagai tahapan seleksi. "Tertinggi (terbanyak) nasional ada di Jawa Tengah. Penerimaan ini tidak gampang, tidak mudah. Mereka melalui tahap seleksi, hari ini SK turun, saya ucapkan selamat," katanya.

Dengan adanya pengangkatan ini, total ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini mencapai 63.049 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 29.849 PNS, 20.089 PPPK, ditambah dengan 13.111 PPPK paruh waktu yang baru diangkat.

Luthfi berharap momentum ini dapat menjadi dorongan kuat bagi para PPPK paruh waktu untuk meningkatkan kinerja dan profesionalitas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. "SK ini harus jadi motivasi rekan-rekan dalam meningkatkan kinerja. Jangan sampai hasil jerih payah dan kesabarannya pudar setelah dapat SK. Harus lebih rajin nanti," tegasnya.

Program PPPK paruh waktu ini juga diapresiasi karena memberikan kesempatan bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi, sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan publik yang maksimal di Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno melaporkan bahwa proses pelaksanaan seleksi PPPK paruh waktu berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan dan berhasil memperoleh angka final sebanyak 13.111 orang. Jumlah tersebut didominasi oleh 10.129 formasi teknis dan 2.982 formasi guru.

"Terima kasih atas arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wagub. Termasuk BKN yang selalu bekerja sama dengan Pemprov Jateng. Selamat kepada yang sudah menjadi PPPK paruh waktu," kata Sumarno.

Salah seorang PPPK paruh waktu yang diangkat adalah Eni Pudiastuti yang mengaku senang akhirnya mendapatkan SK tersebut setelah mengabdi sebagai tenaga administrasi selama 16 tahun di SMA Negeri 6 Semarang. Meskipun harus berjuang melawan penyakit gagal ginjal yang diderita selama 11 tahun, Eni tetap gigih menantikan SK PPPK paruh waktu tersebut, berharap nasibnya ke depan menjadi lebih baik.

Kondisi dan Harapan Para PPPK Paruh Waktu

Eni Pudiastuti adalah salah satu contoh dari ratusan PPPK paruh waktu yang berhasil lolos seleksi. Ia menghabiskan waktu selama 16 tahun sebagai tenaga administrasi di SMA Negeri 6 Semarang sebelum akhirnya mendapatkan SK PPPK paruh waktu. Meski menghadapi tantangan kesehatan yang cukup berat, ia tetap bertekad untuk terus berkontribusi dalam pelayanan publik.

Selain Eni, banyak PPPK paruh waktu lainnya yang memiliki cerita serupa. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan bidang pekerjaan, namun semuanya memiliki satu tujuan yaitu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Jawa Tengah. Proses seleksi yang ketat dan transparan menjadi salah satu faktor utama yang membuat mereka merasa dihargai dan diberdayakan.

Para PPPK paruh waktu juga diharapkan bisa menjadi agen perubahan dalam sistem pemerintahan. Dengan status yang lebih stabil dan jelas, mereka diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan daerah.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meski pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi langkah penting, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah keterbatasan sumber daya dan anggaran yang harus dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan para pegawai. Namun, dengan komitmen pemerintah dan dukungan dari berbagai instansi terkait, harapan besar terhadap masa depan PPPK paruh waktu tetap terwujud.

Selain itu, para PPPK paruh waktu juga diharapkan mampu mengembangkan diri melalui pelatihan dan pengembangan kapasitas. Hal ini akan membantu mereka meningkatkan keterampilan dan kompetensi, sehingga mampu memberikan layanan yang lebih optimal kepada masyarakat.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan