
Jeff Bezos dan Strategi Pindah Rumah yang Mengubah Kebijakan Pajak
Jeff Bezos, pendiri Amazon, tidak hanya mengubah dunia teknologi, tetapi juga memberikan pelajaran penting tentang dinamika kekayaan dan pajak. Pindah dari Seattle ke Miami bukan sekadar perubahan alamat, tetapi sebuah langkah strategis finansial yang memengaruhi sistem pajak negara bagian asalnya.
Alasan di Balik Keputusan Jeff Bezos
Pindah ke Florida bukanlah tindakan spontan. Di balik keputusan ini terdapat kebijakan pajak baru yang sangat kontroversial di Washington. Pajak keuntungan modal (Capital Gains Tax) sebesar 7 persen yang disahkan pada Maret 2023 menjadi salah satu faktor utama.
Pajak ini ditujukan untuk mengumpulkan dana dari keuntungan penjualan aset seperti saham yang bernilai lebih dari 262.000 dolar AS. Bagi warga biasa, angka ini tidak terlalu signifikan. Namun bagi Jeff Bezos, yang memiliki jutaan lembar saham Amazon, pajak ini bisa menjadi beban besar.
Langkah yang Terencana
Bezos membeli dua rumah mewah di Indian Creek Island, Miami, pada musim panas 2023. Area ini dikenal sebagai "Billionaire Bunker" karena banyaknya orang kaya yang tinggal di sana. November 2023, ia resmi pindah ke Florida. Tidak hanya karena iklim yang menarik, tetapi karena Florida tidak mengenakan pajak pendapatan maupun pajak keuntungan modal.
Februari 2024, setelah menjadi warga Florida, Bezos langsung menjual 50 juta lembar saham Amazon. Dengan demikian, ia menghindari pajak yang akan dikenakan oleh Washington.
Dampak Pada Anggaran Pendidikan Washington
Kehilangan Jeff Bezos berdampak luas pada anggaran pendidikan Washington. Pajak ini dirancang untuk mendanai pendidikan, termasuk PAUD, sekolah K-12, dan pembangunan gedung sekolah. Namun, ketika subjek pajak terbesarnya pergi, rencana tersebut terganggu.
Dengan menjual saham sebagai penduduk Florida, Bezos menghemat antara 600 juta hingga 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp15,8 triliun. Uang ini tetap ada di kantongnya, bukan di kas negara. Angka ini setara dengan 1,5 persen dari total dana umum Washington. Ini menghancurkan rencana modernisasi sekolah dan subsidi penitipan anak yang sudah dianggarkan.
Pelajaran dari Kasus Jeff Bezos
Washington belajar bahwa bergantung pada segelintir orang kaya adalah strategi berisiko. Lebih dari 50 persen pendapatan pajak berasal dari 10 orang. Jika satu orang pergi, seluruh sistem bisa goyah.
Kasus Bezos menjadi studi kasus global tentang kebijakan fiskal. Mobilitas menjadi senjata terkuat orang kaya. "Banyak orang pindah rumah untuk memperbarui alamat SIM. Bezos pindah rumah dan 'menghapus' miliaran dolar dari anggaran publik," kata pengamat.
Selain itu, orang kaya memiliki tim pengacara dan akuntan yang mampu mengubah struktur kekayaan mereka lebih cepat daripada pemerintah mengubah undang-undang. Negara bagian seperti Florida yang menawarkan nol pajak membuat orang kaya selalu memiliki opsi untuk pindah secara administratif.
Kesimpulan
Jeff Bezos menunjukkan bahwa kebijakan pajak yang terlalu bergantung pada segelintir individu bisa berisiko. Dengan kemampuan mobilitas dan sumber daya yang dimiliki, orang kaya bisa menghindari pajak yang diharapkan membantu masyarakat. Hal ini menunjukkan pentingnya kebijakan pajak yang lebih adil dan stabil.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar