
KPK Menangkap Bupati Lampung Tengah dalam OTT
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada awal pekan ini. Dalam kegiatan tersebut, penyidik antikorupsi mengamankan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya. Penangkapan ini telah dikonfirmasi langsung oleh pimpinan KPK.
"Benar," ujar Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, melalui pesan tertulis ketika dimintai penjelasan. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa beberapa anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah juga turut terjaring dalam OTT tersebut.
Penindakan ini diduga berkaitan dengan praktik suap yang berhubungan dengan proses pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). Para pihak yang diamankan saat ini sedang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka diperkirakan tiba pada Rabu malam.
Sesuai amanat Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1x24 jam sejak penangkapan untuk menggelar perkara sekaligus menentukan status hukum mereka, apakah ditetapkan sebagai tersangka atau dilepas.
OTT ini menambah daftar operasi serupa yang dilakukan KPK dalam waktu berdekatan. Sebelumnya, lembaga tersebut juga menangkap Bupati Ponorogo Sugiri Sukoco serta Gubernur Riau Abdul Wahid dalam dua kasus dugaan korupsi yang berbeda.
Profil Bupati Ardito Wijaya
Ardito Wijaya lahir di Bandar Jaya, Lampung Tengah pada 23 Januari 1980. Ia merupakan putra dari Ahmad Pairin, mantan Bupati Lampung Tengah dan mantan Wali Kota Metro. Sebagai anak seorang tokoh politik daerah, Ardito tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan pelayanan publik dan pemerintahan.
Ardito menyelesaikan pendidikan dasar di SD Kristen 3 Bandar Jaya (1986–1992), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 10 Bandar Jaya dan SMA Negeri 1 Terbanggi Besar, tempat ia lulus pada tahun 1998. Ia kemudian menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta, dan meraih gelar dokter (dr.) pada tahun 2008.
Setelah itu, Ardito melanjutkan jenjang pascasarjana di Universitas Mitra Indonesia dan lulus dengan meraih gelar Magister Kesehatan Masyarakat (M.K.M) pada tahun 2024. Ardito Wijaya menikah dengan Indria Sudrajat. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak laki-laki.
Di luar kesibukannya sebagai pejabat publik, Ardito dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, serta menjaga kedekatan dengan berbagai komunitas lokal di Lampung Tengah.
Karier Politik Ardito Wijaya
Ardito memulai karier sebagai dokter muda di Puskesmas Seputih Surabaya (2010–2011), kemudian di Puskesmas Rumbia (2011–2012). Ia kemudian menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (Kabid P2PL) di Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah dari tahun 2014 hingga 2016.
Ardito Wijaya memulai karier politik setelah berpengalaman di dunia kesehatan dan birokrasi. Ia mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, berpasangan dengan Musa Ahmad sebagai calon Bupati. Pasangan ini memenangkan Pilkada dan resmi dilantik untuk masa jabatan 2021–2025.
Menjelang Pilkada 2024, Ardito yang dikenal sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan niat untuk maju sebagai calon Bupati Lampung Tengah. Namun, pencalonannya mengalami dinamika politik karena ia tidak mendapatkan rekomendasi dari PKB.
Keputusan ini menjadi sorotan publik mengingat Ardito adalah kader muda potensial dan dikenal aktif di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Meskipun demikian, hubungan Ardito dengan PKB tetap baik. Ia kemudian secara resmi diusung oleh PDI Perjuangan dan maju sebagai calon Bupati dengan I Komang Koheri sebagai pasangannya.
Pasangan ini berhasil memenangkan Pilkada dan resmi dilantik pada 20 Februari 2025 sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah periode 2025–2030.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar