Jejak Karier Maduro, dari Sopir Bus Hingga Ditangkap AS

Jejak Karier Maduro, dari Sopir Bus Hingga Ditangkap AS

Presiden Venezuela Nicolás Maduro Ditetapkan sebagai Tahanan Militer Amerika Serikat

Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dilaporkan ditangkap oleh pasukan khusus Amerika Serikat. Informasi ini menimbulkan perhatian besar terhadap latar belakang hidupnya sebelum menjadi pemimpin negara tersebut. Sebelum menjabat presiden, Maduro pernah bekerja sebagai sopir bus di Caracas dan aktif dalam serikat pekerja transportasi.

Keterlibatannya dalam dunia politik tidak lepas dari pengaruh keluarga. Ayahnya dikenal sebagai tokoh yang terlibat dalam gerakan buruh dan politik sayap kiri. Lingkungan tersebut memengaruhi keputusan Maduro untuk terjun ke dunia politik sejak muda.

Alih-alih mengikuti pendidikan formal, Maduro memilih jalur pelatihan sebagai organisator politik. Ketertarikannya pada ideologi sayap kiri membentuk arah kariernya hingga akhirnya masuk ke lingkaran kekuasaan. Karier politiknya mulai menanjak saat era kepemimpinan Presiden Hugo Chávez.

Maduro diangkat sebagai Presiden Majelis Nasional Venezuela pada 2005-2006. Setelah itu, ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri hingga 2012. Kepercayaan Chávez terhadapnya meningkat ketika ia diangkat sebagai Wakil Presiden pada 2012. Posisi tersebut diembannya hingga 2013, sebelum mengambil alih kepemimpinan nasional setelah Chávez wafat pada 2013.

Sejak 2015, Maduro memerintah melalui dekrit dengan kewenangan yang diberikan oleh badan legislatif yang dikuasai partai pendukung pemerintah. Penangkapan oleh pasukan Amerika Serikat menambah babak baru dalam konflik antara Washington dan Caracas. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai proses hukum yang akan dijalani.

Ledakan Mengguncang Ibu Kota Venezuela

Sebelum penangkapan tersebut, serangkaian ledakan mengguncang Ibu Kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Pemerintah Venezuela menuding Amerika Serikat berada di balik serangan tersebut dan langsung menetapkan status darurat nasional.

Media AS melaporkan bahwa ledakan itu merupakan bagian dari operasi militer yang diperintahkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump. Pemerintah Venezuela menyebut tindakan tersebut sebagai agresi militer serius terhadap kedaulatan negara.

“Venezuela di hadapan komunitas internasional menolak, menyangkal, dan mengecam agresi militer yang sangat serius yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat terhadap wilayah dan rakyat Venezuela,” demikian pernyataan resmi pemerintah Venezuela.

Ledakan terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat atau 13.00 WIB. Jurnalis AFP melaporkan dentuman keras terdengar di berbagai titik di Caracas, disertai suara pesawat tempur yang terbang rendah. Kepanikan melanda warga ibu kota, banyak penduduk berhamburan keluar rumah setelah merasakan getaran kuat akibat ledakan.

Asap tebal terlihat membubung dari sejumlah fasilitas strategis, seperti Pangkalan Udara La Carlota di pusat kota, kompleks militer Fuerte Tiuna, serta Bandara Higuerote di wilayah timur Caracas. Media AS seperti CBS News dan Fox News mengutip sumber anonim dari pemerintahan Trump yang menyebut militer Amerika Serikat terlibat langsung dalam operasi tersebut dengan target instalasi militer strategis Venezuela.

Dampak Geopolitik pada Pasar Emas

Ketidakpastian geopolitik akibat konflik ini diperkirakan memicu efek domino di pasar keuangan global. Salah satu aset yang berpotensi terdampak adalah emas, yang selama ini dikenal sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) saat krisis.

Berdasarkan data terakhir per Sabtu (3/1/2026), harga emas tercatat berada di level Rp 2.488.000 per gram. Namun seiring meningkatnya tensi geopolitik global pasca serangan AS ke Venezuela, harga emas diprediksi kembali menguat.

Sejumlah analis memperkirakan harga emas berpeluang naik hingga menyentuh Rp 2.600.000 per gram apabila konflik berlanjut dan ketidakpastian global semakin meningkat.

Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Emas

Beberapa faktor fundamental yang memengaruhi kenaikan harga emas, antara lain:

  • Melemahnya Nilai Tukar Dolar AS
    Harga emas berbanding terbalik dengan kekuatan dolar. Dolar melemah → emas naik.

  • Tingginya Permintaan Pasar
    Permintaan dari sektor industri, perhiasan, hingga pembelian emas oleh bank sentral bisa mendongkrak harga.

  • Menurunnya Pasokan Emas
    Produksi tambang emas yang menurun membuat pasokan terbatas sehingga harga terdorong naik.

  • Ketidakpastian Ekonomi & Geopolitik
    Krisis ekonomi, perang, hingga ketegangan politik membuat investor memburu emas sebagai aset aman.

  • Kebijakan Moneter
    Penurunan suku bunga The Fed biasanya membuat emas lebih menarik dibanding instrumen lain.

  • Laju Inflasi Tinggi
    Saat inflasi meningkat, nilai uang tergerus. Investor cenderung beralih ke emas karena nilainya lebih stabil.

Kenaikan harga emas biasanya menjadi tanda adanya ketidakstabilan global atau antisipasi pasar terhadap kondisi tertentu. Bagi investor, memiliki emas bisa menjadi strategi perlindungan kekayaan jangka panjang. Kini, kamu bisa mulai berinvestasi emas dengan cara sederhana, misalnya melalui Tabungan Emas Pegadaian yang bisa dimulai dari Rp10 ribuan saja.

Dengan konsistensi menabung emas, saldo dapat dikonversi menjadi emas batangan, ditransfer, atau dicairkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan