Jembatan Bambu Darurat Srikeminut Bantul Selesai, Warga Lakukan Uji Coba

Jembatan Bambu Darurat Srikeminut Bantul Selesai, Warga Lakukan Uji Coba

Jembatan Darurat Bambu di Srikeminut, Bantul Siap Digunakan

Jembatan darurat yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul di kawasan Wisata Srikeminut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, telah selesai dibangun. Jembatan ini terletak di area wisata yang sempat mengalami kerusakan akibat longsoran tanah dan putusnya jalur utama.

Masyarakat setempat telah melakukan uji coba jembatan tersebut pada Kamis (11/12/2025) sore. Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatun Khasanah, menyampaikan bahwa proses finishing masih dilakukan oleh Pemkab Bantul. "InsyaAllah sore nanti proses finishing rampung dan jembatan bisa digunakan," ujarnya saat dikonfirmasi.

Pembangunan jembatan darurat ini dilakukan untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat setempat. Sebelumnya, pada Jumat (21/11/2025), jalur utama di Wisata Srikeminut mengalami kejadian longsor dan putus, sehingga mobilitas warga terganggu. Meski demikian, warga setempat membuat jalan darurat sementara. Namun, jalan tersebut dinilai berbahaya dan tidak aman untuk dilewati.

"Jalan darurat itu sudah ditangani oleh Pemkab Bantul. Jadi, warga tidak lagi melewati jalan tersebut. Jalan yang dibuat warga hanya sebagai bantuan darurat karena kondisi jalan yang becek. Anak-anak harus sekolah, ibu-ibu harus belanja," kata Titik.

Kehadiran jembatan darurat dari bambu ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam berlalu lintas. Saat ini, jembatan hanya dapat digunakan oleh pejalan kaki, sepeda, dan kendaraan roda dua. Kendaraan mobil tidak diperbolehkan melewatinya karena lebar jembatan yang terbatas. Oleh karena itu, pengendara mobil diminta untuk memilih jalur alternatif seperti jembatan di Selopamioro.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Mujahid Amrudin, menyampaikan bahwa jembatan darurat dari bambu di Srikeminut telah selesai dibangun. "Sekarang ini jembatan darurat dari bambu yang di Sriharjo sudah jadi, dan kemarin sudah diujicoba warga, dan sudah digunakan aktivitas warga untuk mobilitas," katanya.

Jembatan darurat ini bersifat sementara dan bertujuan untuk membantu masyarakat di Padukuhan Wunut dan Sompok agar dapat melintasi area tersebut. Jembatan tersebut memiliki panjang 220 meter dan lebar dua meter. Ini menjadi salah satu langkah penanganan dalam masa tanggap darurat bencana banjir dan longsor yang ditetapkan oleh Pemkab Bantul, mulai tanggal 21 November hingga 19 Desember 2025.

"Dengan adanya jembatan darurat itu, nanti mobilitas warga makin mudah, meskipun hanya untuk motor, tidak boleh untuk mobil karena lebarnya tidak memungkinkan, mobil kita sarankan untuk melalui jalan jembatan di Selopamioro," tutup dia.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan