Jembatan Prabumulih Ambruk Akibat Arus Sungai, Dua Petugas TNI-Polri Terluka


PRABUMULIH, berita
Dua petugas TNI dan Polri mengalami luka-luka saat mengatur arus lalu lintas di jembatan Muaradua, Jalan Tanggamus, RT 04 RW 03, Kelurahan Muaradua, Kecamatan Prabumulih Timur, kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel).

Keduanya adalah anggota polisi bernama Aipda Arfan dan anggota TNI Sertu Adi Sutopo. Jembatan Muaradua ini mendadak ambruk setelah arus deras menerjang tiang jembatan sehingga menyebabkan Aipda Arfan dan Sertu Adi yang berada di atas pun ikut terjatuh.

Kejadian tersebut berawal saat warga melaporkan adanya keretakan struktur jembatan Muaradua pada Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 17.44 WIB. Aipda Arfan yang sedang bertugas akhirnya turun ke lokasi bersama Sertu Adi untuk mengatur arus lalu lintas di atas jembatan agar mengurangi beban.

Tanpa diduga, keretakan jembatan pun menjadi melebar sampai akhirnya ambruk dan terbelah dua. Aipda Arfan dan Sertu Adi pun berhasil selamat setelah ditolong oleh warga.

Kasat Lantas Polres Prabumulih, AKP Marlina membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan, kondisi lalulintas di jembatan Muara Dua kini telah ditutup. Ia pun mengimbau kepada warga untuk tidak mencoba mendekati badan jembatan. Karena dapat menimbulkan keretakan baru.

Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati atau mencoba melintasi Jembatan Muara Dua yang amblas. Kondisinya sangat berbahaya dan masih berpotensi bergeser. Personel telah ditempatkan untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan tidak ada warga yang melintas, kata Marlina, Jumat (12/12/2025).

Marlina menjelaskan, Aipda Arfan dan Sertu Adi yang sempat menjadi korban, kondisinya pun kini telah membaik. Arus lalu lintas kini dialihkan ke jalur alternatif melewati Jalan Purwodadi yang ada di Kecamatan Prabumulih.

Untuk sementara, gunakan jalur alternatif sesuai arahan petugas. Jembatan masih ditutup total untuk seluruh aktivitas kendaraan maupun pejalan kaki, ujar Marlina.

Penyebab Kebocoran Struktur Jembatan

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian ini disebabkan oleh keretakan struktur yang sudah lama terjadi. Pemantauan awal menunjukkan bahwa beberapa bagian jembatan mulai menunjukkan tanda-tanda keropos. Hal ini bisa dipicu oleh faktor alam seperti curah hujan tinggi atau tekanan dari lalu lintas yang terlalu padat.

Beberapa ahli infrastruktur menyarankan agar pemerintah setempat segera melakukan inspeksi menyeluruh terhadap jembatan-jembatan lain di wilayah tersebut. Terutama yang memiliki usia konstruksi yang cukup tua.

Langkah Darurat yang Diambil

Setelah kejadian tersebut, pihak berwenang segera mengambil langkah darurat dengan menutup akses menuju jembatan. Mereka juga meminta warga untuk menghindari area sekitar jembatan hingga proses evaluasi selesai dilakukan.

Selain itu, petugas juga memberikan arahan kepada pengguna jalan untuk menggunakan jalur alternatif yang telah ditentukan. Jalur tersebut dinilai lebih aman dan dapat mengurangi beban lalu lintas di area yang terkena dampak.

Peran Petugas dalam Menangani Situasi

Aipda Arfan dan Sertu Adi menjadi contoh nyata dari dedikasi para petugas dalam menjaga keselamatan masyarakat. Meskipun situasi sangat berbahaya, mereka tetap bertindak cepat dan tanggap.

Tindakan mereka membantu mengurangi risiko kecelakaan yang lebih besar. Bahkan ketika jembatan tiba-tiba ambruk, mereka berhasil selamat karena tindakan cepat dari warga sekitar.

Upaya Pemulihan dan Evaluasi

Pihak berwenang juga sedang menyiapkan rencana pemulihan jembatan. Proses evaluasi akan dilakukan oleh tim teknis untuk menentukan apakah jembatan dapat diperbaiki atau harus dibangun kembali.

Selama proses evaluasi, warga diminta untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran dari pihak berwenang. Tidak hanya untuk keamanan diri sendiri, tetapi juga untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan.

Kesimpulan

Peristiwa jembatan Muaradua yang ambruk menjadi peringatan bagi semua pihak tentang pentingnya perawatan infrastruktur. Kejadian ini juga menunjukkan betapa vitalnya peran petugas dalam menjaga keselamatan masyarakat.

Dengan tindakan cepat dan koordinasi yang baik, risiko kecelakaan dapat diminimalkan. Namun, hal ini juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat untuk tetap mematuhi aturan dan menghindari area yang berisiko.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan