Jember Merayakan Tahun Baru 2026 dan HUT ke-97 Tanpa Pesta: Ujian Empati NKRI di Tengah Bencana

Jember Merayakan Tahun Baru 2026 dan HUT ke-97 Tanpa Pesta: Ujian Empati NKRI di Tengah Bencana

Perayaan Tahun Baru dan Hari Jadi yang Sederhana

Perayaan Tahun Baru 2026 dan Hari Jadi ke-97 Kabupaten Jember digelar dengan cara yang sederhana. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, acara ini tidak diisi dengan pesta kembang api atau hiburan meriah. Sebaliknya, pemerintah memilih untuk mengadakan doa bersama sebagai bentuk perayaan.

Acara doa bersama ini berlangsung pada Jumat (2/1/2026) di Pendapa Wahyawibawagraha. Pemkab Jember juga menekankan pentingnya silaturahmi dan ramah tamah bersama warga. Keputusan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap saudara-saudara di Sumatra dan Aceh yang sedang dilanda bencana.

“Hari ini NKRI sedang diuji dengan bencana, sehingga sejak Tahun Baru hingga hari ini kita tidak mengadakan pesta kembang api atau pesta yang lain,” ujar Bupati Jember, Muhammad Fawait.

Kehadiran Berbagai Lapisan Masyarakat

Peringatan Hari Jadi Jember dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari pedagang kaki lima, pengemudi ojek online, sopir angkutan kota, abang becak, juru parkir, hingga petugas kebersihan. Menurut Fawait, kebersamaan dengan masyarakat kecil ini bukan sekadar simbol. Ia ingin menunjukkan bahwa rakyat kecil menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah.

Momen hari jadi juga dijadikan sebagai waktu untuk merenung dan memperbaiki berbagai program pemerintah ke depan. Dalam kesempatan tersebut, Fawait juga memohon doa agar mampu menjalankan amanah selama lima tahun masa jabatannya. Ia tak lupa menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas segala keterbatasan selama 10 bulan memimpin Kabupaten Jember bersama Wakil Bupati Djoko Susanto.

Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini direncanakan berjalan mulai pertengahan hingga akhir 2026, dengan sasaran utama keluarga pekerja sektor informal. Fokus khusus akan diberikan kepada para istri pekerja, agar ekonomi rumah tangga menjadi lebih kuat dan mandiri.

Selain itu, Pemkab Jember juga akan memperluas program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini ditujukan bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, santri pondok pesantren, hingga anak-anak jalanan yang putus sekolah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Keberhasilan pembangunan bukan hanya soal fisik, tapi juga kesejahteraan masyarakat,” tegas Fawait.

Visi Pemerintah yang Lebih Inklusif

Pemkab Jember berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan adil bagi semua lapisan masyarakat. Hal ini ditunjukkan melalui berbagai inisiatif yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup warga, baik secara ekonomi maupun sosial.

Dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi, pemerintah berharap dapat membantu masyarakat kecil agar bisa lebih mandiri dan mampu menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Selain itu, program MBG juga bertujuan untuk memastikan bahwa setiap individu, terutama yang kurang mampu, memiliki akses terhadap nutrisi yang cukup.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meski ada banyak tantangan, Pemkab Jember tetap optimis bahwa langkah-langkah yang diambil akan memberikan dampak positif jangka panjang. Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kabupaten Jember dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi daerah lain.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan