Jika Hitler dan Mussolini Menang Perang Dunia II

Latar Belakang dan Perkembangan Ideologi Nasional-Sosialisme dan Fasisme

Pada dasarnya, misi dan visi dari Nasional-Sosialisme serta Fasisme tidak sepenuhnya jelek. Kedua aliran politik ini sebenarnya memiliki niat yang luhur dan bahkan mulia pada awalnya. Namun, nasib mereka berubah drastis setelah menghadapi tantangan besar dalam sejarah dunia.

Pada Perang Dunia II, dua tokoh terkemuka dari kedua aliran tersebut, Adolf Hitler dan Benito Mussolini, kalah melawan Sekutu. Hitler meninggal di Führerbunker, sebuah tempat persembunyian di bawah markas Kanselir Reich di Berlin, Jerman. Ia melakukan bunuh diri pada 30 April 1945, sementara jenazahnya bersama istrinya, Eva Braun, dibakar di luar bunker.

Sementara itu, dua hari sebelum kematian Hitler, Benito Mussolini tewas akibat dieksekusi oleh pasukan partisan Italia pada 28 April 1945. Setelah kekalahan ini, sejarah ditulis oleh pihak yang menang, sehingga Nazisme dan Fasisme dianggap sebagai aliran politik yang sesat dan tidak baik.

Meskipun demikian, pada masa pasca-PD II, Generalissimo Franco masih sempat mempromosikan Fasisme sebagai aliran politik terbaik bagi bangsa Spanyol. Sementara itu, Nasionalisme dan Sosialisme masih bertahan di beberapa negara, termasuk Indonesia, meskipun tidak pernah digabung menjadi bentuk Nazisme seperti yang dilakukan oleh Hitler.

Pengertian Dasar Nazisme dan Fasisme

Sebelum kita melangkah lebih jauh, penting untuk memahami makna sebenarnya dari Nazisme dan Fasisme. Menurut ensiklopedia Britannica, Nasional-Sosialisme atau Nazisme adalah gerakan totaliter yang dipimpin oleh Adolf Hitler sebagai kepala Partai Nazi di Jerman. Dalam hal nasionalisme intensif, daya tarik massa, dan pemerintahan otoriter, Nazisme memiliki banyak kesamaan dengan fasisme Italia. Namun, Nazisme lebih ekstrem dalam ide dan praktiknya. Secara umum, gerakan ini anti-intelektual dan tidak teoretis, dengan menekankan kehendak pemimpin karismatik sebagai satu-satunya sumber inspirasi bagi rakyat dan negara, serta visi penghancuran semua musuh Aryan Volk sebagai tujuan utama kebijakan Nazi.

Sementara itu, Fasisme adalah ideologi politik dan gerakan massa yang mendominasi banyak bagian Eropa tengah, selatan, dan timur antara tahun 1919 dan 1945. Gerakan ini juga memiliki pengikut di Eropa barat, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Jepang, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Pemimpin pertama fasisme, Benito Mussolini, mengambil nama partainya dari kata Latin "fasces", yang merujuk pada bundelan batang elm atau kayu birch (biasanya dilengkapi kapak) yang digunakan sebagai simbol otoritas hukum di Romawi kuno. Meskipun partai dan gerakan fasisme berbeda-beda, mereka memiliki karakteristik umum seperti nasionalisme militeristik ekstrem, penghinaan terhadap demokrasi pemilihan umum dan liberalisme politik serta budaya, keyakinan pada hierarki sosial alami dan pemerintahan elit, serta keinginan untuk menciptakan "Volksgemeinschaft" (komunitas rakyat), di mana kepentingan individu akan disubordinasikan terhadap kebaikan bangsa.

Perspektif Terhadap Ideologi Politik

Terlihat bahwa ensiklopedia Britannica cenderung berpihak kepada Sekutu sebagai pemenang Perang Dunia II. Pada dasarnya, setiap aliran politik bebas-nilai karena an sich bukan tujuan, tetapi hanya sekadar alat untuk mencapai tujuan tertentu. Baik-buruknya aliran politik sepenuhnya tergantung bagaimana aliran tersebut digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh penggunanya.

Maka wajar jika Nazisme dan Fasisme dianggap jahat, bahkan evil, karena memang digunakan secara penuh dengan angkara murka oleh Hitler dan Mussolini. Secara andaikata, sangat menarik untuk ditelaah oleh para sejarawan melalui eksperimen pemikiran sejarah dengan tema "What If Hitler-Mussolini Won the WW II".

Andai Hitler dan Mussolini menang dalam Perang Dunia II, bukan mustahil seluruh Eropa hingga Rusia menjadi negara-negara yang menganut aliran politik Nazisme dan Fasisme. Demikian pula, jika mereka menang, maka naga-naganya ensiklopedia Britannica akan kreatif merekayasa definisi Nazisme dan Fasisme sedemikian rupa agar lebih sesuai dengan kehendak Hitler dan Mussolini sebagai pihak yang memenangkan Perang Dunia II.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan