
nurulamin.pro Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi membuka lembaran baru dalam perjalanan tim nasional dengan menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia.
Penunjukan ini menjadi sorotan besar karena Herdman bukan hanya dipercaya menangani skuad senior, tetapi juga diberi mandat memimpin tim nasional kelompok usia di bawah 23 tahun.
Keputusan tersebut menandai langkah strategis PSSI dalam membangun kesinambungan prestasi dari level usia muda hingga tim utama.
John Herdman ditetapkan sebagai pengganti Patrick Kluivert, yang sebelumnya harus mengakhiri masa jabatannya setelah PSSI memutuskan pemecatan pada 24 Oktober 2025.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai kehadiran Herdman sebagai titik awal transformasi besar sepak bola Indonesia. Menurut Erick, rekam jejak Herdman yang pernah membawa tim nasional ke Piala Dunia menjadi alasan utama kepercayaan tersebut.
“Ini adalah momen penting bagi PSSI dan sepak bola Indonesia untuk memasuki era baru. Kami menunjuk pelatih yang terbukti mampu membawa tim lolos ke Piala Dunia,” ujar Erick Thohir dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Erick juga mengungkapkan bahwa dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto memberikan energi tambahan bagi federasi untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
Fokus utama PSSI ke depan adalah memperkuat fondasi sepak bola nasional melalui pembinaan berjenjang, terutama di sektor usia muda. Penunjukan John Herdman disebut sebagai langkah awal dari program ambisius tersebut.
“Saya senang dengan arahan Bapak Presiden yang meminta kami untuk mencoba lagi dengan program yang lebih agresif. Hari ini kami memulai kembali program prestasi timnas menuju Piala Dunia dengan menunjuk John Herdman yang memiliki kualifikasi jelas,” kata Erick.
Sempat Tolak Honduras, John Herdman Resmi Latih Timnas Indonesia
Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun itu sebelumnya sempat dikaitkan dengan beberapa tim nasional lain. Bahkan, ia dikabarkan menolak tawaran melatih tim nasional Honduras karena lebih tertarik dengan proyek jangka panjang yang ditawarkan Indonesia.
PSSI menilai Herdman memiliki pengalaman internasional yang luas serta kapasitas untuk membangun tim secara berkesinambungan bersama para pemain timnas Indonesia, termasuk Jay Idzes dan rekan-rekannya.
Nama John Herdman dikenal luas di kancah sepak bola dunia karena catatan uniknya. Ia tercatat sebagai satu-satunya pelatih yang mampu membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara yang sama tampil di ajang Piala Dunia FIFA.
Saat menangani tim nasional putri Kanada, Herdman sukses meloloskan negaranya ke Piala Dunia Wanita edisi 2007 dan 2011. Ia juga mencatatkan prestasi bersejarah dengan meraih medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016.
Kesuksesan tersebut berlanjut di sektor putra. Bersama tim nasional Kanada yang diperkuat Alphonso Davies dan kolega, Herdman membawa negaranya tampil di Piala Dunia Qatar 2022.
Penampilan itu menjadi momen bersejarah karena Kanada akhirnya kembali ke Piala Dunia setelah menunggu selama 36 tahun.
Memasuki tahun 2026, tantangan berat langsung menanti Herdman bersama Timnas Indonesia. Agenda padat sudah tersusun, mulai dari partisipasi dalam FIFA Series yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret.
Setelah itu, timnas masih akan menjalani rangkaian FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November, serta tampil di Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli.
Selain memimpin tim senior, Herdman juga akan menangani Timnas Indonesia U-23. Salah satu agenda terdekat adalah Asian Games Aichi–Nagoya 2026 di Jepang yang akan berlangsung pada 19 September.
Dari sisi finansial, penunjukan Herdman juga menunjukkan keseriusan PSSI. Berdasarkan laporan media Kanada, Waking The Red, Herdman disebut akan menerima gaji sekitar 40 ribu dolar Amerika Serikat per bulan atau setara dengan Rp671,8 juta.
Nilai kontrak tersebut tergolong tinggi dan mencerminkan komitmen PSSI untuk membangun tim nasional secara serius dan berkelanjutan.
Selain faktor gaji, kejelasan arah program jangka menengah dan panjang disebut menjadi daya tarik utama bagi Herdman.
“Herdman juga sempat masuk radar sebagai kandidat pelatih tim nasional Jamaika setelah Steve McClaren mundur. Namun, Indonesia dinilai menawarkan proyek yang lebih menarik,” tulis laporan Waking The Red.
PSSI dikabarkan menyiapkan kontrak berdurasi dua tahun untuk Herdman, dengan opsi perpanjangan dua tahun berikutnya. Artinya, ia berpeluang mendampingi Timnas Indonesia hingga 2030.
Setidaknya, Herdman diproyeksikan bekerja hingga akhir masa kepemimpinan Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI pada 2027.
Target besar pun sudah ditetapkan. Herdman akan mempersiapkan Timnas Indonesia untuk menghadapi Piala Asia 2027 dengan sasaran minimal menembus babak perempat final.***
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar