
Jokowi Mengungkap Ada Agenda Politik di Balik Isu Ijazah Palsu
Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), mengakui bahwa dirinya mengetahui siapa yang menjadi 'pemain' dalam isu ijazah palsu yang terus-menerus dihembuskan. Ia menilai bahwa ada agenda besar atau operasi politik yang berada di balik isu ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat wawancara eksklusif dengan Kompas TV, yang tayang di channel YouTube Kompas TV pada Selasa (9/12/2025). Menurutnya, isu ijazah palsu yang telah bergulir selama 4 tahun ini dimainkan karena adanya kepentingan politik untuk menurunkan reputasinya.
Penjelasan dari Pakar Telematika
Roy Suryo, seorang pakar telematika, meminta Jokowi agar menyebutkan nama orang besar yang terlibat dalam isu ijazah palsu tersebut. Ia menilai bahwa jika Jokowi benar-benar mengetahui identitas sosok tersebut, maka tidak perlu lagi membuat masyarakat terbelah.
"Kalau memang tahu, jangan kemudian membuat masyarakat terbelah," ujar Roy Suryo, dikutip dari kanal YouTube Garuda TV, Jumat (12/12/2025).
Ia juga menegaskan bahwa jika tokoh besar itu disebutkan, maka tidak akan ada tindakan saling tuduh. "Kalau tokoh besar sebutin aja siapa. Jadi kita tenang, tidak usah menuduh-nuduh karena kalau dikatakan politik repot," tambahnya.
Jokowi: Tidak Perlu Menyebut Nama
Meskipun Jokowi mengaku sudah mengetahui nama orang besar di balik isu ijazah palsu, ia enggan menyebutkannya ke publik. Menurutnya, sosok tersebut mudah ditebak oleh masyarakat.
"Saya pastikan iya (ada agendan besar dan orang besar di balik kasus ijazah)," kata Jokowi, dikutip dari tayangan KOMPAS TV, Selasa (9/12/2025). "Saya kira gampang ditebak. Tidak perlu saya sampaikan."
Jokowi juga merasa heran mengapa keaslian ijazahnya masih dipermasalahkan. Padahal, pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah menyatakan bahwa ijazahnya asli.
Permasalahan Materai Hijau di Ijazah
Sebelumnya, media sosial dihebohkan oleh foto yang menunjukkan materai berwarna hijau di ijazah Jokowi. Foto tersebut viral dan masih menjadi sorotan.
Hal ini membuat Prof. Ciek Julyati Hisya, seorang profesor dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), semakin yakin bahwa ijazah Jokowi palsu. Menurutnya, jika ijazah tersebut asli, Jokowi seharusnya berani menunjukkannya ke hadapan publik.
"Kalau saya meyakini (ijazah Jokowi) itu palsu. Kalau memang itu betul ada aslinya, pasti berani siapapun akan menunjukkan," ujar Ciek, dikutip dari tayangan di kanal YouTube tvOneNews, Selasa (2/11/2025).
Ciek juga menyoroti materai berwarna hijau yang ada di ijazah Jokowi. Menurutnya, hal tersebut janggal karena di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985, tidak pernah dinyatakan ada materai seperti itu.
"Yang didasarkan di sana adalah bahwa materai itu tadi cetakan utamanya itu adalah ungu," katanya. "Warna hijau yang dikemukakan di situ adalah hanya untuk gambar Garuda. Jadi bukan keseluruhannya."
Jokowi Siap Bawa Kasus ke Pengadilan
Jokowi mengaku siap menunjukkan ijazah asli kelulusannya dari sekolah dasar hingga sarjana kepada pengadilan. Menurut dia, pengadilan adalah forum yang paling tepat untuk membuktikan keaslian ijazahnya.
"Ya, itu (pengadilan) forum yang paling baik untuk menunjukkan ijazah asli saya dari SD, SMP, SMA, universitas, semuanya dan saya bawa," kata dia.
Ia juga ingin menjadikan kasus ini sebagai pembelajaran bagi semua pihak agar tidak mudah menuduh seseorang. "Untuk pembelajaran kita semuanya bahwa jangan sampai gampang menuduh orang, jangan sampai gampang menghina orang, memfitnah orang, mencemarkan nama baik seseorang."
Pentingnya Kesadaran Hukum
Menurut Jokowi, jika kasus ini tidak dibawa ke ranah hukum, maka bisa saja terjadi ke orang lain. "Bisa terjadi tidak hanya kepada saya, bisa ke yang lain, ke menteri, ke presiden yang lain, ke gubernur, bupati, wali kota, semuanya dengan tuduhan asal-asalan."
Jokowi menekankan pentingnya kesadaran hukum dalam masyarakat. Ia ingin memberi contoh bahwa tidak boleh mudah menuduh tanpa bukti yang jelas.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar