
Keamanan Digital di Tengah Dominasi Sistem Operasi Utama
Di tengah meningkatnya kekhawatiran akan kebocoran data dan penggunaan aplikasi yang memantau pengguna secara diam-diam, keamanan digital menjadi fokus utama pada tahun 2025. Di tengah dominasi Android dan iOS, muncul sebuah perangkat baru yang menawarkan pendekatan berbeda: Jolla Phone, smartphone berbasis Linux yang berkomitmen pada privasi pengguna.
HP ini menarik perhatian banyak orang karena dianggap sebagai angin segar di industri yang sudah terlalu penuh dengan sistem operasi yang sama. Pengumumannya pada Desember 2025 langsung mendapat sambutan hangat dari komunitas teknologi global. Jolla, perusahaan asal Finlandia yang dikenal dengan Sailfish OS, kembali mengambil langkah besar dengan meluncurkan HP berbasis Linux yang benar-benar serius dalam hal keamanan.
Dari desain hingga ekosistemnya, Jolla Phone tidak dirancang untuk semua orangmelainkan untuk mereka yang mengutamakan kendali penuh atas data pribadi. Dengan rencana rilis pada kuartal pertama hingga kedua 2026, Jolla Phone hadir membawa janji privasi tingkat tinggi, fitur unik seperti privacy switch fisik, serta baterai yang bisa dilepassesuatu yang sudah langka di era modern.
Spesifikasi Layar dan Desain: Clean, Kokoh, dan Serius Soal Privasi
Jolla Phone mengusung layar AMOLED berukuran 6,36 inci dengan resolusi 1080 x 2260 yang memberikan tampilan tajam serta warna yang kaya. Layarnya sudah diperkuat Gorilla Glass sehingga lebih aman dari goresan. Desainnya hadir dengan pendekatan minimalis khas perangkat asal Eropa, tampil sederhana namun terasa solid di tangan.
Yang membuatnya menarik, desain HP ini benar-benar memikirkan privasi. Ada privacy switch fisik yang bisa langsung mematikan kamera, mikrofon, dan Bluetooth. Fitur seperti ini sangat jarang ditemukan di smartphone modern, bahkan di flagship sekalipun.
Performa dan Memori: Perangkat Linux yang Bisa Dipakai Harian
Meski bukan HP mainstream, Jolla Phone tetap hadir dengan performa yang cukup buas. Perangkat ini memakai chipset MediaTek yang dipadukan dengan RAM 12GB, memberikan pengalaman multitasking yang mulus. Penyimpanannya berkapasitas 256GB tipe UFS, dan menariknya masih bisa diperluas menggunakan microSDXCfitur yang semakin langka.
Untuk pengguna yang butuh HP privat tapi tetap bertenaga, kombinasi hardware ini sudah lebih dari cukup. Meski bukan dibuat untuk gaming berat seperti judul populer grafik tinggi, performanya tetap mumpuni untuk penggunaan sehari-hari dan produktivitas.
Kamera, Baterai, dan Fitur Tambahan
Di sektor kamera, Jolla Phone membawa konfigurasi dual kamera 50MP wide dan 13MP ultrawide. Fokusnya bukan pada gimmick kamera AI, tapi kualitas foto yang natural dan konsisten. Kamera depannya juga cukup memadai untuk kebutuhan video call dan selfie basic.
Bagian baterainya justru menjadi salah satu highlight terbesar. HP ini dibekali baterai 5500mAh yang bisa dilepas (user-replaceable). Ini adalah fitur yang hampir punah di industri smartphone modern, namun sangat dihargai oleh pengguna yang ingin perangkat lebih tahan lama dan mudah untuk diservis.
Selain itu, Jolla Phone juga dilengkapi 5G, speaker stereo, dan NFC. Semua fitur standar high-end tetap hadir meski orientasi perangkat ini lebih condong ke keamanan.
Sailfish OS 5.0: Linux dengan Dukungan Android Apps
Sailfish OS 5.0 menjadi pusat identitas Jolla Phone. Sistem operasi berbasis Linux ini tidak melakukan tracking, tidak mengumpulkan data, dan tidak memasang telemetry secara default. Ini langsung menjadikannya HP yang aman dari pabrik.
Yang mengejutkan, meski memakai Linux, Sailfish OS tetap mendukung aplikasi Android, sehingga pengguna tidak perlu khawatir tidak bisa mengakses aplikasi yang mereka butuhkan. Sistem ini juga menjanjikan hingga 5 major OS upgrades, membuatnya cukup relevan untuk penggunaan jangka panjang.
Fitur lain yang tak kalah unik adalah swappable back cover, serta sensor sidik jari di samping perangkat. Kombinasi fitur modern dan konsep klasik membuat HP ini terasa seperti perangkat spesialis yang tidak dibuat untuk semua orang.
Harga dan Ketersediaan: Apakah Masuk Indonesia?
Harga Jolla Phone dipatok sekitar 499 atau sekitar Rp8,3 juta sebelum pajak, dan pre-order sudah dibuka melalui situs resmi Jolla. Warna yang tersedia saat ini adalah oranye, memberikan tampilan yang cukup mencolok dibandingkan HP pada umumnya.
Apakah akan rilis di Indonesia? Sayangnya belum ada kabar resmi. Saat ini pre-order hanya diperuntukkan bagi wilayah Eropa seperti Uni Eropa, Inggris, Swiss, dan Norwegia. Jolla juga menyatakan bahwa ekspansi wilayah belum ditentukan, termasuk Asia Tenggara dan Indonesia.
Produksi HP ini juga cukup unik karena bergantung pada minimal 2.000 unit pre-order hingga 4 Januari 2026jumlah yang kini sudah terpenuhi.
Opsi untuk pengguna Indonesia: Untuk Anda yang berminat, pre-order bisa tetap dilakukan secara internasional melalui situs resmi Jolla dengan deposit 99 (sekitar Rp1,7 juta). Namun perlu diperhatikan bahwa akan ada biaya tambahan berupa ongkos kirim internasional, bea cukai, serta pajak impor saat barang tiba di Indonesia.
Bagi yang ingin menunggu rilis resmi, cara paling aman adalah memantau situs resmi jolla.com untuk update wilayah distribusi terbaru.
Jolla Phone mungkin bukan smartphone untuk semua orang, tapi bagi mereka yang mengutamakan privasi, transparansi, serta kebebasan dalam penggunaan perangkat, HP berbasis Linux ini bisa jadi pilihan menarik. Dengan fitur seperti privacy switch, OS tanpa telemetry, baterai yang bisa dilepas, hingga dukungan aplikasi Android, perangkat ini menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki smartphone mainstream. Meski belum pasti masuk ke Indonesia, minat terhadap perangkat ini sudah cukup tinggi, terutama dari komunitas open-source.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar