
Pemain depan Juventus, Jonathan David, semakin menghadapi tekanan berat setelah menjadi faktor utama kegagalan timnya meraih kemenangan dalam pertandingan terbaru. Pada pertandingan yang digelar di Turin pada hari Sabtu (3/1/2026), Juventus gagal mengalahkan Lecce dalam laga pekan ke-18 Liga Italia.
Sebelum pertandingan dimulai, David sudah menjadi sorotan negatif. Sebagai rekrutan musim panas 2025, pemain asal Kanada ini hanya mencetak satu gol dalam 16 pertandingan Liga Italia sebelum menghadapi Lecce. Meskipun berhasil mencetak gol pada laga pembuka melawan Parma pada 25 Agustus lalu, ia belum mampu memperlihatkan performa yang konsisten sejak saat itu.
Dalam pertandingan tersebut, Juventus menguasai bola hingga 72% dan melepaskan 26 tembakan, tetapi justru tertinggal lebih dulu di menit ke-45+2 akibat gol dari Lameck Banda. Tim asuhan Luciano Spalletti kemudian menyamakan skor di awal babak kedua melalui Weston McKennie.
Di tengah babak kedua, Juventus mendapatkan hadiah penalti setelah Mohamed Kaba melakukan handball di kotak terlarang. David, yang tampak ingin membangun kepercayaan diri, maju sebagai eksekutor. Sayangnya, upayanya untuk menendang dengan teknik Panenka gagal. Bola yang dilepaskannya terlalu lemah, mendatar, dan mengarah ke tengah, sehingga bisa dibendung oleh kiper Wladimiro Falcone dengan kakinya.
Selain kesalahan dalam penalti, David juga membuat beberapa kesalahan lain dalam pertandingan tersebut. Ia tampil penuh dan melepaskan enam tembakan, tetapi semua usaha itu tidak berbuah gol. Usai pertandingan, David mendapatkan penilaian terburuk di antara para pemain Juventus. Tuttomercatoweb memberikan skor 4,5, sama dengan Andrea Cambiaso yang salah dalam operan yang memungkinkan Lecce mencetak gol.
Jurnalis ternama Italia, Paolo Condo, memberikan kritik keras terhadap performa David. Ia menyatakan bahwa penampilan David dalam pertandingan ini mirip dengan kejadian dalam laga AC Milan pekan lalu. Condo mengatakan:
"Kita melihat kejadian yang mirip dalam laga AC Milan pekan lalu," kata Condo kepada Sky Sport.
"Luka Modric dan Christian Pulisic memberikan penalti kepada Christopher Nkunku karena penyerang mereka butuh mencetak gol."
"Itu gestur kemurahan hati yang terkalkulasi karena Milan sedang unggul 1-0, bukan dalam skor 1-1 seperti Juventus dan David."
"Nkunku mengambil penalti itu dengan percaya diri, dengan konsentrasi penuh, tidak main-main dalam eksekusinya."
"Sekarang kita melihat David mengambil penalti dengan ceroboh ketika timnya berada dalam situasi genting."
"Dia merasa dirinya sebuah fenomena yang akan mencetak sebuah gol fenomenal."
"Jadi, saya pikir pesan yang perlu kita kirim kepada David sekarang adalah: 'Kami tidak pernah berpikir Anda adalah sebuah fenomena'."
"Kami pikir Anda seorang penyerang berkualitas rata-rata berdasarkan apa yang selama ini Anda perlihatkan."
"Jadi ketika Anda diberi kesempatan untuk menunjukkan kualitas, berikan dengan 200% baik dalam hal teknik maupun mental."
"Saya harap Anda pemain yang memiliki teknik yang cukup baik."
"Tetapi setidaknya berikan 200% dalam hal mental karena jika begitu, tidak mungkin Anda mengambil penalti seperti itu."
Dengan kompetisi yang sudah memasuki separuh jalan, perekrutan Jonathan David kini terasa menjadi sebuah kegagalan bagi Juventus. Untungnya, I Bianconeri tidak mengeluarkan biaya besar dalam mendatangkan David karena kontraknya dengan Lille sudah habis.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar