Juventus Dikepung Indonesia, Persaingan Papan Tengah Serie A Memanas

Juventus Dikepung Indonesia, Persaingan Papan Tengah Serie A Memanas

Persaingan Sengit di Papan Tengah Serie A 2025/2026

Pekan ke-14 Liga Italia Serie A 2025/2026 menunjukkan persaingan yang sangat ketat di papan tengah. Juventus, yang kini berada di peringkat ketujuh, harus bersaing langsung dengan Como di peringkat keenam, Sassuolo di peringkat kedelapan, serta Cremonese di peringkat kesembilan. Kondisi ini membuat posisi klub asal Turin semakin tidak stabil.

Juventus saat ini mengumpulkan 23 poin dari 14 pertandingan, dengan rincian enam kemenangan, lima hasil imbang, dan tiga kekalahan. Mereka mencetak 18 gol dan kebobolan 14 gol, menunjukkan performa yang belum sepenuhnya konsisten. Kekalahan dari Cremonese dengan skor 1-3 menjadi momen penting yang memperketat persaingan di papan tengah.

Sassuolo dan Cremonese menjadi dua penantang terdekat Juventus, masing-masing mengoleksi 20 poin. Sassuolo mencatat enam kemenangan, dua imbang, dan enam kekalahan, sedangkan Cremonese meraih lima kemenangan, lima imbang, serta empat kekalahan. Kedua klub ini memiliki hubungan kuat dengan Indonesia, baik melalui kepemilikan klub maupun keberadaan pemain tim nasional.

Keberadaan Pemain Indonesia di Klub-Klub Pesaing

Salah satu hal yang menarik adalah keterlibatan pemain Indonesia di klub-klub pesaing Juventus. Sassuolo diperkuat oleh Jay Idzes, seorang bek yang juga menjadi kapten tim nasional Indonesia. Ia lahir di Belanda pada 2 Juni 2000 dan telah memperkuat beberapa klub Eropa sebelum bergabung dengan Sassuolo pada Agustus 2025. Di level internasional, ia debut bersama Timnas Indonesia pada Maret 2024 dalam laga kualifikasi Piala Dunia melawan Vietnam. Sampai Oktober 2025, ia telah mengoleksi 16 caps dan satu gol.

Di sisi lain, Cremonese mengandalkan Emil Audero sebagai penjaga gawang. Nama lengkapnya adalah Emilio Audero Mulyadi, yang lahir di Mataram pada 18 Januari 1997. Kiper berusia 28 tahun ini kini memperkuat United States Cremonese sebagai pemain pinjaman dari Como sejak 2025. Ia telah tampil dalam lima pertandingan dengan total 450 menit bermain, hanya kebobolan tiga gol, atau rata-rata 0,6 gol per 90 menit. Sebelumnya, ia pernah membela Juventus di level akademi dan tim muda, serta Sampdoria dan Como sebelum kembali berkiprah di Serie A.

Djarum Group Memiliki Como 1907

Sementara itu, Como 1907 yang kini berada di sekitar papan tengah Serie A dimiliki oleh kelompok usaha Djarum melalui SENT Entertainment. Klub ini dikelola oleh Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono sejak 2019. Di bawah kepemilikan pengusaha Indonesia tersebut, Como mengalami perkembangan pesat, naik dari Serie D hingga promosi ke Serie A pada 2024.

Investasi besar-besaran membuat Como mampu bersaing di kasta tertinggi Italia dalam waktu singkat. Hal ini menjadikan klub ini sebagai salah satu pesaing yang signifikan bagi Juventus di papan tengah Serie A.

Persaingan yang Semakin Panas

Dengan kondisi tersebut, Juventus kini secara tidak langsung "dikepung" oleh pengaruh Indonesia dari berbagai sisi. Baik melalui kepemilikan klub, pemain belakang tangguh, hingga penjaga gawang yang tampil konsisten. Persaingan papan tengah diprediksi semakin panas seiring inkonsistensi performa keempat tim.

Juventus yang selama ini dikenal sebagai raksasa Serie A juga belum mampu menunjukkan dominasinya seperti musim-musim sebelumnya. Dengan situasi ini, para penggemar sepak bola Italia mulai memperhatikan bagaimana persaingan di papan tengah akan berkembang dalam beberapa pekan mendatang.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan