Juventus Tidak Menonjol di UCL dan Serie A, Saatnya Perbaiki Tim di Bursa Transfer 2026

Juventus Tidak Menonjol di UCL dan Serie A, Saatnya Perbaiki Tim di Bursa Transfer 2026

Juventus Menghadapi Tantangan Berat di Musim 2025/2026

Musim 2025/2026 bagi Juventus terbukti menjadi periode yang penuh ketidakpastian. Performa yang tidak konsisten membuat klub asal Turin itu kesulitan bersaing di papan atas Serie A maupun tampil meyakinkan di Liga Champions. Kondisi ini memicu kekhawatiran besar mengenai masa depan klub yang dikenal sebagai salah satu raksasa sepak bola Italia.

Awal musim berjalan dengan harapan tinggi, terutama setelah pelatih Igor Tudor ditunjuk untuk memimpin tim. Namun, situasi justru berubah drastis setelah Juventus mengalami delapan laga tanpa kemenangan, termasuk empat pertandingan tanpa mencetak gol dan kekalahan dari Lazio. Rentetan hasil buruk tersebut membuat Juventus terperosok ke peringkat kedelapan setelah 14 pertandingan.

Dengan catatan enam kemenangan, lima imbang, dan tiga kali kalah (23 poin), krisis yang dialami Juventus semakin memperlihatkan kesamaan dengan periode kelam klub pada 2009. Tudor akhirnya didepak pada akhir Oktober 2025, tidak lama setelah ia menandatangani perpanjangan kontrak. Sejumlah nama seperti Luciano Spalletti dan Roberto Mancini mulai dikaitkan, sementara pelatih interim memimpin kemenangan atas Udinese.

Meskipun pergantian pelatih dilakukan, masalah Juventus tidak berhenti di situ. Masalah lebih dalam terkait kualitas skuad dinilai menjadi hambatan utama dalam upaya kembali ke jalur persaingan. Hal ini terlihat dari performa yang belum stabil di lapangan.

Kondisi Terkini Juventus di Liga dan Eropa

Hingga pertengahan Desember 2025, Juventus masih berada di papan tengah Serie A pada posisi ketujuh dengan 23 poin dari 14 laga. Mereka tertinggal dari tim seperti Como dan berada di luar zona kompetisi Eropa. Di Liga Champions, performa Juventus juga belum terlalu impresif. Catatan dua kemenangan, tiga imbang, dan satu kekalahan di fase liga menunjukkan ketidakstabilan yang masih membayangi.

Hasil-hasil tersebut membuat harapan bangkit di bawah manajemen baru belum terlihat jelas. Masalah di lini serang menjadi perhatian karena tim sering kesulitan mencetak gol. Situasi ini ikut memengaruhi minat pemain. Juventus yang dinilai belum stabil dikabarkan membuat sejumlah pemain ragu bergabung karena khawatir karier mereka terdampak situasi internal klub.

Rencana Juventus di Bursa Transfer 2026

Menjelang bursa transfer Januari 2026, fokus Juventus mulai mengarah pada perombakan lini tengah. Pelatih Luciano Spalletti disebut menginginkan sosok regista atau gelandang pengatur serangan. Beberapa nama masuk radar, seperti Emile Hojbjerg dari Marseille dan Adrian Bernab dari Parma. Kedua pemain tersebut memiliki rekam jejak yang terkait dengan Pep Guardiola sehingga dianggap cocok dengan gaya main Spalletti.

Sergej Milinkovic-Savic dari Al-Hilal disebut menjadi target jangka panjang direktur olahraga Damien Comolli guna memperkuat lini tengah. Juventus juga mengawasi Marco Palestra, pemain bertahan yang sedang dipinjamkan Atalanta. Opsi lain seperti Morten Hjulmand dari Sporting CP menjadi kemungkinan untuk musim panas. Selain itu, Juventus mempertimbangkan opsi ekonomis seperti meminjam atau mendatangkan pemain bebas transfer termasuk Miralem Pjanic.

Untuk pemain keluar, beberapa nama yang baru bergabung seperti Jonathan David berpotensi dilepas pada Januari. Evaluasi terus dilakukan untuk mencari sumber dana guna mendukung rencana perekrutan pemain. Pendekatan Juventus dinilai berhati-hati tanpa ingin mengeluarkan anggaran besar. Mereka berupaya melakukan penjualan efektif sekaligus memastikan kebutuhan taktis tim terpenuhi.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan