
Teknologi XR Membuka Dunia Baru di Tahun 2025
Di akhir tahun 2025, dunia teknologi kembali mencuri perhatian masyarakat dengan inovasi yang mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia sekitar. Kali ini, fokusnya bukan pada kecerdasan buatan (AI) atau smartphone yang canggih, melainkan teknologi Extended Reality (XR) yang semakin memasuki kehidupan sehari-hari. Dengan hanya menggunakan sepasang kacamata, dunia maya dan dunia nyata kini sulit dibedakan.
XR adalah gabungan dari tiga teknologi utama, yaitu Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan Mixed Reality (MR). Dulu, teknologi ini lebih dikenal sebagai alat hiburan, tetapi kini mulai digunakan dalam berbagai bidang seperti kerja, pendidikan, dan komunikasi. Banyak orang bercanda bahwa mereka bisa "masuk kantor" tanpa harus mandi terlebih dahulu, karena rapat kini bisa dilakukan lewat ruang virtual.
Selama bulan Desember 2025, penggunaan XR meningkat pesat. Perusahaan teknologi telah menghadirkan perangkat yang lebih ringan, layar yang lebih jernih, serta pengalaman yang lebih realistis. Pengguna cukup mengenakan kacamata pintar, lalu merasa seolah masuk ke ruang kerja digital lengkap dengan meja, layar, dan rekan kerja virtual.
XR dalam Dunia Kerja
Di dunia kerja, XR dinilai mampu mengubah cara bekerja jarak jauh. Rapat virtual tidak lagi sekadar wajah di layar datar, tetapi hadir dalam bentuk ruang tiga dimensi. Peserta bisa berdiskusi, menunjuk data, hingga berinteraksi layaknya bertemu langsung. Bagi sebagian orang, ini terasa canggih. Namun bagi yang lain, ini terasa aneh tapi menarik.
XR dalam Pendidikan
Bidang pendidikan juga mulai memanfaatkan XR. Siswa kini bisa “masuk” ke dalam materi pelajaran. Belajar sejarah tidak lagi hanya membaca buku, tetapi berjalan di kota kuno versi digital. Pelajaran sains pun terasa lebih hidup karena siswa bisa melihat simulasi langsung di hadapan mata.
XR dalam Hiburan
Tidak ketinggalan, dunia hiburan menjadi panggung utama XR. Menonton konser, film, atau pertandingan olahraga kini bisa dilakukan seolah berada di lokasi. Pengguna cukup duduk di rumah, namun merasakan pengalaman imersif. Ada yang bercanda, “Tiketnya mahal, tapi tetap pakai sandal.”
Tantangan dan Masalah
Meski terdengar futuristik, teknologi XR belum sepenuhnya bebas masalah. Perangkatnya masih relatif mahal dan belum semua orang nyaman menggunakannya dalam waktu lama. Beberapa pengguna mengeluhkan pusing atau lelah mata. Selain itu, adaptasi teknologi ini juga membutuhkan waktu dan kebiasaan baru.
Peluang untuk Pelaku Kreatif dan UMKM
Di sisi lain, XR membuka peluang besar bagi pelaku kreatif dan UMKM. Produk bisa dipamerkan secara virtual, calon pembeli bisa melihat detail barang tanpa datang langsung. Bagi daerah yang jauh dari pusat kota, teknologi ini berpotensi membuka akses pasar lebih luas.
XR di Daerah dan Masa Depan
Bagi masyarakat di daerah, termasuk Flores dan wilayah timur Indonesia, XR masih terasa sebagai teknologi “masa depan”. Namun para pengamat menilai, seiring waktu dan turunnya harga perangkat, XR akan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Seperti smartphone dulu, yang awalnya mahal dan asing, kini menjadi kebutuhan.
Masa Depan XR
Menjelang 2026, XR diprediksi akan makin menyatu dengan teknologi AI. Dunia virtual akan terasa semakin pintar dan responsif. Batas antara dunia nyata dan digital pun kian tipis. Pertanyaannya, apakah manusia siap hidup di dua dunia sekaligus?
Akhir tahun 2025 menjadi penanda bahwa teknologi tidak lagi sekadar membantu, tetapi mulai menciptakan ruang hidup baru. XR menghadirkan dunia alternatif yang menarik, sekaligus menantang. Dunia nyata mungkin belum sepenuhnya tergantikan, tapi jelas mulai merasa “tersaingi”.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar