
KADIN Mengoptimalkan Ekspor Pertanian untuk Menyeimbangkan Neraca Perdagangan dengan Kanada
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) mengakui bahwa neraca perdagangan sektor pertanian dengan Kanada saat ini masih mencatat angka defisit. Namun, kondisi ini justru menjadi dorongan bagi KADIN untuk meningkatkan fokus pada komoditas ekspor unggulan guna menyeimbangkan neraci perdagangan pasca-implementasi CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement).
Wakil Ketua Komite Pertanian KADIN, Devi Erna Rahmawati, menjelaskan bahwa lembaga tersebut tengah intensif membina petani, khususnya di sektor buah-buahan tropis. Hal ini dilakukan karena Indonesia banyak mengimpor produk non-tropical fruit dari Kanada. Oleh karena itu, KADIN berkomitmen membanjiri pasar Kanada dengan pisang Cavendish, manggis, dan berbagai buah tropis lainnya.
Devi Erna Rahmawati menekankan bahwa CEPA harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk menyeimbangkan perdagangan. Harapannya, setelah penandatanganan, intensitas business matching (B2B) dan pameran perdagangan (trade expo) antara kedua negara dapat ditingkatkan. Dengan adanya kerja sama yang lebih erat, peluang ekspor akan semakin terbuka.
Selain buah tropis, KADIN melihat peluang besar yang jarang disoroti: pupuk organik. Devi menyebut bahwa Indonesia memiliki bahan baku yang melimpah seperti rumput laut dan berpotensi menjadi produsen pupuk organik terbesar di dunia. Ini menjadi komoditas strategis yang akan difokuskan KADIN untuk diekspor.
Fokus utama KADIN di sektor pertanian juga mencakup peningkatan investasi, termasuk dari Kanada. Kebijakan pemerintah Indonesia untuk mencapai swasembada (seperti beras, jagung, dan target nol impor kedelai non-GMO tahun depan) akan sangat terbantu dengan masuknya investasi, terutama dalam bentuk transfer teknologi.
"Kita ingin sekali peningkatan produktivitas di pertanian di Indonesia. Kita tingkatkan intensifikasi lahan untuk bisa bersaing, untuk bisa ekspor ke Kanada," jelasnya. Intensifikasi lahan menjadi mendesak mengingat 70% lahan Indonesia sudah marginal akibat penggunaan pupuk kimia.
Dalam konteks ketahanan pangan, KADIN juga optimistis bahwa target produksi beras Indonesia yang meningkat tajam tahun depan membuka peluang ekspor beras spesial (organik, ketan) ke Papua Nugini dan Afrika, yang juga dapat diangkat sebagai portofolio ekspor agrikultur ke pasar global.
Strategi Ekspor yang Terarah
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, KADIN melakukan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah memperkuat hubungan antara petani dan pelaku usaha di sektor pertanian. Dengan memberikan pelatihan dan pendampingan, KADIN berharap para petani dapat meningkatkan kualitas hasil panen dan memenuhi standar ekspor yang ditetapkan oleh pasar internasional.
Selain itu, KADIN juga aktif dalam memfasilitasi kerja sama antara pelaku bisnis Indonesia dan Kanada. Melalui forum-forum bisnis, pameran dagang, serta kunjungan delegasi, KADIN berupaya memperluas jaringan perdagangan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra dagang yang andal.
KADIN juga menggandeng berbagai institusi dan organisasi pertanian untuk memperkuat kolaborasi. Dengan dukungan pemerintah dan swasta, KADIN yakin bahwa sektor pertanian Indonesia dapat berkembang pesat dan menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Potensi Pupuk Organik sebagai Komoditas Baru
Pupuk organik menjadi salah satu komoditas yang memiliki potensi besar untuk diekspor. Dengan bahan baku yang melimpah seperti rumput laut, Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi produsen pupuk organik terbesar di dunia. KADIN berencana untuk memperkenalkan produk ini secara lebih luas ke pasar internasional, terutama ke negara-negara yang mengedepankan pertanian berkelanjutan.
Pupuk organik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan tanah dan hasil pertanian. Dengan penggunaan pupuk organik, produktivitas lahan dapat meningkat, sehingga memperkuat daya saing sektor pertanian Indonesia di pasar global.
Meningkatkan Investasi di Sektor Pertanian
Investasi menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan sektor pertanian. KADIN berharap adanya investasi dari luar negeri, khususnya Kanada, dapat membantu mempercepat modernisasi pertanian di Indonesia. Investasi ini tidak hanya berupa modal, tetapi juga transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM.
Dengan adanya investasi yang cukup, sektor pertanian Indonesia dapat lebih efisien dan berkelanjutan. Hal ini akan berdampak positif pada ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi nasional.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meskipun ada tantangan, KADIN optimis bahwa sektor pertanian Indonesia dapat berkembang pesat. Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang kuat, Indonesia dapat memanfaatkan peluang ekspor yang besar, baik ke pasar Kanada maupun pasar internasional lainnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar