Kadin Rancang Kebijakan untuk Prabowo, Ini Isi Utamanya


aiotrade, JAKARTA — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan sebuah dokumen kebijakan yang disebut sebagai policy paper hasil Rapimnas II 2025 kepada Presiden Prabowo Subianto. Dokumen ini berisi rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.

Anindya Novyan Bakrie, Ketua Umum Kadin, menjelaskan bahwa rapimnas kali ini menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan yang akan menjadi kontribusi Kadin sebagai mitra strategis pemerintah. Tujuan utamanya adalah mempercepat laju pertumbuhan ekonomi inklusif sebesar 8%, menurunkan kemiskinan ekstrem, serta mewujudkan generasi emas pada tahun 2045.

Tema dan Rekomendasi Utama

Rapimnas dengan tema “Kadin Bergotong Royong Memperluas Lapangan Kerja untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Indonesia” menghasilkan beberapa catatan dan rekomendasi penting. Berikut adalah beberapa poin utama:

  1. Optimisme terhadap Kondisi Ekonomi
    Kadin optimistis bahwa kondisi ekonomi pada tahun 2026 dan seterusnya akan semakin baik. Hal ini didorong oleh berbagai program pemerintah yang telah dijalankan sejak awal tahun dan mulai menunjukkan dampak positif. Tahun depan, laju pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan mencapai lebih dari 5,5%. Dengan perbaikan-perbaikan yang dilakukan, program pemerintah akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan perluasan lapangan kerja.

  2. Penciptaan Lapangan Kerja
    Kadin memberikan perhatian besar terhadap penciptaan lapangan kerja. Dalam semangat Indonesia Incorporated, Kadin bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga keuangan untuk menciptakan peluang kerja. Berbagai program pemerintah telah memberikan dampak signifikan dalam perluasan lapangan kerja.

  3. Perluasan Investasi
    Untuk memperluas lapangan kerja, investasi di berbagai sektor perlu lebih dipermudah. Kadin menilai bahwa investasi di bidang pertanian, industri, energi, perdagangan dan jasa, ekonomi kreatif, pariwisata hingga Artificial Intelligence (AI) sangat penting. Kemenkeu telah menambah likuiditas sebesar Rp276 triliun, sedangkan kebijakan moneter Bank Indonesia sudah mulai longgar. Masalah saat ini ada di sisi permintaan, sehingga kemudahan investasi menjadi kunci.

  4. Debottlenecking dan Insentif
    Kadin mendukung upaya pemerintah melakukan debottlenecking semua hambatan investasi, memberikan insentif kepada pelaku usaha, meregulasi ulang perangkat hukum yang menghambat investasi, dan memangkas biaya tinggi yang menyebabkan tingginya ICOR. Selain itu, Kadin menyarankan pembentukan clearing house sengketa industri/lahan, tax holiday inklusif bagi PMDN menengah, kepastian AMDAL, serta peran pemerintah dalam industri strategis.

  5. Hilirisasi dan Industrialisasi
    Kadin mendukung langkah pemerintah mengakselerasi hilirisasi dan industrialisasi di berbagai bidang. Dalam jangka pendek, industri padat karya perlu lebih didorong sambil terus memperkuat industri dasar, barang modal, dan mendorong digitalisasi serta penggunaan AI.

  6. Peningkatan Produktivitas
    Produktivitas dapat meningkat melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan. Selain itu, pembentukan ethos kerja melalui pendidikan integritas juga penting untuk meningkatkan produktivitas.

  7. Inovasi dan Riset
    Kadin menyarankan pemberian insentif untuk riset dan pengembangan teknologi, serta redefinisi limbah untuk mendorong ekonomi sirkular. Sinergi antara BRIN dan pelaku industri perlu ditingkatkan. Program LPDP perlu diselaraskan dengan kebutuhan industri nasional, serta peningkatan kerja sama antara kampus dan dunia usaha.

  8. Peningkatan Perdagangan
    Kadin mendukung penguatan trade remedies, perbaikan tata kelola impor, dan simplifikasi izin ekspor-impor. Pendampingan UMKM dalam memanfaatkan FTA, reformulasi Tol Laut menjadi hub & spoke yang efisien, serta diplomasi dagang ofensif-defensif dengan partisipasi Kadin juga diperlukan. Selain itu, kampanye Bangga Buatan Indonesia perlu digelar secara besar-besaran.

  9. Penggerak UMKM
    UMKM memiliki peran penting dalam ekonomi, karena menyerap 98% tenaga kerja dan berkontribusi 60% terhadap PDB. Oleh karena itu, UMKM perlu diberikan insentif dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan.

  10. Pembangunan Berkelanjutan
    Kadin mendukung pembangunan berkelanjutan dengan ikut dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), proyek hydro energy, geothermal, solar panel, dan pembangkit tenaga air. Selain itu, Kadin juga terlibat dalam proyek reduce, recycle, reuse, replant, dan replace (5R).

  11. Bantuan Anak-Anak di Daerah
    Kadin juga berkontribusi dalam membantu anak-anak di daerah yang harus melewati sungai dan kali dengan membangun jembatan dana dari program CSR. Diperkirakan ada sekitar 300.000 jembatan yang perlu dibangun dengan biaya antara Rp200 juta hingga Rp800 juta per jembatan.

"Policy paper yang berasal dari masukan anggota Kadin sedang disusun dan akan kami serahkan kepada Presiden," ujarnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan