Kadin: SPPG Jadi Pasar Baru, 85 Persen Pasokan Datang dari Petani Sekitar


Pengembangan ekonomi di tingkat desa terus menunjukkan perkembangan yang signifikan, khususnya melalui inisiatif pemerintah seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Peternakan, Cecep Muhammad Wahyudin, menyatakan bahwa MBG memberikan dampak positif yang luar biasa terhadap pergerakan ekonomi di daerah pedesaan. Selain itu, program ini juga membuka peluang pasar baru yang besar, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor peternakan dan pertanian.

Dari sebaran SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di seluruh Indonesia hingga tingkat pedesaan, MBG itu menggerakkan ekonomi desa dengan luar biasa, ujar Cecep dalam sebuah wawancara, Jumat (12/12/2025).

Menurut Cecep, program MBG menciptakan captive market atau pasar eksklusif yang pasti bagi produsen lokal. Berdasarkan simulasi perhitungan, ia menjelaskan satu SPPG yang melayani rata-rata 4.000 orang per hari dengan estimasi belanja per porsi Rp 9.000 memiliki perputaran uang harian sekitar Rp 36 juta.

Ini captive market untuk masyarakat. Tentu kita tidak bisa memenuhi semua ini dari kota. Kita pasti membeli melalui pemasok di sekitar SPPG, jelasnya.

Dampak Positif pada Sektor Pertanian dan Peternakan

Sektor pertanian disebut sebagai sektor yang paling merasakan dampak positif dengan pertumbuhan signifikan. Sementara untuk sektor peternakan, Kadin Indonesia tengah mengambil langkah strategis.

Hari ini yang paling dibutuhkan adalah telur dan ayam. Diharapkan peternak rakyat atau peternak mandiri kembali bangkit, kata Cecep.

Kadin Indonesia bersama Kementerian Pertanian serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah tengah bekerja sama mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih untuk masuk ke industri peternakan, khususnya ayam petelur dan pedaging.

Ini kesempatan yang bisa diambil bukan hanya oleh Kopdes Merah Putih, tapi juga UMKM atau generasi muda yang tertarik di industri ini, tambah Cecep.

Capaian MBG dalam Satu Tahun

Presiden Prabowo Subianto menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menunjukkan capaian signifikan dalam satu tahun pelaksanaan, dengan jumlah penerima manfaat yang disebut telah mencapai 49 juta orang per hari.

"Ada profesor-profesor, ada orang-orang pintar yang mengatakan dalam siaran-siaran mereka MBG pasti gagal. Saudara-saudara, hari ini sudah 49 juta makanan tiap hari, mulut 49 juta penerima manfaat tiap hari," kata Prabowo dalam pidatonya pada puncak HUT Ke-61 Partai Golkar di Jakarta, Jumat.

Prabowo menyampaikan bahwa selama setahun memimpin pemerintahan, ia melihat hasil nyata yang telah diberikan kepada masyarakat melalui berbagai program, termasuk MBG.

Menurut Presiden, realisasi penyediaan 49 juta porsi makanan setiap hari tersebut sama seperti memberi makan kepada lebih dari tujuh kali lipat jumlah penduduk Singapura.

Operasi Logistik Besar di Dunia

Presiden menilai capaian tersebut menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menjangkau berbagai wilayah, termasuk wilayah pelosok dan terpencil di Indonesia untuk mendistribusikan MBG. Ia menyebut hal itu sebagai operasi logistik berskala besar yang dapat disejajarkan dengan negara lain.

"Ini bukan kegiatan main-main, ini bukan kegiatan yang gampang, ini prestasi logistik mungkin terbesar di dunia selama beberapa tahun ini," ujarnya.

Prabowo lalu membandingkan program serupa di Brasil yang membutuhkan waktu 11 tahun untuk mencapai sekitar 40 juta penerima manfaat.

"Brasil berhasil mencapai 40 juta penerima manfaat dalam 11 tahun, kita mencapai dalam 12 bulan, tidak sampai, 49 juta," katanya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan