Kadisdik Jatim minta konflik yayasan SMK Turen Malang tidak ganggu KBM

MALANG, nurulamin.pro - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai angkat bicara terkait dinamika yang terjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Aries menegaskan akan turun tangan dalam dinamika itu, untuk memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar di SMK Turen tersebut.

"Saat ini kami, melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang telah melakukan monitoring intensif, pendampingan langsung ke sekolah, serta koordinasi lintas sektor, termasuk dengan aparat keamanan," kata Aries melalui pesan singkat, Senin (11/1/2025).

Ia berpesan kepada seluruh pihak yang berada dalam pusaran konflik itu, agar memprioritaskan kepentingan peserta didik.

Khususnya kepada pengurus yayasan yang sedang berkonflik, Aries meminta untuk menahan diri dan melakukan aktivitas yang dapat mengganggu rasa aman, psikologis, maupun konsentrasi belajar siswa dan guru.

“Yang paling utama adalah memastikan siswa tetap bisa belajar dengan aman, tenang, dan bermartabat. Pendidikan tidak boleh menjadi korban dari konflik apa pun,” tuturnya.

Sementara berkaitan dengan dualisme yayasan, ia berharap pihak-pihak yang terlibat menempuh sekaligus menghormati mekanisme sesuai peraturan perundang-undangan.

"Kami meminta semua pihak menyerahkan sepenuhnya kepada proses yang sedang berlangsung, dan tidak mengambil langkah sepihak," ujarnya.

“Mari kita jaga marwah pendidikan. Anak-anak kita berhak mendapatkan masa depan yang lebih baik tanpa harus dibebani konflik organisasi yang tidak semestinya terjadi di lingkungan sekolah,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, pada Minggu (28/1/2026) dini hari lalu, sebuah truk menabrak pintu gerbang sekolah. Insiden itu disebut-sebut puncak dari sebuah konflik dari adanya dualisme yayasan, yang sama-sama mengklaim kepemilikan atas SMK Turen.

Kedua yayasan itu yakni Yayasan Pendidikan Teknologi Turen (YPTT) dan Yayasan Pendidikan Teknologi Waskito Turen (YPTWT).

Dampak dari adanya konflik ini, proses belajar mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Turen kembali diliburkan sejak hari ini, Kamis (8/1/2026) hingga waktu tidak ditentukan.

Padahal, proses belajar mengajar tatap muka di sekolah itu baru efektif selama 3 hari, pasca libur semester ganjil dan natal dan tahun baru, beberapa waktu lalu.

Tampak SMK Turen sunyi pada Kamis (8/1/2026). Hanya terlihat guru-guru beraktifitas mengerjakan pekerjaan administrasi.

Humas SMK Turen, Nur Afidah, ST membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya pada Minggu (28/1/2026) dini hari lalu datang mobil truk menabrak dan memaksa masuk ke area sekolah, disusul kemudian masuk beberapa orang yang menduduki ruang yayasan.

“Mereka menduduki ruang yayasan itu sampai saat ini. Kami pun tidak mengenal siapa mereka,” ungkapnya saat ditemui, Kamis.

Alhasil, untuk menjaga psikologi siswa, sekolah memutuskan proses belajar mengajar diliburkan untuk sementara waktu.

"Tepatnya proses belajar dilakukan secara daring," ungkapnya saat ditemui, Kamis.

Nur Afidah menduga, hal itu merupakan buntut dari adanya konflik dualisme yayasan, yang sama-sama mengklaim kepemilikan atas SMK Turen.

“Kami menyayangkan peristiwa ini. Kami berharap konflik ini segera berakhir agar proses belajar mengajar kembali normal. Kalaupun tidak, setidaknya jangan sampai mengganggu proses belajar mengajar di sekolah ini,” tuturnya.

Pihaknya selaku pengelola lembaga mengaku telah mengadu ke Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang, untuk membantu mencarikan solusi.

"Intinya kami berharap, konflik apapun yang terjadi di internal yayasan tidak mengganggu proses belajar mengajar," ujarnya.

SMK Turen, saat ini memiliki anak didik sebanyak 1600 siswa lebih, dengan jumlah jurusan sebanyak 6 jurusan, meliputi Teknik Permesinan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Sepeda Motor, Teknik Pengelasan, Teknik Kendaraan Ringan, dan Teknik Perangkat Lunak.

“Status akreditasi kami A,” pungkasnya.

Sementara itu, Satreskrim Polres Malang saat ini tengah menangani dugaan pengrusakan fasilitas sekolah, atas adanya insiden truk menabrak gerbang SMK Turen, pada Minggu (28/1/2025) lalu.

Laporan itu sebelumnya dibuat oleh Yayasan Pendidikan Teknologi Waskito Turen (YPTWT), selaku yayasan yang menaungi SMK Turen.

YPTWT menduga truk yang menabrak pagar sekolah tersebut, sengaja dilakukan oleh pihak lawannya, yayasan yang juga merasa memiliki hak atas SMK Turen, yakni Yayasan Pendidikan Teknologi Turen (YPTT).

KBO Satreskrim Polres Malang, Ipda Dicka Ermantara mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan memeriksa sebanyak 5 orang atas kejadian tersebut.

"Kami sudah cek tempat kejadian perkara (TKP). Ada 5 saksi yang kami periksa. Semuanya satpam yang mengetahui pada saat adanya truk menabrak pagar tersebut," ungkapnya, Senin (12/1/2026).

Namun, Dicka menyebut akan berhati-hati untuk menangani perkara ini. Sebab, pelakunya diduga adalah seorang yang juga mengklaim memiliki hak atas yayasan yang menaungi sekolah tersebut.

"Jadi intinya kami juga masih berkoordinasi dengan pihak-pihak lain, seperti pemerintah daerah dan Muspika, untuk menentukan langkah terbaik dalam menangani perkara ini," bebernya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan