Kaleidoskop Akhir Tahun 2025: Penjelasan Wali Kota Bogor Dedie A Rachim

Kaleidoskop Akhir Tahun 2025: Penjelasan Wali Kota Bogor Dedie A Rachim

Pemkot Bogor Gelar Kaleidoskop Akhir Tahun untuk Evaluasi Kinerja dan Pembangunan

Pemerintah Kota Bogor menutup tahun 2025 dengan menggelar acara Kaleidoskop Akhir Tahun yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor. Acara ini berlangsung di kawasan Takeshi Mutiara Bogor Raya, Jalan Regional Ring Road (R3) Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, pada Senin (29/12/2025). Acara ini dihadiri oleh para insan media dan menjadi momen penting dalam menyampaikan capaian kinerja pemerintahan sepanjang tahun lalu.

Kegiatan tersebut bertujuan sebagai sarana keterbukaan informasi publik, di mana Pemkot Bogor memaparkan berbagai pencapaian kinerja pemerintahan, pelayanan publik, serta progres pembangunan daerah sepanjang tahun 2025. Hal ini dilakukan untuk memberikan transparansi kepada masyarakat dan memastikan bahwa semua kebijakan yang diambil sesuai dengan harapan dan kebutuhan warga.

Rangkaian acara dimulai dengan aksi penanaman pohon bersama di ujung Jalan R3 Katulampa. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen Pemkot Bogor dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menegaskan isu lingkungan sebagai salah satu fokus utama pembangunan kota. Penanaman pohon ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem perkotaan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di wilayah Bogor.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa sejak awal kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin, perhatian utama diarahkan pada keberlanjutan transportasi publik. Melalui koordinasi intensif dengan perangkat daerah, DPRD, dan berbagai pemangku kepentingan, layanan transportasi massal Biskita akhirnya dapat beroperasi dan melayani masyarakat. Ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mobilitas penduduk dan mengurangi kemacetan di kota.

Selain itu, Dedie Rachim juga menegaskan kesiapan Kota Bogor sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Untuk mendukung agenda tersebut, Pemkot Bogor melakukan rehabilitasi dan revitalisasi GOR Pajajaran sebagai fasilitas olahraga utama. Menurutnya, pembangunan infrastruktur olahraga tidak hanya bertujuan mengejar prestasi, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Fasilitas yang baik harus sejalan dengan prestasi. Ini merupakan bagian dari upaya kami membangun kualitas masyarakat Kota Bogor,” ujarnya.

Dari sisi keuangan daerah, hingga 19 Desember 2025, realisasi pendapatan Kota Bogor tercatat mencapai 92,43 persen, sementara realisasi belanja berada di angka 93,15 persen. Capaian ini menunjukkan pengelolaan anggaran yang berjalan cukup optimal. Selain itu, indikator pembangunan manusia juga menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bogor naik menjadi 79,75, melampaui rata-rata nasional dan Provinsi Jawa Barat. Sementara itu, Upah Minimum Kota (UMK) Bogor tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp5.437.203, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Jawa Barat.

Pada sektor lingkungan, Pemkot Bogor terus mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan melalui kerja sama pengelolaan TPAS Galuga bersama Pemerintah Kabupaten Bogor. Kolaborasi ini menjadi langkah awal menuju pengembangan teknologi Waste to Energy dengan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Menutup pemaparannya, Dedie Rachim menekankan pentingnya keselarasan antara program nasional dan kebijakan daerah. Sejumlah agenda strategis pun disiapkan, mulai dari penyediaan lahan untuk Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di Rancamaya, penguatan Koperasi Merah Putih, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, hingga dukungan terhadap berbagai program prioritas nasional lainnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan