
Penguatan Pencegahan Radikalisme di Kalimantan Selatan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya pencegahan radikalisme, ekstremisme, dan potensi pendanaan terorisme melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan dialog strategis. Kegiatan ini dilakukan bersama organisasi kemasyarakatan (Ormas), aparat penegak hukum, serta pemangku kepentingan lainnya. Acara digelar di salah satu hotel di Banjarbaru pada Jumat, 12 Desember 2025.
Kepala Badan Kesbangpol Kalsel, Drs. H. Heriansyah, menekankan bahwa pencegahan ancaman radikalisme tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menjelaskan bahwa tanggung jawab ini tidak hanya menjadi tugas aparat keamanan atau instansi pemerintah, tetapi juga harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya Ormas yang menjadi garda terdepan dalam pembinaan masyarakat.
Acara ini dihadiri oleh beberapa lembaga seperti Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Kalsel, Satgaswil Densus 88 AT Polri, Kejaksaan Tinggi Kalsel, serta pimpinan Ormas dari berbagai daerah. Heriansyah menyampaikan bahwa Ormas memiliki peran strategis sekaligus risiko jika tidak dikelola dengan baik.
“Ormas berperan penting dalam menjaga solidaritas sosial dan memperkuat persatuan. Namun, mereka juga berpotensi dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan yang bertentangan dengan nasional, termasuk radikalisme dan pendanaan terorisme,” jelasnya.
Ia memberikan tiga pesan utama kepada seluruh Ormas. Pertama, menjadi teladan nilai kebangsaan. Kedua, menerapkan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Ketiga, meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyalahgunaan organisasi.
“Apabila terdapat indikasi penyebaran paham radikal atau kegiatan mencurigakan, segera laporkan kepada pemerintah daerah atau aparat terkait,” tegasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Tinggi Kalsel dan Densus 88 Polda Kalsel. Mereka memberikan pemahaman hukum serta mekanisme pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan Ormas.
Peran Ormas dalam Mencegah Radikalisme
Ormas memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan menjaga persatuan bangsa. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, Ormas juga bisa menjadi sarana bagi kelompok-kelompok yang ingin merusak stabilitas negara. Oleh karena itu, pemerintah dan aparat penegak hukum terus melakukan sosialisasi dan dialog untuk memastikan Ormas tetap berjalan sesuai dengan tujuan awalnya.
Beberapa langkah yang diambil antara lain: * Sosialisasi tentang bahaya radikalisme dan ekstremisme. * Penguatan tata kelola organisasi agar lebih transparan dan akuntabel. * Peningkatan kewaspadaan dini terhadap kegiatan yang mencurigakan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, diharapkan radikalisme dapat dicegah sejak dini. Ormas diharapkan menjadi mitra yang aktif dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.
Upaya Bersama untuk Keamanan Nasional
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk mencegah ancaman radikalisme dan ekstremisme. Dengan melibatkan Ormas sebagai mitra utama, pemerintah berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman dan damai bagi seluruh masyarakat.
Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain: * Dialog strategis dengan Ormas dan aparat penegak hukum. * Sosialisasi tentang pencegahan radikalisme dan ekstremisme. * Pelatihan dan penguatan kapasitas Ormas dalam menghadapi ancaman tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar