Kasus DBD Melonjak, Sako Gelar Fogging Gratis untuk Warga

Penyemprotan Fogging di Kecamatan Sako sebagai Upaya Pencegahan DBD

Kecamatan Sako kini mulai melakukan penyemprotan fogging di wilayah permukiman warga sebagai langkah pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Tindakan ini dilakukan setelah adanya laporan meningkatnya kasus DBD di sejumlah kecamatan di Kota Palembang. Penyemprotan fogging dilakukan atas arahan langsung dari Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, yang menunjukkan respons cepat terhadap keluhan masyarakat.

Langkah Pencegahan yang Dilakukan

Penyemprotan fogging dilakukan oleh tim fogging kecamatan dan telah dilaporkan melalui unggahan akun Instagram @oypalembang. Dalam unggahan tersebut, warga menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah kecamatan yang langsung bergerak menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait ancaman DBD. Selain itu, dalam keterangan unggahan tersebut juga ditegaskan bahwa kegiatan fogging dilakukan secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Pesan yang disampaikan dalam unggahan tersebut antara lain:

"Terimo kasih pak wali dan Tim Fogging Kec. Sako yang sudah gerak cepat respon keluhan warga. Rencananyo seluruh kecamatan akan di foogging mencegah DBD. Ini gratis ye tanpa biaya, Men ado pungli videoke dan lapor. Komenlah atau boleh kontak camat wilayah kamu untuk di fooging."

Awal Mula Laporan Warga

Sebelum tindakan penyemprotan fogging dilakukan, langkah ini bermula dari laporan warga Kecamatan Kemuning, tepatnya di kawasan Villa Sosial 1. Laporan ini disampaikan melalui akun Instagram @oypalembang pada Rabu (31/12/2025). Dalam laporannya, warga menyebut sedikitnya tiga orang telah terjangkit DBD hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

"Assalamualaikum wr wb. Selamat sore kak min. Maaf kak min, minta tolong disampaikan ke dinas terkait masalah DBD. Tempat kami di Villa Sosial 1 sudah ada tiga orang yang kena DBD. Awal bulan Desember 2025 anak saya masuk rumah sakit karena DBD, awal minggu ini sudah dua orang lagi tetangga yang masuk RS karena DBD," tulis warga tersebut.

Selain melaporkan jumlah korban, warga juga meminta adanya langkah pencegahan secara menyeluruh dari dinas terkait, baik melalui sosialisasi maupun tindakan langsung di lapangan.

"Mungkin bisa sosialisasi guna pencegahan dan antisipasi DBD, dapat juga dilakukan fogging. Lokasi perumahan kami persis di samping dam kak min. Terima kasih kak min," lanjutnya.

Respons Cepat dari Wali Kota Palembang

Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Palembang Ratu Dewa langsung merespons dengan memerintahkan pelaksanaan penyemprotan fogging sebagai langkah antisipasi penyebaran DBD. Dalam kolom komentar unggahan tersebut, Ratu Dewa menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palembang akan segera mengambil tindakan.

"Ok min sgra kito peribtahke gerakan penyemprrotan fogiing di seluruh kecamatan," balas Ratu Dewa.

Reaksi Positif dari Warganet

Postingan tersebut pun mendapat beragam reaksi dari warganet. Mereka mengacungi jempol kepada Ratu Dewa yang gerak cepat menanggapi laporan warganya.

"Setujuu min, fogging serentakelah pak wali"

"Masyaallah.. Fast respon, sehat selalu Bpk @ratudewa"

"Baru kali ini jingok walikota yang CARE DAN PEDULI serba sat set sat set denger keluhan dan langsung terjun ke lapangan ,, sehat sehat yo pak @ratudewa"

"Diinfo jugo min, kiro2 brapo biayanyo man harus bayar, biar jangan sampe ado pungli.. krna warga rela bayar yg cak ini tapi harus jelas"

"@ratudewa samo tempat kami jugo karna ulah tangan warga kami dewek buang sampah sembarangan jadi datang lah wabah penyakit"

"Langsung gercep nian pak wali Kito nih"

Tindakan penyemprotan fogging ini menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah daerah dapat merespons dengan cepat terhadap keluhan masyarakat. Hal ini juga menunjukkan pentingnya partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan