
Kebocoran Data dan Pencurian Elektronik di Kantor Pemerintah Minut
Kasus pencurian barang elektronik kembali terjadi di lingkup pemerintahan Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Dua instansi utama, yaitu Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DPPKB), dilaporkan menjadi sasaran aksi pencurian. Kejadian ini memicu kekhawatiran terhadap keamanan fasilitas pemerintah daerah.
Penyelidikan dan Tindakan Awal
Menurut informasi yang diperoleh, setelah menerima laporan dari petugas piket SPKT dan Unit Inafis Polres Minut, petugas langsung melakukan olah TKP di kedua lokasi tersebut. Namun, hingga saat ini hasil penyelidikan masih dalam proses penyelesaian.
“Petugas dari Unit Inafis telah melakukan olah TKP di dua kantor tersebut dan untuk hasilnya masih dalam proses penyelidikan,” kata Kasi Humas Ipda Iskandar Mokoagow melalui pernyataannya.
Perubahan Keamanan di Kompleks Perkantoran Bupati
Di tempat terpisah, pihak Dispora dan DPPKB Minut mengingatkan pentingnya meningkatkan pengamanan di kompleks perkantoran Bupati Minut. Saat ini, tidak ada lagi anggota Satpol PP yang berjaga di sekitar area tersebut. Sebelumnya, mereka sempat bertugas, namun kini sudah tidak aktif.
Kadispora Minut Ruben Lengkong menyampaikan bahwa pihaknya meminta agar keamanan kembali ditempatkan di seluruh kantor perangkat daerah. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Selain itu, pihak DPPKB juga berencana memasang kamera pengawas atau CCTV di area-area kritis. Pengamanan di kantor-kantor yang berada di kompleks perkantoran Bupati Minut terpantau di gedung utama bagian depan dan sayap kiri. Selain itu, terdapat dua pos penjagaan di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minut.
Kejadian Pencurian di DPPKB Minut
Kejadian pencurian di kantor DPPKB Minut diketahui pertama kali oleh seorang pegawai administrasi pada pagi hari. Menurut Plt Kepala DPPKB Minut dr Stella Safitri, kejadian ini terjadi dua kali. Pertama pada tanggal 18 November 2025 dan kedua pada tanggal 1 Desember 2025.
Barang yang hilang mencakup 2 unit PC dan 5 unit printer yang tersimpan di ruang Bidang KB dan KS, Bidang KSPK, Bidang Dalduk, serta ruang Bidang Keuangan serta dalam lemari. “Tidak ada tanda kerusakan, aksi mereka (para pelaku) terbilang rapi,” jelas dr Stella Safitri.
Kejadian di Kantor Dispora Minut
Sementara itu, kejadian di kantor Dispora Minut diketahui pertama kali oleh seorang cleaning service pada pukul 05.30 WITA. Kemudian dilaporkan ke Kadispora Ruben Lengkong. Barang elektronik yang dicuri, yakni 2 unit PC di ruang sekretariat dan 1 unit PC di lantai 2 ruang Bidang Kepemudaan.
“Petugas cleaning service melihat awal di ruang sekretariat lalu melihat ke lantai 2,” jelas Kadispora Minut Ruben Lengkong.
Dampak Kerugian Materil dan Data
Dengan kejadian ini, baik Dispora dan DPPKB Minut mengalami kerugian materil berupa data-data penting yang ada di dalam laptop. Selain itu, kerugian materil mencapai puluhan juta rupiah.
Atas kejadian ini, pihak Unit Inafis Polres Minut telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kantor DP2KB dan Kantor Dispora Minut.
Riwayat Kejahatan di Area Pemerintah
Beberapa bulan lalu, sebuah PC milik SDM PKH yang berkantor di Dinas Sosial, Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, juga lebih dulu dicuri maling. Selain itu, Sekretariat DPRD (Setwan) Minut dua kali kena rampok.
Kabag Hukum Setwan Dolly Kenap menyebut, peristiwa curanik pertama terjadi pada tanggal 8 November 2024. Dan kejadian kedua terjadi pada tanggal 8 atau 9 November 2025, dan di laporkan ke Polres Minut. “Untuk kejadian tanggal 10 November 2025, yang dicuri 5 unit komputer dan 1 printer. Lalu kejadian tahun lalu 2 unit PC dan 1 printer,” kata Kabag Hukum Setwan Minut Dolli Kenap kepada Tribun Manado, Selasa (2/11/2025).
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar