Keberanian Alwi Farhan Menghadapi SEA Games 2025 Setelah Bermain Lawan Bintang Dunia

Alwi Farhan, Pemain Tunggal Putra Indonesia yang Siap Hadapi SEA Games 2025

Alwi Farhan, pemain tunggal putra Indonesia yang memiliki pengalaman bermain dalam berbagai turnamen BWF World Tour, kini tengah bersiap menghadapi ajang SEA Games 2025 di Thailand. Sebagai salah satu pemain paling berpengalaman di sektor tunggal, Alwi diharapkan menjadi andalan bagi tim Indonesia dalam kompetisi beregu.

Alwi tidak sendirian dalam tugas ini. Ia akan berpasangan dengan tiga rekan lainnya, yaitu Moh Zaki Ubaidillah, Yohanes Saut Marcellyno, dan Prahdiska Bagas Shujiwo. Kombinasi ini diharapkan mampu memberikan hasil maksimal dalam pertandingan yang akan berlangsung tahun depan.

Pada edisi terakhir SEA Games 2023, tunggal putra Indonesia mencatatkan prestasi yang membanggakan. Di nomor individu, tercipta All Indonesian Final antara Chico Aura Dwi Wardoyo dan Christian Adinata. Namun, situasi pada SEA Games 2025 akan berbeda. Negara-negara pesaing seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura akan menurunkan pemain inti mereka, termasuk juara dunia di sektor tunggal.

Thailand, sebagai tuan rumah, diperkuat oleh Kunlavut Vitidsarn, yang menjadi favorit kuat untuk meraih medali emas. Sementara itu, Singapura mengandalkan Loh Kean Yew. Dengan persaingan yang lebih ketat, Alwi mengakui bahwa ia harus tetap tenang dan fokus baik dalam pertandingan beregu maupun individu.

Pengalaman Alwi dalam menghadapi pemain-pemain top dunia seperti Viktor Axelsen dan Anders Antonsen dari Denmark membantunya mempersiapkan diri secara optimal. Bahkan, ia pernah bertemu dengan Kunlavut Vitidsarn (Thailand) dan Chou Tien Chen (Taiwan) dalam beberapa kesempatan.

Salah satu pertemuan yang menarik adalah saat Alwi menghadapi Axelsen di German Open 2025. Meski kalah dengan skor 13-21, 18-21 pada babak 16 besar, ia tetap percaya diri dan belajar dari setiap pertandingan. Alwi juga dua kali menghadapi Antonsen dan Chou Tien Chen tahun ini, sementara Vitidsarn sudah tiga kali.

Meskipun kalah dalam beberapa pertemuan melawan pemain-pemain top dunia, Alwi tidak menyerah. Ia bahkan pernah mengalahkan Antonsen pada pertemuan di Sudirman Cup dengan skor 21-17, 15-21, 21-17 saat Indonesia melawan Denmark pada fase grup. Namun, Antonsen membalas di Indonesia Open 2025 dengan kemenangan rubber game 16-21, 21-18, 14-21.

Dari semua pengalaman tersebut, Alwi menyadari bahwa ia memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi SEA Games 2025. Ia menjelaskan bahwa pengalaman melawan pemain-pemain terbaik dunia memberinya motivasi tambahan.

"Saya akan membawa pengalaman dan antusiasme bermain pada ajang beregu di SEA Games," ujarnya. "Setidaknya ada modal antusiasme. Apalagi, Malaysia dan Thailand full team. Yang terpenting, kami harus percaya diri dengan kemampuan masing-masing, tidak perlu takut. Jangan menempatkan diri kita di bawah mereka."

Namun, Alwi juga mengakui bahwa penampilannya dalam beberapa turnamen terakhir belum optimal. Ia gagal mengeluarkan performa terbaiknya di Kumamoto Masters dan kandas di perempat final Australian Open. Untuk mengatasi hal ini, Alwi berkomitmen untuk segera melupakan hasil minor sebelumnya dan fokus pada persiapan untuk SEA Games.

"Pasti saya diskusi dengan orang-orang dekat, kalau dipendam sendiri bisa stres," kata Alwi. "Saya sharing dengan orang-orang sekitar, seperti pelatih, orangtua, dan psikolog. Mereka adalah orang-orang yang tahu apa yang saya lalui."

Alwi juga mengungkapkan bahwa ia mendapatkan dukungan moril dari psikolog. Kalimat yang diberikan oleh psikolog tersebut memberinya ketenangan dan motivasi.

"Kalimat tersebut yaitu bahwa saya mendapat pengalaman yang belum pernah dirasakan dan itu akan sangat berguna bagi perjalanan berikutnya," tuturnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan