Kebiasaan Kecil yang Merusak Ginjal Sulistia, Kisah Remaja 14 Tahun

Kebiasaan yang Dianggap Sepele Berdampak Serius pada Kesehatan

Seorang remaja berusia 14 tahun bernama Sulistia, yang akrab dipanggil Sulis, mengalami gagal ginjal stadium 5 akibat kebiasaan yang dianggap sepele. Penyakit ini dimulai dari kebiasaannya mengonsumsi minuman berwarna dan makanan cepat saji. Cerita Sulis viral di TikTok dengan lebih dari 1,9 juta penonton dan 86.500 suka.

Penyebab Utama: Minum Minuman Berwarna dan Makanan Cepat Saji

Sulis mengungkapkan bahwa penyebab utamanya adalah kebiasaan minum minuman manis berwarna dan makanan cepat saji. Dokter bilang penyebabnya karena minuman berwarna, ujarnya. Ia mengakui bahwa selama ini lebih suka minum minuman manis daripada air putih. Kebiasaan tersebut, yang dianggap remeh, ternyata memberikan dampak buruk bagi ginjalnya.

Selain itu, makanan cepat saji yang mengandung garam tinggi juga memperburuk kondisinya. Dokter bilang meskipun bisa makan dan minum seperti itu, yang terpenting adalah memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan air putih dua liter sehari, jelas Sulis, mengutip anjuran dari dokter.

Gejala Gagal Ginjal yang Dialami

Gejala pertama yang dialami Sulistia adalah bengkak, mual, muntah, dan sesak napas. Gejala sakitnya itu aku ada bengkak seluruh badan, mual muntah sama sesak napas, kata Sulis. Meski sudah berulang kali ke klinik, gejala tersebut salah didiagnosis. Klinik pertama menyebutnya sebagai asam lambung, sementara yang lain menyangka itu flek paru.

Namun, sebelum obat diberikan, Sulis sudah tak tahan lagi dan akhirnya pingsan. Ia dibawa ke IGD, di mana dokter akhirnya mengungkapkan bahwa ia sudah berada di tahap gagal ginjal stadium 5.

Perubahan Hidup yang Drastis

Sejak diagnosis tersebut, hidup Sulis berubah drastis. Ia kini harus menjalani cuci darah rutin dua hingga tiga kali seminggu. Pantangannya hanya buah-buahan yang berkalium tinggi, dan minum sehari hanya 600 mililiter, termasuk kuah dari makanan, ujarnya. Salah satu tantangan terbesar adalah menjaga konsumsi cairan.

Sulis mengatasi rasa haus dengan berdiam di kamar ber-AC atau mengunyah es batu untuk menghindari dehidrasi. Aktivitasnya juga jadi terbatas karena harus ke rumah sakit untuk kontrol dokter dan menjalani perawatan.

Dukungan Keluarga dan Mental yang Kuat

Dukungan dari keluarga, terutama ibunya, menjadi faktor utama bagi Sulis untuk tetap bertahan. Yang pertama dari dukungan keluarga yang selalu mendampingi saya, terutama mamah saya, ungkapnya. Selain itu, Sulis berusaha menjaga mentalnya dengan tetap berpikiran positif dan mencari kebahagiaan meski harus menghadapi kenyataan hidup yang berat.

Kunci sehat itu selalu happy, tutupnya.

Penyebab Gagal Ginjal pada Remaja dan Pencegahannya Menurut Dokter

Dr. I Gusti Ngurah Adhiartha, Sp.PD-KEMD, FINASIM, menjelaskan bahwa banyak faktor yang menyebabkan gagal ginjal pada remaja, salah satunya adalah kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji dan minuman manis. Gula yang tinggi pasti merusak ginjal. Awalnya bisa menyebabkan bocoran dari ginjal, akhirnya ginjalnya rusak, jelas dokter yang berpraktik di Siloam Hospitals TB Simatupang ini.

Ia juga menyoroti bahaya dari konsumsi garam yang tinggi pada makanan cepat saji dan dampaknya terhadap ginjal. Jika anak-anak terlalu sering mengonsumsi makanan manis dan tinggi garam, risiko kerusakan ginjal sangat tinggi, tambahnya.

Adhiartha mengingatkan pentingnya mengubah pola makan dan gaya hidup untuk mencegah gagal ginjal. Kurangi konsumsi makanan cepat saji, lebih baik makan makanan yang dimasak di rumah, dan hindari teh manis yang tidak jelas kandungannya, ujarnya. Selain itu, ia menekankan perlunya pemeriksaan medis rutin, terutama bagi mereka yang memiliki kebiasaan buruk dalam pola makan dan minum.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan