Ringkasan Berita:
- Indro menyayangkan laporan polisi terhadap Pandji Pragiwaksono terkait materi stand-up comedy Mens Rea
- Indro mengenang bahwa di masa Warkop DKI, mereka tidak pernah dilaporkan ke polisi
- Indro menilai benturan antarsesama rakyat jauh lebih berbahaya dan mengingatkan pentingnya memahami hukum secara matang serta menjaga persatuan bangsa
nurulamin.pro Komedian sekaligus aktor legendaris Indro Warkop menyampaikan keprihatinannya atas laporan polisi yang menjerat Pandji Pragiwaksono.
Pandji diketahui dilaporkan terkait materi spesial show stand-up comedy bertajuk Mens Rea, yang belakangan memicu polemik dan perdebatan publik.
Bagi Indro, pelaporan terhadap karya seni dan ekspresi pendapat semacam ini bukan hanya persoalan hukum semata, tetapi juga menyentuh cara berpikir masyarakat dalam menyikapi perbedaan pandangan.
Ia pun membandingkan situasi saat ini dengan pengalaman panjangnya bersama Warkop DKI di masa lalu.
Kenangan Era Warkop: Tak Pernah Dilaporkan Polisi
Indro mengenang bahwa selama aktif berkarya bersama Warkop, mereka tak pernah sekalipun dilaporkan oleh masyarakat atau pihak tertentu ke kepolisian.
Bahkan ketika karya mereka dianggap sensitif di era Orde Baru, respons yang diterima justru datang langsung dari pemerintah.
“Dilaporkan enggak pernah, tapi kita ditegur oleh pemerintah," kata Indro saat ditemui di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Menurutnya, perbedaan besar terlihat jelas antara masa lalu dan kondisi sekarang. Dahulu, kritik dan kontrol datang dari penguasa. Kini, yang terjadi justru gesekan horizontal antarwarga.
“Ini Sebuah Kemunduran Cara Berpikir”
Indro tak menutupi rasa kecewanya atas pelaporan tersebut. Ia menilai langkah membawa persoalan ke ranah hukum mencerminkan logika yang keliru dan menjadi tanda kemunduran dalam cara menyikapi perbedaan pendapat.
“Ya, disayangkan ini sebuah kemunduran cara berpikir. Logika saja salah. Kalau memang tidak terjadi, ngapain harus ada penolakan,” lanjutnya.
Bagi Indro, perbedaan tafsir atau ketidaksetujuan seharusnya tidak langsung berujung pada pelaporan hukum, apalagi terhadap karya yang bersifat ekspresi dan satire.
Benturan Rakyat dengan Rakyat
Lebih jauh, Indro menyoroti fenomena yang menurutnya lebih berbahaya: benturan antarsesama warga.
Ia membandingkan kondisi saat ini dengan masa lalu, ketika kekuasaan berada jelas di tangan penguasa.
“Kalau dulu zaman saya ada penguasa. Kalau sekarang penguasa mempergunakan orang lain untuk dibenturkan kepada kita, ini enggak boleh,” ucap Indro.
Ia menilai kondisi ini berpotensi memecah belah masyarakat jika tidak disikapi dengan kepala dingin dan pemahaman yang matang.
Rujuk Pandangan Mahfud MD
Dalam pandangannya, Indro mengajak publik untuk lebih banyak belajar dan memahami hukum secara utuh.
Ia mengaku tertarik dengan cara berpikir tokoh-tokoh yang memahami hukum secara mendalam.
“Harus lebih banyak belajar. Opini saya, saya tertarik dengan bahasanya Pak Mahfud MD yang lebih mengerti soal hukum,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa persoalan hukum tidak bisa dipahami secara dangkal atau emosional.
Pesan Persatuan: Ingat Sumpah Pemuda
Menutup pernyataannya, Indro mengingatkan agar perbedaan sudut pandang tidak berubah menjadi konflik yang merusak persatuan bangsa.
Ia menekankan pentingnya nilai-nilai kebangsaan yang telah diwariskan sejak lama.
“Jangan, jangan. Ingat Sumpah Pemuda makanya, supaya jangan ada hal-hal seperti itu muncul,” tuturnya.
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi
Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah.
Laporan tersebut diajukan pada Rabu (7/1/2026) dengan dugaan pencemaran nama baik terkait materi pertunjukan Mens Rea.
Pelapor turut menyerahkan sejumlah barang bukti, berupa rekaman video serta materi yang disampaikan Pandji melalui salah satu platform digital saat pertunjukan berlangsung.
Materi tersebut dinilai mengandung unsur merendahkan dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Mens Rea Tayang Tanpa Sensor di Netflix
Sebagai informasi, spesial show Mens Rea mulai tayang di Netflix sejak 27 Desember 2025 dan ditampilkan tanpa sensor. Dalam pertunjukan tersebut, Pandji mengangkat berbagai isu sosial dan politik dengan gaya observasi serta satire khas stand-up comedy.
Pandji membahas dinamika politik pasca-Pemilu 2024, hingga melontarkan kritik terhadap perilaku pejabat publik. Materi inilah yang kemudian memicu kontroversi dan berujung pada laporan hukum.
Pernyataan Indro Warkop menambah panjang daftar tokoh yang menyoroti kasus ini dari perspektif kebebasan berekspresi dan demokrasi.
Di tengah proses hukum yang berjalan, polemik Mens Rea kini tidak lagi sekadar soal pertunjukan, melainkan juga tentang bagaimana masyarakat menyikapi kritik, satire, dan perbedaan pandangan di ruang publik.
***
(TribunTrends/Sebagian artikel diolah dari Kompas)
Jangan lewatkan berita-berita nurulamin.protak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar