
Amunisi tunggal putra Indonesia di Indonesia Masters 2026 berpeluang untuk bertambah setelah kepastian partisipasi Viktor Axelsen, juara Denmark, menjadi tidak pasti.

Viktor Axelsen kembali mundur dari kompetisi setelah cedera punggungnya kambuh. Sebelumnya, ia telah menjalani operasi pada April tahun lalu dan menjalani rehabilitasi selama sekitar lima bulan. Namun, cedera yang sudah lama menghantui dirinya kembali muncul dan menyebabkan nyeri pada kakinya yang kiri.
Axelsen telah ditarik dari dua turnamen pertama di tahun ini, yaitu Malaysia Open (6–11 Januari) dan India Open (13–18 Januari). Meskipun dia masih tercantum dalam daftar babak utama di Indonesia Masters (20–25 Januari) dan Thailand Masters (27 Januari – 1 Februari), partisipasinya di kedua ajang tersebut juga diragukan.
Selain itu, Axelsen dipastikan tidak akan memperkuat Denmark di Kejuaraan Beregu Eropa 2026 yang akan digelar pada 11–15 Februari mendatang.
Juara Olimpiade dua kali ini menegaskan bahwa ia tidak ingin hanya sekadar berpartisipasi tanpa persiapan yang baik.
"Siap bertanding dan terbebas dari rasa sakit adalah sesuatu yang berbeda dengan bisa mempersiapkan diri," ujarnya.
"Saya tidak ingin sekadar berpartisipasi. Saya ingin mempersiapkan diri dengan baik untuk turnamen sebelum mengikutinya," tambahnya.
Mundurnya Axelsen akan memberikan kesempatan bagi pemain tunggal putra Indonesia. Di Indonesia Masters 2026, baru Jonatan Christie dan Alwi Farhan yang dipastikan memiliki slot di babak utama.
Sementara itu, untuk babak kualifikasi, belum ada rekan kompatriot lain yang jelas hingga pembaruan terakhir di laman resmi BWF. Pemain terdekat adalah Moh Zaki Ubaidillah, yang saat ini berada di urutan kedua dalam daftar peserta cadangan.
Jika Axelsen benar-benar mundur, Ubed hanya perlu satu orang lagi yang mundur dari babak utama atau kualifikasi agar bisa tampil di Indonesia Masters 2026. Penampilan Ubed dinanti-nantikan.
Bersama Alwi, remaja asal Madura ini menjadi sosok yang digadang-gadang bisa meneruskan jejak Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Ubed telah menunjukkan potensinya sejak masa junior.
Baru-baru ini, pemain yang berasal dari PB Djarum ini sukses mengalahkan Loh Kean Yew (Singapura), salah satu pemain top 10, untuk menciptakan final senegara bersama Alwi di SEA Games 2025.
Pengalaman di ajang level tinggi ini menjadi bekal berharga baginya untuk terus mengasah kemampuan.
Di sisi lain, kekuatan tunggal putra sangat penting bagi Indonesia karena adanya gelaran Thomas Cup pada tahun ini. Sejak terakhir kali menjadi juara pada edisi 2020, Indonesia belum berhasil meraih gelar juara Thomas Cup, bahkan menjadi runner-up pada 2022 dan 2024.
Namun, Indonesia memiliki modal kuat untuk kembali melawan pada Thomas Cup 2026, terutama dengan peningkatan prestasi di sektor tunggal putra dan ganda putra.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar