Keluarga Korban Kebakaran Kecewa, Ini Pernyataan Terra Drone

Keluarga Korban Kebakaran Kecewa, Ini Pernyataan Terra Drone

Duka yang Berubah Menjadi Kekecewaan

Kekhilangan Mochamad Apriyana (40) dalam kebakaran Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025), kini menjadi duka yang berubah menjadi kekecewaan mendalam bagi keluarganya. Tidak hanya karena kehilangan, tetapi juga karena sikap perusahaan yang dinilai tidak menunjukkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap keluarga korban.

Dari kediaman duka di Gunung Sindur, Bogor, Rabu (10/12/2025), Imam Suwondo, mertua korban, menyampaikan perasaan kesedihan yang dirasakan oleh keluarga. Ia mengungkapkan bahwa hal yang membuatnya merasa sakit adalah ketiadaan komunikasi atau ungkapan dukacita dari pihak perusahaan.

"Yang membuat saya sakit adalah tidak nampak dari pihak perusahaan yang menemui keluarga. Tidak ada satu pun kalimat dukacita," ujar Imam dengan suara bergetar kepada wartawan, Rabu (10/12/2025). Ketiadaan kontak atau ungkapan simpati dari manajemen Terra Drone itu, menurutnya, menunjukkan sikap acuh tak acuh yang sangat menyakitkan di tengah nestapa yang mereka alami.

Hak Dasar yang Belum Diberikan

Kekecewaan itu tidak berhenti di situ. Imam Suwondo mengungkapkan fakta lain yang memperburuk keadaan. Meski telah bekerja selama tujuh bulan di perusahaan tersebut, putra menantunya itu belum mendapatkan hak dasarnya sebagai pekerja: BPJS Ketenagakerjaan.

"Selama tujuh bulan bekerja di situ, almarhum belum mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini sangat menyakitkan bagi kami,” tegas Imam. Temuan ini menambah beban keluarga dan memunculkan pertanyaan tentang kepatuhan perusahaan terhadap perlindungan tenaga kerja.

Imam Suwondo berharap perusahaan segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan seluruh hak almarhum. Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya perbaikan sistem keselamatan kerja agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan.

“Tolong, hak-hak almarhum diselesaikan dan jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” pinta lelaki paruh baya itu. Ia juga mengingatkan, tragedi ini bukan hanya soal kehilangan materi, tetapi telah meninggalkan dampak besar yang mendalam bagi kedua anak yatim Apriyana.

"Tragedi ini meninggalkan dampak besar bagi anak-anaknya, sekaligus menjadi pengingat: keselamatan pekerja dan tanggung jawab perusahaan harus benar-benar diperhatikan," tutupnya dengan nada prihatin.

Tanggung Jawab Perusahaan

Keluarga kini menunggu tindak lanjut dan sikap yang lebih manusiawi dari Terra Drone, sembari berusaha kuat menghadapi hidup tanpa sang pencari nafkah.

Terra Drone mengklaim akan bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Human Resource Business Partner Terra Drone, Umaidi Suhari, menjelaskan bahwa pihaknya bakal memberikan santunan kepada keluarga korban kebakaran.

"Jadi ada beberapa poin-poin yang dari kami juga sudah sampaikan ke pihak keluarga. Yang pertama terkait akomodasi, semuanya ditangani dan di-handle oleh Terra Drone," kata Umaidi di RS Polri, Rabu (10/12/2025) malam.

Menurutnya, sesuai dengan regulasi perusahaan yang berlaku di Indonesia, pihaknya akan mengcover para korban juga melalui BPJS, JKK dan kematian. Umaidi tidak menjelaskan berapa uang santunan yang diberikan perusahaan kepada pihak keluarga korban.

Pria berkacamata itu juga memastikan, tidak ada yang bisa menggantikan sosok para korban usai gugur di dalam gedung Terra Drone. "Tapi at least bisa mengurangi sedikit kepedihan dari keluarga yang dirasakan ya, teman-teman. Jadi sekali lagi mohon doanya teman-teman untuk teman-teman kita yang sudah mendahului," ungkapnya.

Umaidi menambahkan, pihak perusahaan bakal mendatangi satu persatu ke rumah para korban untuk bertemu pihak keluarga dan menyampaikan rasa bela sungkawa. Ia pun mengapresiasi semua pihak yang sudah bahu membahu memadamkan api dan membawa jenazah ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

"Sejauh ini sejujurnya dari pihak Pemprov sudah menyediakan mobil untuk akomodasi beberapa keluarga, karena memang keterbatasan dari ambulans yang disediakan oleh rumah sakit sini," tutur Umaidi. "Alhamdulillahnya pihak Dinas DKI menyediakan mobil dan kami sangat terbantukan untuk hal tersebut. Tapi pastinya ada beberapa yang tidak di-cover dan kami cover tersebut. Sejauh ini sangat mendukung sekali," tandasnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan