Kemenag DKI Jakarta Dorong Ekoteologi Hadapi Krisis Lingkungan

Kemenag DKI Jakarta Dorong Ekoteologi Hadapi Krisis Lingkungan

Penyerahan Bibit Tanaman sebagai Simbol Penguatan Ekoteologi

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DKI Jakarta, Adib, melakukan penyerahan bibit tanaman secara simbolis kepada para tokoh agama. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penguatan ekoteologi, yang merupakan wujud keberpihakan ajaran agama terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Penyerahan bibit tersebut dilakukan setelah upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama yang diadakan di halaman Kantor Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, pada Sabtu (3/1/2026). Dalam kesempatan itu, Adib menjelaskan bahwa ekoteologi menggambarkan bagaimana keberagamaan juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu bentuknya adalah melalui gerakan menanam pohon.

“Ekoteologi yakni bagaimana kita beragama itu juga memiliki keberpihakan terhadap lingkungan. Yang kita wujudkan salah satu di antaranya adalah, dalam bentuk penanaman pohon,” ujarnya.

Adib menilai bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, mengingat berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Pulau Sumatra. Ia menyebutkan musibah banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang hingga kini masih menyisakan dampak bagi masyarakat.

“Yang sampai hari ini masih harus menjalani pemulihan pasca bencana, yang diakibatkan oleh banjir. Dan itu saya kira sangat erat hubungannya dengan keberpihakan kita terhadap lingkungan dan alam semesta,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Adib memilih bibit tanaman alpukat karena memiliki nilai gizi yang baik serta pohonnya yang rindang dan cocok tumbuh di wilayah tropis seperti Jakarta. Menurutnya, buah alpukat kaya akan vitamin, sedangkan pohonnya memberikan naungan yang baik.

“Buahnya bergizi, punya vitamin, dan pohonnya juga sangat rindang. Dan tentu banyak tumbuh di daerah tropis seperti di Indonesia, khususnya di Jakarta. Dan itu sebagai sebuah simbol, agar kita sebagai umat beragama gemar menanam, untuk masa depan umat yang lebih baik,” jelasnya.

Selain penyerahan bibit, upacara peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama juga diisi dengan penyampaian amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, yang dibacakan oleh Adib. Tema yang diangkat dalam peringatan kali ini adalah “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.”

Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan menjadi energi kebangsaan yang mampu mendorong kemajuan bangsa. Adib membacakan amanat Menag dengan menyatakan bahwa kerukunan merupakan bentuk sinergi produktif, yang merajut perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial, menjadi kekuatan kolaboratif.

Disebutkan pula bahwa pada usia ke-80 tahun, Kementerian Agama terus memperluas peran strategisnya, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, penguatan kerukunan umat beragama, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Termasuk memastikan agama hadir sebagai solusi atas persoalan bangsa.

Peringatan HAB ke-80 ini pun menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen Kementerian Agama, khususnya Kanwil Kemenag DKI Jakarta, dalam menjaga harmoni serta meningkatkan pelayanan keagamaan bagi masyarakat.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan