Kemenag Lingga Beri Penghargaan untuk ASN, Guru, dan Siswa Berprestasi di HAB ke-80

Kemenag Lingga Beri Penghargaan untuk ASN, Guru, dan Siswa Berprestasi di HAB ke-80

Perayaan Hari Amal Bakti ke-80 di Kabupaten Lingga

Setelah melaksanakan upacara puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kementerian Agama Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, melanjutkan kegiatan dengan penyerahan berbagai penghargaan. Acara tersebut digelar di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Lingga pada Sabtu (3/1/2025), dan turut dihadiri oleh Bupati Lingga, Muhammad Nizar.

Penyerahan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi, loyalitas, dan prestasi jajaran Kemenag serta mitra pendidikan dan keagamaan di Kabupaten Lingga. Berbagai penghargaan diberikan, antara lain:

  • Satyalancana Karya Satya XX Tahun
  • Penghargaan untuk Kantor Urusan Agama (KUA)
  • Penghargaan bidang Agama Buddha
  • Pegawai teladan
  • Guru madrasah terbaik
  • Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terbaik
  • Siswa madrasah berprestasi

Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Lingga, Muhammad Nizar, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lingga Zamroni, Ketua DPRD Lingga Maya Sari, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Lingga Riyanti, serta Ketua TP PKK Kabupaten Lingga Maratusholiha.

Nizar menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan atas pengabdian dan kontribusi nyata dalam mendukung pelayanan keagamaan, pendidikan, serta pembinaan umat di Kabupaten Lingga. Menurutnya, penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan prestasi.

Dalam menjadi inspektur upacara, Nizar menyampaikan rasa syukur karena Kemenag terus eksis melintasi perjalanan sejarah bangsa, menghadapi berbagai tantangan serta mampu beradaptasi dengan dinamika zaman. Ia juga menyampaikan sambutan Menteri Agama RI yang mengusung tema "Umat rukun dan sinergi, Indonesia damai dan maju".

"Tema ini menegaskan bahwa kerukunan bukan sekedar ketiadaan konflik, melainkan sebuah energi kebangsaan. Kerukunan adalah sinergi yang produktif, dimana perbedaan identitas, keyakinan dan latar belakang sosial dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa," ujarnya.

Sesuai dengan tema HAB ke-80, ia mengajak semuanya untuk menyatukan tekad, dengan fondasi yang kokoh, semangat pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika, agar mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang maju, damai dan bermartabat.

"Selamat Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama, teruslah mengabdi, teruslah menjadi cahaya pencerah bagi bangsa," imbuhnya.

Momentum HAB ke-80 sebagai Refleksi dan Penguatan Komitmen

Sementara itu, Kepala Kemenag Lingga, Zamroni, menegaskan bahwa momentum HAB ke-80 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga sarana refleksi dan penguatan komitmen seluruh insan Kemenag. Ia berharap melalui HAB ini, para petugas Kemenag terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Acara penyerahan penghargaan ini menjadi momen penting yang menunjukkan apresiasi terhadap kinerja dan dedikasi yang telah dilakukan oleh para pegawai dan mitra Kemenag. Hal ini juga menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di bidang keagamaan dan pendidikan.


Dengan tema yang diusung, HAB ke-80 menjadi kesempatan untuk memperkuat kerukunan dan sinergi antar komunitas, serta mempercepat proses pembangunan nasional. Semangat kebersamaan dan kolaborasi akan menjadi landasan utama dalam menciptakan Indonesia yang lebih harmonis dan berkembang.


Momen ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan Kemenag dalam menjalankan tugasnya tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Dengan begitu, harapan besar dapat tercapai, yaitu terwujudnya masyarakat yang religius, harmonis, dan maju.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan