
Kondisi Timnas Indonesia di SEA Games 2025
Kemenangan Vietnam dengan skor 2-0 atas Malaysia dalam penyisihan Grup B sepak bola putra SEA Games 2025 memberikan sedikit harapan bagi Indonesia untuk bisa melangkah ke babak semifinal. Hasil ini memengaruhi jalannya persaingan antara tim-tim di Grup C, khususnya bagi Indonesia yang masih memiliki peluang untuk lolos sebagai runner-up terbaik.
Saat ini, Indonesia menempati posisi ketiga dalam klasemen runner-up terbaik. Malaysia berada di puncak dengan tiga poin, disusul oleh Timor Leste yang unggul dalam selisih gol. Untuk bisa memastikan kelolosan, Indonesia harus mengalahkan Myanmar dengan selisih lebih dari dua gol dalam laga terakhir penyisihan Grup C.
Mentalitas Pemain dan Persiapan Tim
Menghadapi situasi yang cukup sulit, mental pemain Indonesia tetap terjaga. Hal ini disampaikan oleh Dion Marx, salah satu pemain Indonesia, yang menegaskan bahwa tim tetap fokus dan menjaga asa meskipun sebelumnya sempat menderita kekalahan yang menyakitkan.
"Kekalahan itu hanya satu kali saja. Semangat kami masih tinggi, dan kami ingin berhati-hati menjaga peluang karena hanya ada satu kesempatan lagi," ujar Dion.
Pelatih Indonesia, Indra Sjafri, juga tidak memberikan tekanan berlebihan kepada pemain. Menurut Dion, persiapan menghadapi Myanmar tidak berbeda dengan laga pertama penyisihan grup. Semua berjalan seperti biasa, tanpa adanya tekanan ekstra.
"Kami masih punya harapan. Kami tidak terlalu memikirkan tim lain maupun reaksi negatif di luar. Kami fokus mempersiapkan diri dengan baik seperti laga sebelumnya," tambah Dion.
Kelemahan yang Harus Diperbaiki
Pengamat sepak bola M Kusnaeni menilai bahwa Indonesia tidak boleh kehilangan arah di lapangan saat menghadapi Myanmar. Ia menyoroti pentingnya menjalankan strategi yang telah disiapkan.
"Jangan sampai game plan yang seharusnya diterapkan justru tidak muncul. Hal ini sering menjadi kelemahan tim-tim usia muda ketika menghadapi situasi di luar rencana. Istilahnya, game adjustment mereka tidak terlihat, tidak ada perubahan strategi yang mampu membuat tim merespons kondisi pertandingan," katanya.
Dari segi materi, skuad Garuda memiliki kekuatan yang cukup matang. Banyak pemain sudah berpengalaman bermain di Liga Indonesia. Hanya beberapa pemain yang relatif baru, seperti Mauro Zijlstra dan Dion Marx. Selebihnya, para pemain sudah mengenal karakter permainan di kawasan Asia Tenggara.
Harapan dan Tantangan
Meski optimis sebelum SEA Games, Kusnaeni mengaku bahwa setelah melihat permainan melawan Filipina, ia merasa Indonesia cukup sulit bersaing. Namun, dengan persiapan yang baik dan mental yang kuat, Indonesia masih memiliki peluang untuk membuktikan diri.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar