Kemendag: Harbolnas 12.12 Dongkrak Ekosistem UMKM di Tengah Pertumbuhan Digital

Peran Harbolnas dalam Penguatan UMKM Lokal

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti menekankan bahwa Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12 menjadi instrumen strategis untuk memperkuat daya beli masyarakat sekaligus memperluas akses pasar bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal. Momentum belanja tahunan ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi produk lokal melalui partisipasi platform e-commerce.

Dyah menyatakan bahwa Harbolnas menjadi momentum besar yang dapat dimanfaatkan oleh konsumen, seller, khususnya UMKM, untuk meningkatkan eksposur dan penjualan melalui berbagai promo spesial. Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui momentum Harbolnas 12.12 telah bekerja sama dengan berbagai pihak, baik publik maupun swasta, untuk mendukung UMKM lokal.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah aktif memberikan berbagai rangkaian pelatihan bagi UMKM lokal untuk meningkatkan daya saing. Hasilnya, produk lokal Indonesia mencatat peningkatan penjualan signifikan melalui platform e-commerce. Di kanal Shopee Pilih Lokal, misalnya, penjualan produk lokal meningkat hingga 55 persen sepanjang tahun 2025. Jumlah produk lokal yang terdaftar di kanal tersebut juga meningkat 60 persen.

Angka ini menjadi indikasi kepercayaan pedagang lokal untuk memasarkan produknya secara digital di e-commerce. Dyah mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia menunjukkan momentum sangat kuat. Melalui program seperti Harbolnas, kita melihat bagaimana platform e-commerce dan para pelaku UMKM mampu berperan besar dalam menggerakkan ekonomi nasional.

Pemerintah akan terus mendorong ekosistem digital yang inklusif agar produk lokal semakin kompetitif, baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang menjelaskan bahwa pihaknya telah menghadirkan kanal khusus Shopee Pilih Lokal sejak 2021. Di setiap tahunnya, mereka melihat pertumbuhan yang positif bagi produk lokal para UMKM dari platform ini karena beragam program promosi yang bisa dimanfaatkan para pembeli.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan nilai transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp 35 triliun. Target ini dinilai realistis karena semua perusahaan lokapasar atau marketplace akan memberikan diskon hingga 90 persen terhadap seluruh produk pada gelaran yang dilakukan mulai 10 hingga 16 Desember 2025. "Targetnya Rp 35 triliun, siap? Saya patok target aja, Rp 35 triliun," kata Airlangga saat peluncuran Harbolnas 2025 di Mal Gandaria City, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Target Harbolnas 12.12 tahun ini menunjukkan bahwa transformasi digital telah menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan meningkatnya permintaan produk lokal, ekspor yang terus berkembang, serta dukungan aktif dari pemerintah dan platform e-commerce, UMKM Indonesia memiliki pijakan yang semakin kuat untuk berkembang dan bersaing di tingkat global.

Ekspansi Pasar Global

Tren positif produk lokal tidak hanya terjadi di pasar domestik, tetapi juga merambah pasar ekspor. Shopee mencatat, hampir 40 juta produk lokal telah diekspor melalui Program Ekspor Shopee ke Asia Timur, Asia Tenggara, hingga Amerika Latin sepanjang tahun 2025. Sejak Program Ekspor Shopee dihadirkan pada 2019, totalnya ada 90 juta produk lokal yang berhasil diekspor.

Capaian ini menunjukkan daya saing produk Indonesia di pasar global terus meningkat. Tingginya antusiasme terhadap produk lokal di pasar ekspor ini menjadi bukti bahwa produk lokal Indonesia masih memiliki pasar dan minat yang besar, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Balques menyatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk menjadi rekan dalam perjalanan UMKM lokal untuk bisa bertumbuh dan berdaya saing.

Dyah menilai bahwa kenaikan penjualan produk lokal dan semakin besarnya permintaan dari luar negeri menunjukkan bahwa produk UMKM Indonesia memiliki kualitas dan daya saing yang kuat. "Pemerintah berkomitmen memperluas kesempatan ekspor digital agar lebih banyak pelaku UMKM dapat menembus pasar global," katanya.

Pertumbuhan UMKM Melalui Ekonomi Digital

Geliat berkembangnya produk lokal menjadi indikasi bahwa ekonomi digital terus berkembang pesat di Indonesia. Platform e-commerce menjadi sektor penting dalam mendorong pertumbuhan ini melalui berbagai program dukungan bagi perkembangan UMKM dan penjual lokal.

Salah satu pelaku UMKM yang merasakan dampak positif Harbolnas adalah Michael Kwok, pemilik toko Maritim Bag asal Semarang. Dengan produk yang niche, yakni perlengkapan olahraga bulu tangkis, momen Harbolnas menjadi kesempatan besar untuk memperkenalkan produk Maritim Bag kepada segmen pelanggan yang lebih spesifik. "Harbolnas bukan hanya memberikan kesempatan bagi pembeli dengan penawaran diskon, tapi juga menjadi peluang baik bagi kami dari sisi penjual. Penjualan meningkat secara positif dan kami dapat menjangkau pasar yang lebih luas untuk lebih mengenal produk Maritim Bag," tutur Michael.

Seiring dengan peningkatan eksposur toko, penjualan Maritim Bag juga mengalami peningkatan pada momen Harbolnas. Pengalaman Michael Kwok menjadi bukti nyata bagaimana Harbolnas memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM lokal.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan