Kemendagri libatkan praja IPDN perbaiki layanan publik Aceh Tamiang


nurulamin.pro.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengirimkan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu proses pemulihan pemerintahan daerah pasca-bencana di Aceh Tamiang. Kehadiran para Praja IPDN diharapkan dapat mempercepat kembalinya layanan publik yang sempat terganggu akibat bencana tersebut.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyambut langsung kloter pertama Praja IPDN di Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Sabtu (3/1/2026). “Tugas kita semua di sini adalah mempercepat kembalinya fungsi-fungsi pemerintahan,” ujarnya pada Ahad (4/1/2026).

Bima menjelaskan bahwa penugasan Praja IPDN difokuskan pada beberapa aspek penting, seperti pembersihan dan penataan kembali kantor-kantor dinas serta pendampingan perangkat daerah agar pelayanan publik segera berjalan normal. Langkah ini sangat krusial untuk memastikan roda pemerintahan kembali berfungsi setelah bencana.

Menurut Bima, kondisi lapangan menuntut kesiapan fisik dan mental yang kuat dari seluruh Praja IPDN. “Kondisinya tidak mudah, medannya berat. Tapi yakinilah bahwa Anda semua sebagai calon pemimpin-pemimpin masa depan,” ujarnya.

Penugasan di Aceh Tamiang disebut menjadi bagian penting dari pembentukan karakter Praja IPDN. “Di sini adalah kawah candradimuka, di sini adalah tempat penggemblengan dan tempat ujian bagi kalian semua,” kata Bima.

Selain fokus pada pemulihan pemerintahan, Praja IPDN juga memiliki peluang untuk terlibat dalam pendampingan pemulihan ekonomi masyarakat. Hal ini mencakup bantuan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar kembali beraktivitas. “Keringat Anda, waktu Anda, dan pikiran Anda selama di sini akan sangat dibutuhkan oleh warga Aceh Tamiang,” ujar Bima.

Tugas dan Tanggung Jawab Praja IPDN

Praja IPDN diberikan tugas-tugas spesifik yang berkaitan dengan pemulihan pascabencana. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Pembersihan dan penataan kantor dinas – Praja IPDN bertugas membersihkan dan merapikan ruangan serta fasilitas kantor dinas yang rusak atau terkena dampak bencana. Tujuannya adalah memastikan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi aparatur pemerintah.
  • Pendampingan perangkat daerah – Praja IPDN akan memberikan dukungan teknis dan administratif kepada perangkat daerah untuk mempercepat proses pemulihan pelayanan publik. Ini termasuk koordinasi dengan instansi terkait dan memastikan kebijakan pemerintah dapat diimplementasikan secara efektif.
  • Pemulihan ekonomi masyarakat – Selain tugas pemerintahan, Praja IPDN juga dilibatkan dalam upaya pemulihan ekonomi. Mereka akan membantu pelaku usaha kecil dan menengah agar bisa kembali beroperasi dan memulihkan kondisi ekonomi lokal.

Peran Penting Praja IPDN

Praja IPDN memiliki peran strategis dalam proses pemulihan pascabencana. Mereka bukan hanya sebagai tenaga bantuan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang akan membantu masyarakat dan pemerintah daerah kembali berjalan normal.

Beberapa hal yang menjadi fokus utama Praja IPDN adalah:

  • Kesiapan mental dan fisik – Praja IPDN harus siap menghadapi tantangan di lapangan, baik secara fisik maupun psikologis. Kondisi medan yang berat dan tekanan situasi darurat membutuhkan ketangguhan dan kesiapan diri.
  • Kepemimpinan masa depan – Penugasan ini menjadi kesempatan bagi Praja IPDN untuk membangun karakter kepemimpinan mereka. Mereka diajarkan untuk bertanggung jawab, berpikir strategis, dan mampu mengambil keputusan di tengah kondisi sulit.
  • Kolaborasi dengan masyarakat – Praja IPDN juga dituntut untuk bekerja sama dengan masyarakat setempat. Mereka diharapkan dapat memahami kebutuhan masyarakat dan memberikan solusi yang sesuai dengan kondisi lokal.

Harapan dan Tantangan

Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa kehadiran Praja IPDN di Aceh Tamiang merupakan langkah penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Ia menekankan bahwa kinerja Praja IPDN akan menjadi cerminan dari kompetensi dan dedikasi mereka sebagai calon pemimpin bangsa.

Namun, tantangan yang dihadapi cukup besar. Medan yang berat, kondisi infrastruktur yang rusak, serta kebutuhan masyarakat yang mendesak membuat proses pemulihan menjadi lebih kompleks. Oleh karena itu, Praja IPDN harus mampu bekerja dengan cepat, efisien, dan tanpa mengorbankan kualitas.

Dengan demikian, penugasan Praja IPDN di Aceh Tamiang bukan hanya sekadar tugas operasional, tetapi juga menjadi momen penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan mereka sebagai pemimpin masa depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan