Kemendikdasmen tingkatkan ekosistem pembelajaran untuk dukung perempuan di STEM

Kemendikdasmen tingkatkan ekosistem pembelajaran untuk dukung perempuan di STEM

Penguatan Ekosistem Pembelajaran untuk Perempuan di Bidang STEM

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen untuk memperkuat ekosistem pembelajaran guna mendukung peningkatan peran perempuan dalam bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM). Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan partisipasi perempuan di sektor yang selama ini dianggap dominasi laki-laki.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK) Kemendikdasmen, Muhammad Hasbi, menyampaikan bahwa partisipasi perempuan di sektor STEM di Indonesia masih sangat rendah. Hanya sekitar delapan persen perempuan yang bekerja di sektor tersebut.

Perempuan memiliki perspektif empatik yang sangat penting dalam pengembangan teknologi agar lebih adil dan responsif terhadap kebutuhan sosial. Untuk memastikan bahwa kecerdasan buatan tidak bias, perempuan harus hadir bukan hanya sebagai pengguna tetapi juga sebagai kreator, inovator, dan pemimpin teknologi, ujarnya dalam acara bertajuk "Demo Day Perempuan Inovasi 2025" di Jakarta pada Rabu.

Langkah Strategis dalam Penguatan Ekosistem Pembelajaran

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Kemendikdasmen telah mengambil beberapa langkah strategis. Pertama, pihaknya telah mengintegrasikan literasi digital dengan kecerdasan buatan dalam kurikulum sejak akhir tahun 2024. Hal ini bertujuan untuk memastikan siswa memiliki dasar pengetahuan yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.

Selain itu, Kemendikdasmen juga merancang penerapan project based learning dalam berbagai mata pelajaran terkait. Metode ini bertujuan untuk membiasakan peserta didik menyelesaikan masalah secara nyata dan praktis.

Di bidang pendidikan vokasi, project based learning menjadi tulang punggung untuk membekali peserta didik agar mereka memiliki keterampilan kerja yang nyata sebelum memasuki dunia kerja, tambahnya.

Kolaborasi dengan Industri

Kemendikdasmen juga terus membangun kolaborasi dan sinergi dengan industri. Tujuannya adalah agar pengetahuan teknis yang diajarkan di satuan pendidikan relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan demikian, lulusan pendidikan vokasi dapat langsung siap bekerja di sektor industri.

Pendidikan vokasi hadir sebagai jembatan agar perempuan dapat mengakses keterampilan digital yang aplikatif dan siap bekerja di sektor industri, ujar Hasbi.

Harapan untuk Masa Depan Perempuan

Ia berharap forum seperti Demo Day Perempuan Inovasi 2025 dapat menjadi wadah untuk mengubah masa depan perempuan. Dengan akses terhadap keterampilan digital, pelatihan intensif, dukungan mentor, dan komunitas yang suportif, perempuan diharapkan menjadi agen perubahan dalam ekosistem teknologi.

Fokus pada Pendidikan Vokasi

Pendidikan vokasi menjadi fokus utama dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan partisipasi perempuan di sektor STEM. Melalui program-program yang dirancang khusus, para peserta didik diberi kesempatan untuk belajar melalui proyek nyata dan berkolaborasi dengan industri.

Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain:

  • Penerapan project based learning dalam berbagai mata pelajaran.
  • Integrasi literasi digital dan kecerdasan buatan dalam kurikulum.
  • Pembentukan kerja sama dengan industri untuk memastikan relevansi pengetahuan dengan kebutuhan pasar.

Tantangan dan Peluang

Meski ada tantangan dalam meningkatkan partisipasi perempuan di sektor STEM, banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Dengan pendidikan yang tepat dan dukungan yang kuat, perempuan dapat menjadi pemimpin di bidang teknologi dan inovasi.

Hasbi menekankan bahwa perempuan bukan hanya pengguna teknologi, tetapi juga kontributor utama dalam pengembangan teknologi yang adil dan inklusif. Dengan demikian, partisipasi perempuan dalam STEM akan memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan