Kemenkeu Beli Kembali Surat Utang Negara Rp25,7 Triliun


JAKARTA, berita
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali melaksanakan transaksi pembelian kembali Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder dengan metode bilateral. Transaksi ini dilakukan pada 8 Desember 2025 dengan nilai sebesar Rp 25,74 triliun. Informasi ini disampaikan oleh Direktorat Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu melalui surat resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pembelian kembali dilakukan terhadap seri VR0062 yang akan jatuh tempo pada 14 Desember 2025. Nilai nominal dari SUN tersebut adalah sebesar Rp 25,74 triliun dengan harga 100,01 persen. Sebagai imbalannya, pemegang seri VR0062 akan menerima pertukaran SUN dengan tenor panjang.

Empat seri SUN baru yang diberikan adalah FR0076 yang jatuh tempo pada 15 Mei 2048, FR0089 jatuh tempo 15 Agustus 2051, FR0102 jatuh tempo 15 Juli 2054, dan FR0105 jatuh tempo 15 Juli 2064. Keseluruhan empat seri ini memiliki nilai total setara dengan Rp 25,74 triliun. Tingkat harga untuk masing-masing seri berkisar antara 101,28 persen hingga 107,54 persen.

Sebelumnya, Kemenkeu juga melakukan pembelian kembali SUN di pasar sekunder dengan nilai sebesar Rp 6,75 triliun. Transaksi ini dilaksanakan pada 17 November 2025. Informasi ini disampaikan oleh Direktorat Surat Utang Negara melalui surat resmi yang ditujukan kepada Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI), bertanggal 19 November 2025.

Dalam transaksi tersebut, pemerintah membeli kembali seri VR0058 yang akan jatuh tempo pada 23 November 2025. Nilai nominal dari SUN tersebut adalah sebesar Rp 6,75 triliun dengan harga 100,02 persen. Selanjutnya, SUN tersebut ditukarkan dengan empat seri obligasi baru bertenor panjang.

Empat seri obligasi yang menjadi penukar terdiri dari FR0076 jatuh tempo 15 Mei 2048 dengan nominal Rp 1,35 triliun (harga 107,47 persen), dan FR0089 jatuh tempo 15 Agustus 2051 dengan nominal Rp 1,35 triliun (harga 101,70 persen).

Selanjutnya, dapat kami sampaikan bahwa setelmen transaksi di atas dilaksanakan pada tanggal 20 November 2025, demikian isi surat Kemenkeu yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi BEI, Jumat (21/11/2025).

Proses Transaksi Pembelian Kembali SUN

Transaksi pembelian kembali SUN dilakukan melalui metode bilateral, yaitu penawaran langsung antara pemerintah dan pemegang SUN. Metode ini memberikan fleksibilitas dalam menentukan harga dan kondisi transaksi.

Beberapa manfaat dari transaksi ini antara lain:
Meningkatkan likuiditas pasar keuangan
Mengurangi risiko krisis likuiditas karena pengurangan jumlah SUN yang beredar
* Memberikan alternatif investasi bagi pemegang SUN dengan tenor lebih panjang

Penjelasan tentang Seri SUN yang Dibeli Kembali

Seri VR0062 dan VR0058 merupakan dua dari beberapa seri SUN yang telah diterbitkan oleh pemerintah. Kedua seri ini memiliki karakteristik khusus, seperti tanggal jatuh tempo dan tingkat bunga yang berbeda-beda.

Setelah dibeli kembali, pemegang SUN akan menerima serangkaian obligasi baru dengan tenor yang lebih panjang. Hal ini memberikan peluang bagi investor untuk mendapatkan return yang lebih besar dalam jangka panjang.

Tantangan dan Peluang di Pasar Sekunder

Meskipun transaksi pembelian kembali SUN menunjukkan upaya pemerintah dalam mengelola utang negara, ada tantangan yang dihadapi di pasar sekunder. Beberapa investor mungkin merasa khawatir terhadap fluktuasi harga SUN dan risiko default.

Namun, di sisi lain, transaksi ini juga membuka peluang bagi investor untuk memperluas portofolio mereka dengan memilih SUN berbasis tenor panjang. Selain itu, adanya variasi harga untuk masing-masing seri SUN memberikan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan investasi.

Kesimpulan

Transaksi pembelian kembali SUN oleh Kemenkeu menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar keuangan. Melalui mekanisme bilateral, pemerintah tidak hanya mengelola utang negara secara efektif tetapi juga memberikan opsi investasi yang menarik bagi para pemegang SUN.

Dengan adanya transaksi ini, diharapkan pasar keuangan akan semakin stabil dan investor dapat memperoleh manfaat maksimal dari investasi mereka.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan