Kenali Aplikasi Karya Siswa Apple Developer Academy


Kampus Apple Developer Academy Bali kini menjadi pusat perhatian dengan hadirnya ratusan talenta digital yang memamerkan karya inovatif mereka. Tidak hanya menonjol dari sisi teknis, karya-karya ini juga menyentuh berbagai isu penting di masyarakat.

Pameran teknologi ini diselenggarakan di Park23 Creative Hub, Badung Regency, Bali, pada Kamis, 11 Desember 2025. Acara ini merupakan bagian dari proses kelulusan setelah para peserta menjalani pembekalan selama 10 bulan di kampus Apple Developer Academy.

Salah satu aplikasi yang menarik perhatian adalah Wikan. Tim pengembangnya terinspirasi oleh kekhawatiran akan hilangnya pemahaman tentang bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa. Generasi muda Jawa semakin lupa pada bahasa ibu mereka akibat modernisasi.

Wikan dirancang untuk menghubungkan generasi muda dan tua. Sistem kecerdasan buatan dalam aplikasi ini dilatih menggunakan 185 ribu sampel audio berbahasa Jawa asli. Aplikasi ini mampu menerjemahkan Bahasa Indonesia ke tingkatan ngoko hingga kromo ala Jawa dengan akurasi tinggi.

Di bidang lingkungan, SeaLens menjadi solusi untuk tantangan konservasi laut. Tim SeaLens menyadari bahwa memantau terumbu karang dan populasi ikan secara manual sangat melelahkan. Mereka menciptakan sistem berbasis machine learning yang bisa mengidentifikasi spesies ikan dari video bawah air.

Para peneliti cukup mengunggah video, dan algoritma SeaLens akan bekerja menghitung jumlah dan jenis spesies ikan. Pengembangan aplikasi ini tidak dilakukan di balik meja saja, melainkan langsung bekerja sama dengan organisasi konservasi LivingSeas di Bali.

Inovasi lain datang dari sektor transportasi melalui aplikasi BikeBaik. Dengan lebih dari 140 juta sepeda motor di Indonesia, masalah keselamatan dan perawatan kendaraan sewaan menjadi penting, terutama di daerah wisata.

BikeBaik menawarkan sistem IoT berbasis iPadOS yang memantau kesehatan motor sewaan. Sensor-sensor yang dipasang dapat mendeteksi kondisi oli, kampas rem, hingga filter udara secara real-time.

Tempo juga berkunjung ke stan Hockey Home, yang unik karena memecahkan masalah geografis. Meskipun bermain hoki es di negara tropis seperti Indonesia terdengar mustahil, aplikasi ini berhasil mengatasi batasan tersebut.

Hockey Home memanfaatkan kamera iPhone dan visi komputer untuk memungkinkan atlet melatih kemampuan memegang stik di lantai rumah biasa. Aplikasi ini mengenali gerakan bola atau puck dan memberikan umpan balik visual agar pemain tetap menjaga pandangan ke depan.

Vice President Environment, Policy, and Social Initiatives Apple Lisa Jackson, yang hadir langsung di pameran, menyampaikan kekagumannya. Di hadapan para wisudawan, Lisa menegaskan bahwa apa yang ia lihat hari ini adalah bukti nyata potensi luar biasa Indonesia.

"Melihat kalian semua di sini, saya melihat masa depan inovasi. Kalian tidak hanya belajar coding, tapi kalian belajar memecahkan masalah komunitas dengan hati," ujar Lisa dalam sambutannya.

Menurut Lisa, Apple sangat bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan para siswa ini. Ia menekankan bahwa investasi Apple di Indonesia bukan sekadar mendirikan bangunan akademi, melainkan investasi pada sumber daya manusianya.

Lisa juga menyoroti keberagaman latar belakang peserta didik sebagai kunci lahirnya ide-ide segar. Kolaborasi antara peserta IT, desain, hingga bisnis menciptakan dinamika pemecahan masalah yang komprehensif.

Dalam kesempatan itu, Lisa mengumumkan bahwa Apple Developer Academy mencatat peningkatan partisipasi perempuan yang signifikan tahun ini, mencapai 43 persen. Hal ini sejalan dengan misi global Apple untuk membuat dunia teknologi lebih inklusif bagi semua kalangan.

Ke depan, Apple akan memperkuat komitmennya di Indonesia. Pada tahun 2026, Apple berencana membuka akademi kelima di kawasan Thamrin, Jakarta, untuk menjangkau lebih banyak talenta ibu kota. Selain itu, Apple akan meluncurkan tiga institut spesialis baru pada Maret 2026. Institut ini akan fokus pada Games Development di Batam, AI/Machine Learning di Surabaya, dan DevOps di Tangerang.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan