
Peran dan Kepentingan Jambore Kepala Desa dalam Pembangunan Daerah
Sebanyak 121 Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Gowa mengikuti Upacara Pembukaan Jambore Kepala Desa Se-Sulawesi Selatan di Lapangan Rindam XIV Hasanuddin pada Jumat, 12 Desember 2025. Acara ini menjadi ajang penting bagi para kepala desa untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas tata kelola pemerintahan desa.
Bupati Gowa Husniah Talenrang menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam peningkatan kompetensi dan kemampuan kepala desa dalam mengelola pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat. Ia menekankan bahwa setiap materi, diskusi, dan praktik baik yang diperoleh selama jambore harus menjadi bekal untuk diterapkan di desa masing-masing.
Selain itu, Bupati Talenrang menyebut bahwa Jambore ini juga melahirkan inovasi-inovasi pembangunan desa. Menurutnya, potensi desa harus diolah secara kreatif, baik di sektor ekonomi, pelayanan publik, administrasi pemerintahan, maupun pemanfaatan teknologi digital. Dengan demikian, desa dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang nyata kepada masyarakat.
Penguatan jejaring dan kolaborasi antar kepala desa juga menjadi fokus utama dalam acara ini. Kolaborasi ini memungkinkan para kepala desa untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jaringan kerja, serta membangun kemitraan yang kuat antar desa, antar kabupaten/kota, serta dengan berbagai lembaga pendukung desa. Hal ini sangat penting untuk mempercepat peningkatan status desa dan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang menjadi Inspektur Upacara Pembukaan Jambore ini, menyampaikan bahwa pembangunan desa merupakan fondasi penting dalam pembangunan nasional maupun daerah. Dengan konsentrasi penduduk yang masih dominan berada di desa, maka desa menjadi basis kekuatan sosial ekonomi yang harus mendapatkan perhatian serius pemerintah.
Asta Cita keenam Bapak Presiden yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan adalah sebuah komitmen kita untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Melalui berbagai kebijakan dan regulasi, pemerintah terus meningkatkan kualitas pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan aparatur desa salah satunya melalui jambore ini.
Pada kesempatan itu, dirinya menyebut Sulawesi Selatan telah berhasil membentuk 100 persen Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan. Sebanyak 3.059 koperasi kini aktif, terdiri dari 2.266 koperasi desa dan 793 koperasi kelurahan yang menjadikan Sulsel sebagai salah satu provinsi tercepat memenuhi target pembentukan koperasi berbadan hukum.
Ia berharap seluruh kepala desa terus membangun desa yang maju dan berkarakter, mengelola potensi desa secara produktif, memperkuat kolaborasi dengan BUMDesa dan UMKM, serta melaksanakan pemerintahan desa yang melayani dan berorientasi pada prioritas pembangunan.
Salah seorang peserta Jambore Kepala Desa Se-Sulsel, Pj Kepala Desa Mocobalang Kecamatan Barombong, Muh Rishal Abdullah mengaku akan mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, sehingga apa yang diharapkan oleh Bupati Gowa maupun Gubernur Sulsel untuk pembangunan desa mampu diterapkan di wilayahnya. Tentu kegiatan ini menjadi momentum bagi kami untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi dan kolaborasi khususnya dalam menggali potensi desa kita yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat yang dimulai dari desa.
Kegiatan Jambore Kepala Desa ini diikuti sebanyak 2.266 kepala desa dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan selama empat hari kedepan dan turut disaksikan oleh kepala daerah se-Sulsel pada upacara pembukaan tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar