Penipuan Wedding Organizer Ayu Puspita: Modus, Korban, dan Komentar dari Vendor
Pemilik wedding organizer (WO) Ayu Puspita, bersama empat orang lainnya, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Hingga saat ini, sedikitnya 300 orang menjadi korban penipuan WO Ayu Puspita, dengan kerugian mencapai Rp16 hingga Rp26 miliar. Modus yang digunakan oleh Ayu Puspita adalah menawarkan paket pernikahan dengan harga murah. Namun, pada kenyataannya, penawaran tersebut tidak dilakukan sesuai janji.
Vendor master of ceremony (MC), Eza Putra, mengungkap kepribadian Ayu Puspita. Ia diketahui sudah bekerja sama dengan Ayu Puspita sejak tahun 2020 silam. Di mata rekan bisnisnya, Ayu Puspita dikenal sebagai sosok yang baik. Namun, manajemen keuangan usahanya disebut bobrok.
"Kalau dari segi personality-nya beres," kata Eza, dikutip dari tayangan di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Kamis (11/12/2025). "Tapi dari segi manajemennya mereka itu (bermasalah). Dan manajemen keuangannya itu bobrok sebobrok-bobroknya," imbuhnya.
Eza mengurai, Ayu Puspita memiliki gaya hidup mewah. Pemilik PT Ayu Puspita Sejahtera tersebut sempat membeli dua mobil mewah dan dua rumah. Tak hanya itu, belum lama ini, Ayu Puspita juga pelesiran ke Benua Eropa.
"Uang-uangnya itu ya, informasi dari karyawannya, 'Eh kemarin Ibu (Ayu Puspita) beli Lexus lho'," beber Eza. "Dia juga beli Alphard, terus beli rumah dua. Yang baru-baru ini, bulan Agustus kalau enggak salah, jalan-jalan ke Eropa. Parah (flexing-nya)," terangnya, melansir Tribunnews.com.
Kendati demikian, Eza mengakui, Ayu Puspita memiliki jiwa sosial yang tinggi. "Kalau dari segi personality-nya dia baik, jiwa sosial sama masyarakat dan anak yatim juga bagus." "Tapi dia enggak bisa ngontrol keuangan, jadi gatel kalau lihat duit," beber Eza.
Eza menduga, penipuan yang dilakukan Ayu Puspita tidak terencana. Namun, menurutnya, Ayu Puspita silau saat mendapat uang banyak. Ia juga menambahkan, Ayu Puspita sudah seperti Orang Kaya Baru (OKB).
"(Penipuan) kalau ini menurutku bukan ter-planning, lebih ke kayak terpesona dengan duit banyak, dia OKB," tandas Eza.
Eza sendiri juga korban Ayu Puspita. Ia merasa dirugikan lantaran pembayaran dari Ayu Puspita kerap kali terlambat. "Iya biasa (kerja sama sama Ayu Puspita), gue kerja sama dia itu dari tahun 2020. Dirugikan, dengan yang kayak pembayaran-pembayaran telat," ujarnya.
Menurut Eza, WO Ayu Puspita punya Standar Operasional Prosedur (SOP) sendiri terkait pembayaran kepada vendor yang bekerjasama dengannya. Pembayaran dilakukan tujuh hari setelah acara berlangsung. Namun, pada kenyataannya, pembayaran selalu terlambat, bahkan hingga satu bulan.
"Kan SOP dari dia sih katanya pembayaran itu harusnya H+1 minggu, ini kadang-kadang H+3 minggu, kadang-kadang sebulan," ungkap Eza. "Bahkan pernah di tahun 2020 kemarin, gue numpuk uang di sana sampai dengan Rp25 juta, enggak dibayar-bayar," terangnya.
"Selalu ngemis tiap hari, 'Kak bayar dong, kak bayar dong'. Jatuhnya kita yang ngemis sama dia, padahal kita udah kerja," imbuhnya.

Eza kemudian memutuskan untuk membatasi kerja sama dengan Ayu Puspita setelah mengetahui kondisi WO tersebut sedang tidak baik-baik saja. "Sedikit goyang-goyang itu sebenarnya kita sebagai vendornya itu di bulan Juni, udah mulai payment-nya itu kayak macet, oke ada lagi backup-nya, macet lagi, lagi."
"Terus pas dibomnya banget kemarin di 7-8 Desember 2025, ada tawaran masuk di aku, aku enggak ngambil di dia karena memang kayaknya ah capek deh duit gue numpuk melulu. Nanti bayarnya lama, karena untuk semua vendor pembayarannya H+. Kubatasi untuk mengambil job dari dia karena kan memang enggak nutup untuk kita, lama banget bayarnya," tandasnya.
Ia menerangkan, kasus serupa yang menjerat Ayu Puspita sebenarnya pernah terjadi pada tahun 2020. Namun, kala itu, jumlah korban tak sebanyak saat ini dan Ayu Puspita masih mampu membayar ganti rugi. "Dulu di 2020 pernah hal begini tapi enggak ramai, karena kita mungkin lagi rehat dari Covid gitu lho. Sampai beberapa klien datang, tapi memang kliennya enggak seramai ini."
"Mungkin dia (Ayu Puspita) dapat suntikan dana, mungkin pinjam dari bank, akhirnya bangkit lagi, semua klien beres sama dia," bebernya.
Tersangka dan Penanganan Kasus
Polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus penipuan WO ini, termasuk pemiliknya, Ayu Puspita. Sementara empat tersangka lain berinisial D, B, H, dan R. Kasus tersebut saat ini diambil alih Polda Metro Jaya.
"Ada lima tersangka yang sudah diamankan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dilansir dari Tribun Jakarta. Budi menjelaskan, kelima tersangka kini telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.
"Semua, lima tersangka, A, D, B, H, dan R itu ditangani dan dilakukan penahanan oleh Polda Metro Jaya per Selasa sore," ujar Kabid Humas. Budi mengungkapkan, jumlah kerugian yang dialami korban bervariasi mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.
"Kalau yang kemarin di Polda Metro itu satu laporan dengan kerugian Rp 84 juta. Di Polres Jakarta Utara ada satu laporan dengan kerugian kurang lebih Rp 100 juta. Ada lagi di Jakarta Timur," ungkap Budi. Namun, secara keseluruhan, dari informasi yang diterima Budi, total kerugian mencapai Rp16 miliar.
Kendati demikian, pihaknya akan menghitung ulang total kerugian korban dalam kasus ini setelah berkas perkara dilimpahkan dari Polres Metro Jakarta Utara ke Polda Metro Jaya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan akurasi nilai kerugian yang sebelumnya disebut mencapai Rp16 miliar hingga lebih dari Rp20 miliar.
"Tapi secara global kita mendengar kan Rp 16 miliar. Tapi kan ini harus kita terima konfirmasi dari korban yang melaporkan, terus bukti-bukti transfer yang diterima oleh para tersangka, ini juga kan harus kita cocokkan," imbuh dia.
Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga telah membuka pusat layanan pengaduan guna memudahkan korban membuat laporan. "Jadi kami mengimbau kepada masyarakat ataupun yang menjadi korban dalam wedding organizer PT Ayu Puspita Sejahtera, ini bisa melaporkan kepada pusat layanan yang sudah disiapkan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya," ucap dia.
Kasus penipuan yang dilakukan WO Ayu Puspita diketahui setelah sejumlah acara pernikahan di Jakarta Barat dan Jakarta Utara batal terlaksana pada Sabtu (6/12/2025). Saat acara pernikahan berlangsung, sejumlah tamu undangan tidak menerima makanan lantaran vendor yang dijanjikan tidak hadir. Kasus ini lantas viral setelah seorang perias pengantin mengunggah kondisi acara pernikahan yang berantakan di media sosial TikTok.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar