Keren! Bupati Cecep Terus Luncurkan Program Jitu untuk Tasikmalaya Lebih Baik

Visi Bupati Tasikmalaya dalam Mewujudkan Kabupaten yang Religius, Maju, Adil, dan Makmur

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, kini tengah gencar mengeluarkan berbagai program penting guna mewujudkan visinya bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al’Ayubi yakni “Tasikmalaya yang Religius/Islami, Maju, Adil, dan Makmur”. Dalam acara pelantikan Pengurus Idaroh Syu’biyah, Ghusniyah, dan Sya’afiyah JATMAN Kab. Tasikmalaya periode 2025–2029 pada Minggu (30/11/), Bupati Cecep menyampaikan beberapa program penting dalam pemerintahannya. Program-program tersebut sebagai perwujudan dari visi-misinya.

Program Reformasi PJU

Menurut Bupati Cecep, selama bertahun-tahun Pemkab Tasikmalaya terjebak dalam sistem pembayaran listrik PJU yang tidak efisien. Lampu menyala atau tidak, kata Bupati Cecep, pemerintah tetap membayar setiap titik PJU secara flat sebesar Rp250 ribu per bulan. Untuk menghentikan pembayaran PJU yang tidak efisien itu, kata Bupati Cecep, Pemkab Tasikmalaya akan memasang meteran listrik di semua titik PJU. Diharapkan dengan adanya meteran listrik biaya pemakaian listrik dapat dikontrol secara akurat.

Program ini berdasarkan kesepakatan Pemkab Tasikmalaya dengan PLN yang dituangkan melalui Nota Kesepahaman (MoU), Oktober 2025 lalu. Adapun program reformasi PJU itu akan dimulai awal 2026. Bupati Cecep berharap, dengan adanya program ini sarana penerangan jalan bisa dinikmati dengan baik oleh masyarakat. Selain itu, terang Bupati Cecep sekaligus mengurangi beban biaya listrik yang tidak efisien dan sisa pembayarannya bisa dialihkan untuk kesejahteraan lainnya.

Dengan begitu, Bupati Cecep berharap fasilitas PJU dapat dinikmati secara optimal oleh seluruh masyarakat. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan untuk menekan secara signifikan beban biaya listrik yang sebelumnya dianggap tidak efisien. Sehingga, alokasi anggaran bisa dihemat dan dialihkan untuk mendukung program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat lainnya.

Program Kesehatan

Program ini menyasar wilayah pinggiran Kab. Tasikmalaya yang selama ini minim akses layanan kesehatan, khususnya dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikatomas. Bupati Cecep, prihatin di Kab. Tasikmalaya masih kekurangan dokter spesialis, sehingga untuk pelayanan kesehatan di RSUD Cikatomas yang berstatus tipe D masih mengalami kesulitan. Tidak adanya dokter spesialis di RSUD itu telah menyebabkan biaya pelayanan kesehatan jadi sangat mahal. Akibatnya, muncul ketimpangan tarif pelayanan kesehatan yang sangat mencolok.

Bupati Cecep mencontohkan, biaya untuk satu tindakan operasi dokter spesialis di RSUD KHZ Musthafa berkisar Rp5 juta. Namun ketika diminta melakukan tindakan serupa di RSUD Cikatomas, biayanya naik mencapai hingga Rp15 juta. Fakta dan fenomena itu, ungkap Bupati Cecep, tidak bisa terus dibiarkan. Untuk itu, kata Bupati Cecep, pihaknya kini sedang melakukan verifikasi terhadap sejumlah dokter umum yang akan diberi kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis.

Melalui program kerjasama strategis antara Pemkab Tasikmalaya dan Universitas Padjadjaran (Unpad), dokter umum asal Kab. Tasikmalaya berkesempatan menempuh pendidikan spesialis tanpa dipungut biaya. Disebutkan Bupati Cecep, seluruh biaya pendidikan untuk jadi dokter spesialis itu akan menggunakan APBD Kab. Tasikmalaya, yang anggarannya sudah dialokasikan dalam APBD 2026. Selain itu, setiap dokter yang telah selesai menempuh pendidikan spesialis, akan dikontrak untuk bekerja jadi tenaga kesehatan profesional di rumah sakit wilayah selatan, terutama di RSUD Cikatomas.

Program Pendidikan

Program pasangan Cecep – Asep lainnya yang tak kalah penting adalah program pendidikan. Program ini bertujuan untuk peningkatan sumber daya manusia desa melalui program "Satu Desa Satu Sarjana". Dijelaskan Bupati Cecep, program pendidikan ini muncul dari fakta bahwa masih banyak aparatur desa di Kab. Tasikmalaya yang memiliki latar pendidikan rendah, bahkan ada yang hanya lulusan pendidikan SMP.

Dengan kondisi itu, Bupati Cecep menilai akan jadi penghambat sebuah desa dalam memenuhi standar tata kelola pemerintahan yang semakin menuntut profesionalitas dan akuntabel. Untuk itu, tegas Bupati Cecep, Pemkab Tasikmalaya hadir untuk memberikan solusi dengan program pembiayaan pendidikan untuk para pemuda desa. Dimana nantinya, usai menyelesaikan kuliah, mereka diwajibkan kembali membangun desanya masing-masing.

Untuk mendukung program pendidikan tersebut, pemerintah telah menggandeng sejumlah perguruan tinggi negeri bergengsi, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Siliwangi (Unsil).

Lebih lanjut Bupati Cecep menyebutkan program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Dimana pada tahap awal sekitar 50 pemuda terbaik dari desa akan dikuliahkan. Kemudian tahap berikutnya 50 orang lagi, atau sesuai kemampuan anggaran. Kata Bupati Cecep dengan adanya program pendidikan ini untuk membalikkan sistem, dimana sekarang pemerintah menghadirkan SDM berkualitas dari desa paling ujung. Tidak lagi memaksa desa memenuhi standar tata kelola pemerintahan sebelum SDM nya siap.

Masih kata Bupati Cecep, pihaknya meminta doa dan dukungan seluruh masyarakat agar berbagai ikhtiar dalam mewujudkan visinya dapat berjalan dengan baik dan konsisten. Selain program-program itu, sebagai nakhoda kepemerintahan, tentu saja Bupati Cecep dan wakilnya Asep Sopari memiliki program-program lainnya untuk menuju Kab. Tasikmalaya lebih baik.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan