Yogyakarta Menjadi Tujuan Olahraga yang Menggabungkan Budaya dan Kesehatan
Yogyakarta selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi siapa pun yang berkunjung. Kota yang kaya akan budaya ini tidak hanya dikenal karena sejarah, kuliner, dan keramahan penduduknya, tetapi juga semakin diminati sebagai destinasi sport tourism. Tahun 2025 menjadi momen penting ketika Maybank Cycling Series Il Festino digelar di kota ini, memberikan pengalaman bersepeda yang berbeda dari biasanya.
Lebih dari sekadar lomba, Maybank Cycling Series (MCS) Il Festino 2025 mengajarkan bahwa bersepeda adalah bagian dari gaya hidup sehat yang bisa dinikmati oleh siapa saja—baik atlet profesional, komunitas sepeda, maupun keluarga yang menyukai aktivitas outdoor.
Berikut ini rangkuman keseruan Maybank Cycling Series Il Festino 2025 Yogyakarta. Yuk, disimak!
Peserta dari Berbagai Negara Ikut Meramaikan Acara

MCS Il Festino 2025 diikuti oleh 750 pesepeda (498 Gran Fondo dan 252 Medio Fondo), yang berasal dari lima negara, yaitu Jerman, Spanyol, Thailand, Jepang, dan Malaysia serta berbagai komunitas sepeda dari seluruh Indonesia.
Jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024, yang mencapai 550 orang.
Di tahun ini, ajang cycling series ini menghadirkan dua kategori utama, yaitu Gran Fondo 135 KM dan Medio Fondo 84 KM, yang menjadi tantangan bagi para peserta dari berbagai level pengalaman.
Rute yang Indah dan Menantang

Bayangkan pagi yang cerah di Yogyakarta, udara segar menyapa, jalanan dipenuhi pesepeda dari berbagai negara, dan di sisi lain masyarakat lokal ikut menyemarakkan suasana.
Dari garis start hingga finish di Ramada by Wyndham Hotel Yogyakarta, peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga menikmati panorama alam, budaya, dan energi positif yang tercipta sepanjang rute MCS II Festino 2025.
Brand Director Maybank Cycling Series Il Festino 2025, Raditya Pratama, mengatakan bahwa ada banyak rute indah untuk bersepeda di Yogyakarta dengan standar internasional.
"Saya sudah bersepeda cukup lama, saya sudah bersepeda di banyak kota dan belahan dunia, dari pengalaman itu, saya bisa simpulkan, hanya di Yogya, satu-satunya tempat di dunia, yang bisa menggelar balap sepeda dengan taraf internasional, dengan banyak rute. Cuma Yogya yang punya standar internasional, dengan banyak rute, dan view yang indah. Di kota-kota lain maksimal 3 atau 5 rute, di sini kita 28 rute. Kita harus bangga sebagai orang Indonesia, khususnya orang Yogya," ujar Radit kepada wartawan di Yogyakarta.
Ajang ini menjadi bukti bahwa olahraga bisa berpadu dengan wisata, menciptakan pengalaman yang sehat, menyenangkan, sekaligus berkesan.
Pemenang MCS Il Festino 2025

Pemenang MCS II Festino 2025 terdiri dari beberapa kategori, yaitu:
- Kategori Gran Fondo – Klasifikasi General - Female:
- Nimal Magfiroh dari Indonesia, nomor dada 1006
- Meng Jin Chen dari China, nomor dada 1203
- Gita Widya Yunika dari Indonesia, nomor dada 1011
- Kategori Gran Fondo - Klasifikasi General - Male:
- Rachmad Noka Wibisono dari Indonesia, nomor dada 56
- Bagus Hefnar dari Indonesia, nomor dada 256
- Warseno dari Indonesia, nomor dada 238
- Kategori Gran Fondo - Klasifikasi Female Sprint:
- Nimal Magfiroh dari Indonesia, nomor dada 1006
- Kategori Gran Fondo – Klasifikasi Male Sprint:
- Rachmad Noka Wibisono dari Indonesia, nomor dada 56
- Kategori Gran Fondo – Klasifikasi Climb / Queen Of Mountain (Female):
- Nimal Magfiroh dari Indonesia, nomor dada 1006
- Kategori Gran Fondo - Klasifikasi Climb/ King Of Mountain (Male):
- Bagus Hefnar dari Indonesia, nomor dada 256
- Kategori Mixed Team:
- Aryanto Nugroho dari Indonesia, nomor dada 5003-1
- Heryanto Tjahjadi dari Indonesia, nomor dada 5003-3
- Dedi Risdian dari Indonesia, nomor dada 5003-2
- Oki Raspati dari Indonesia, nomor dada 5003-4
- Ponnie Nur A dari Indonesia, nomor dada 5003-5
Cerita Seru dari Para Pemenang

Ada yang menarik dari Rachmad Noka Wibisono, yang merupakan salah satu pemenang MCS Il Festino 2025 Yogyakarta. Awalnya ia bersama tim hadir dengan niat santai, bahkan ia sempat mengira tidak mengikuti race.
“Kami pikir Gran Fondo itu bukan lomba. Pas kumpul jam 5 pagi, ternyata jersey-nya sama dengan peserta race. Baru tahu kalau semua dilombakan,” kata Noka sambil tertawa.
Tanpa sarapan, tanpa suplai energi, Noka hanya membawa dua botol air, telepon genggam, ban, dan pompa.
“Langsung saja balapan. Niat awal cuma nemenin bos, eh malah jadi juara,” jelasnya.
Meskipun Noka tidak berniat untuk lomba awalnya, namun ia telah berlatih dan mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang ini. Ia juga mengaku akrab dengan rutenya, karena pernah tinggal di Yogyakarta selama 5 tahun.
Komitmen Terhadap Kualitas dan Keberlanjutan

Race Director Maybank Cycling Series Il Festino 2025, Daryadi Sadmoko, menegaskan bahwa penyelenggaraan Il Festino terus diarahkan untuk memenuhi standar kompetisi yang tinggi.
“Setiap tahun kami berupaya meningkatkan kualitas pelaksanaan, khususnya pada aspek keselamatan, fasilitas, dan pengalaman peserta. Tiga aspek ini selalu menjadi fokus agar event dapat memberikan nilai terbaik bagi komunitas pesepeda,” katanya.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap gaya hidup sehat dan keberlanjutan, Maybank Indonesia akan terus menghadirkan program yang mendorong partisipasi publik dalam kegiatan olahraga yang berdampak positif dan dapat memperkuat ekosistem olahraga yang inklusif, aktif, dan berkelanjutan.
Menutup rangkaian acara, Widya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Kami berterima kasih atas dukungan komunitas, mitra, dan semua pihak selama penyelenggaraan,” jelasnya.
Itulah informasi seputar keseruan Maybank Cycling Series Il Festino 2025 Yogyakarta. Semoga bermanfaat, ya!
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar