Ketika Riau Berdoa Bersama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Doa Bersama untuk Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera

Pagi hari ini, suasana di halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, terasa lebih tenang dibanding biasanya. Beberapa jemaah tampak memejamkan mata sementara yang lain menunduk dalam diam. Di bagian depan, para tokoh agama dari berbagai latar belakang keyakinan berdiri sejajar, memimpin doa untuk saudara-saudara yang sedang menghadapi bencana alam di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Doa bersama ini dilaksanakan atas arahan langsung Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kebersamaan masyarakat Bumi Lancang Kuning dalam memberikan dukungan moral kepada daerah-daerah tetangga yang tengah mengalami musibah. Meski tanpa dekorasi megah, suasana pagi ini menjadi ruang yang mempertemukan banyak harapan.

Plt Gubernur SF Hariyanto menjelaskan bahwa Riau tidak hanya hadir melalui bantuan logistik, tetapi juga melalui kekuatan spiritual. Oleh karena itu, berbagai tokoh lintas agama dihadirkan untuk memberi doa bagi tiga wilayah di Sumatera.

"Alhamdulillah, pada pagi hari ini kita melaksanakan doa bersama dalam rangka mendoakan saudara-saudara kita yang lagi tertimpa musibah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh," ujarnya di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Jumat.

Dia menambahkan bahwa doa bersama ini melibatkan seluruh umat agama, mulai dari Islam, Kristen, Hindu, Buddha, hingga Konghucu. Hal ini menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan bersatu di Provinsi Riau.

"Inilah kepedulian kita sesama umat. Jadi kita ini bersatu. Kita doakan semoga di Indonesia kita dijauhi dari bala, dari marabahaya semuanya," jelasnya.

Bantuan Logistik yang Berlimpah

Tidak hanya doa, ia menerangkan bahwa Provinsi Riau telah mengirim berbagai bantuan logistik bagi masyarakat di tiga wilayah yang terdampak musibah. Donasi tersebut datang dari berbagai pihak, seperti aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Riau, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan uluran tangan warga.

"Kami tambahkan juga, kita juga sudah memberikan bantuan dari TNI, Polri, dan masyarakat. Kita cek kemarin sudah sampai tujuan. Saya berterima kasih, semoga bantuan yang sudah dikirim sampai tepat sasaran," ujarnya.

SF Hariyanto mengungkapkan bahwa bantuan-bantuan yang dikirim dari Riau tidak hanya lewat jalur darat, tetapi juga jalur laut dengan mengerahkan kapal milik Mako Lanal Dumai. Hal ini dilakukan untuk mempercepat akses ke lokasi yang sulit dijangkau.

"Dari Mako Lanal Dumai, ada kapal sandar KRI yang mengasihkan bantuan langsung. Jadi bantuan yang tidak bisa ditempuh oleh darat dikirim melalui jalur laut," ungkapnya.

Tablig Akbar Kemanusiaan

Selain doa bersama, kata dia, Pemprov Riau juga akan melaksanakan tablig akbar kemanusiaan yang digelar pada Sabtu malam. Kegiatan berkolaborasi dengan Masjid Raya Annur Provinsi Riau ini didedikasikan untuk membantu masyarakat di wilayah Sumatera yang terdampak bencana.

"Ya sekali lagi, saya mengimbau kepada masyarakat maupun juga ASN untuk ikut hadirlah. Kalau tidak ada kesibukan, kita minta hadir untuk sama-sama mendoakan. Makin banyak kita doakan makin lebih dijauhi dari marabahaya," ujar Plt Gubri SF Hariyanto.

Kebersamaan dalam Kebijaksanaan

Doa bersama ini menunjukkan bahwa Riau tidak hanya bergerak secara fisik, tetapi juga melalui kekuatan spiritual. Dengan melibatkan berbagai tokoh agama, upaya ini mencerminkan kerukunan dan kebersamaan yang kuat antar umat beragama.

Melalui langkah-langkah ini, Riau menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak hanya terbatas pada bantuan materi, tetapi juga melalui doa dan dukungan moral. Dengan begitu, masyarakat Riau tidak hanya menjadi penolong, tetapi juga menjadi sumber harapan bagi daerah lain yang sedang berjuang menghadapi bencana.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan