Ketua BTN Buka Suara Soal Pemilihan John Herdman sebagai Pelatih Timnas: Dia Ingin Tinggal di Indone


Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI mengungkapkan alasan utama pemilihan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Pengumuman resmi mengenai kehadiran pelatih asal Inggris ini dilakukan pada Sabtu (3/1/2026).

Herdman akan menjabat selama dua tahun dengan opsi perpanjangan hingga empat tahun. Skema kontrak 2+2 ini berarti ia akan menangani Timnas Indonesia hingga 2028, dan bisa diperpanjang hingga 2030 jika kinerjanya memenuhi ekspektasi.

Dengan kedatangan Herdman, saga pencarian pelatih pengganti Patrick Kluivert akhirnya selesai. Sebelumnya, ada dua nama yang menjadi kandidat kuat: John Herdman dan Giovanni van Bronckhorst. Namun, Herdman berhasil mengalahkan pesaingnya dari Belanda.

Beberapa jam setelah pengumuman tersebut, Sumardji, Ketua BTN, menjelaskan alasan pemilihan Herdman. Menurutnya, pihak PSSI sempat melakukan wawancara terhadap Giovanni Van Bronckhorst. Nama Gio juga dibahas dalam rapat Exco PSSI.

"Setelah kami melakukan interview oleh teman-teman Exco PSSI, muncul dua nama, yaitu Giovanni dan John Herdman," ujar Sumardji.

Selain itu, kedua nama tersebut dianggap memiliki kemampuan yang memadai. Namun, salah satu faktor utama yang membuat PSSI memilih Herdman adalah komitmennya untuk tinggal di Indonesia selama masa jabatannya.

Menurut Sumardji, pelatih yang tidak berada di lokasi kerja saat menjabat dinilai akan menghambat perkembangan sepak bola Tanah Air. Pelatih harus aktif berkomunikasi dengan klub dan pemain.

Herdman menyetujui permintaan PSSI tersebut. Oleh karena itu, ia resmi terpilih sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia.

"Salah satu pertimbangan utama kami adalah apakah pelatih bersedia tinggal di Indonesia selama masa kontraknya," kata Sumardji.

"Alasannya sederhana. Jika pelatih tinggal di Indonesia, maka mereka akan lebih memahami budaya kita dan lebih familiar dengan pemain serta pelatih lokal."

"Jika pelatih hanya datang dan pergi (tidak tinggal), maka klub-klub akan merasa dirugikan karena sulit untuk memantau dan berdiskusi secara langsung dengan pelatih serta pemilik klub."

"Ini sangat penting karena pengembangan sepak bola butuh kolaborasi yang baik antara semua pihak."

"Pertimbangan mendasar ini menjadi dasar bagi keputusan kami, termasuk oleh ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Exco, untuk memilih John Herdman."

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan