Ketua DPRK Banda Aceh: Kami Terpuruk dalam Kegelapan, Listrik Hanya Menyala untuk Sambut Presiden Pr

Ketua DPRK Banda Aceh: Kami Terpuruk dalam Kegelapan, Listrik Hanya Menyala untuk Sambut Presiden Prabowo

Kritik Tajam terhadap Penanganan Pemulihan Listrik Aceh

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, memberikan kritik tajam terhadap penanganan pemulihan kelistrikan pascabencana banjir dan longsor di Aceh. Ia menuding bahwa listrik sengaja dinyalakan hanya pada jalur yang dilewati oleh Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan kerja.

Kritik ini dilontarkan Irwansyah melalui akun media sosialnya pada Senin, 8 Desember 2025. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai hal yang "kejam" dan semata-mata dilakukan untuk memberikan kesan yang "menggembirakan" kepada Presiden.

"Kejam ya, bahkan untuk memberikan data yang menggembirakan kepada Presiden, jalur lintas Pak Presiden di Banda Aceh semalam pun disetting nyala listrik, esoknya langsung padam kembali," tulis Irwansyah dalam unggahan di akun media sosial Instagram miliknya, @irwansyah_st2 pada 8 Desember lalu.

Irwansyah juga mengkritik keras sikap para pejabat berwenang yang dinilai tidak menunjukkan kondisi riil penderitaan warga Aceh di hadapan Kepala Negara. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan upaya menutupi fakta bahwa banyak warga masih hidup dalam kegelapan akibat krisis listrik.

"Kenapa harus seperti ini kerja kalian hai tuan pejabat. Kenapa nggak tunjukkan saja di depan Presiden derita kami yang sampai saat ini masih hidup dalam kegelapan," tegasnya, menuntut kejujuran dalam pelaporan situasi darurat.

Data Pemulihan Listrik Aceh Jauh dari Normal

Isu kelistrikan ini menjadi sorotan utama menyusul bencana banjir bandang yang melanda Aceh sejak akhir November 2025, menyebabkan gangguan masif pada pasokan listrik. Tingkat pemulihan kelistrikan di daerah yang terdampak parah baru mencapai 36 persen per 11 Desember 2025, berdasarkan laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Wilayah yang mengalami krisis listrik terparah adalah Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Banyak desa masih gelap dan masyarakat terpaksa menggunakan genset pribadi untuk kebutuhan sehari-hari. Di Banda Aceh, ibu kota Provinsi, serta Kabupaten Aceh Besar, pemadaman bergilir diterapkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menyeimbangkan beban sistem yang terganggu.

PLN menjelaskan bahwa lambatnya pemulihan disebabkan oleh kerusakan parah pada infrastruktur vital kelistrikan yang memerlukan perbaikan ekstensif. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kemampuan PLN dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih mengalami kesulitan.

Tantangan dalam Pemulihan Infrastruktur

Pemulihan infrastruktur kelistrikan di Aceh menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah kerusakan yang terjadi pada jaringan listrik yang sangat luas. Diperlukan waktu dan sumber daya yang cukup besar untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di daerah terpencil masih kesulitan mendapatkan akses listrik yang layak. Banyak warga terpaksa mengandalkan generator atau sumber energi alternatif lainnya, yang tentu saja tidak efisien dan mahal.

Tidak hanya itu, ada kekhawatiran bahwa pemulihan kelistrikan tidak dilakukan secara merata. Beberapa wilayah yang lebih strategis atau sering dikunjungi pejabat tampaknya lebih cepat mendapatkan perbaikan dibandingkan wilayah lainnya.

Masyarakat Menanti Solusi Nyata

Masyarakat Aceh kini menanti solusi nyata dari pemerintah dan PLN dalam mengatasi krisis listrik yang terjadi. Mereka berharap agar kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat sementara, tetapi benar-benar mampu memulihkan infrastruktur kelistrikan dengan cepat dan merata.

Selain itu, masyarakat juga berharap agar pengelolaan krisis listrik dilakukan secara transparan dan objektif, tanpa adanya manipulasi data atau tindakan yang hanya bertujuan untuk kepentingan tertentu.

Kesimpulan

Kritik yang dilontarkan oleh Irwansyah menunjukkan bahwa masyarakat Aceh masih menghadapi tantangan besar dalam pemulihan kelistrikan pasca-bencana. Meskipun ada upaya yang dilakukan, namun masih banyak hal yang perlu diperbaiki agar semua warga dapat merasakan manfaat dari pemulihan infrastruktur kelistrikan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan