
Penghargaan BIG 40 Awards untuk Boy Kelana Soebroto
Boy Kelana Soebroto, Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas), menerima penghargaan BIG 40 Awards dalam kategori Crisis Management and Image Strategist. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi terhadap kontribusi luar biasa yang telah dilakukannya dalam bidang komunikasi strategis dan hubungan masyarakat.
BIG 40 Awards merupakan acara puncak perayaan 40 tahun perjalanan Bisnis Indonesia. Selama empat dekade, media ini telah menjadi sumber informasi ekonomi dan bisnis yang paling terpercaya di tanah air. Ajang ini tidak hanya menjadi momen penghargaan, tetapi juga wujud refleksi perjalanan bangsa dalam membangun ekosistem bisnis yang tangguh. Setiap penerima penghargaan mewakili kisah inspiratif tentang visi, kepemimpinan, dan ketekunan yang menggerakkan perubahan positif di sektor masing-masing.
Penghargaan diberikan kepada Boy Kelana atas dedikasi dan keahlian beliau yang mendalam di bidang komunikasi strategis dan hubungan masyarakat. Beliau telah memainkan peran penting dalam membentuk narasi publik dan mengelola reputasi korporasi di masa-masa penuh tantangan. Kepemimpinan beliau di Perhumas memastikan bahwa praktik hubungan masyarakat di Indonesia menjunjung tinggi profesionalisme, etika, dan relevansi strategis, menjadi panduan bagi korporasi dan lembaga dalam menjaga citra, membangun kepercayaan, dan menavigasi krisis.
Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Hotel Raffles Jakarta pada Senin (8/12/2025) dan diwakili oleh Head of Corporate Communication Astra, Windy Riswantyo.
Profil Boy Kelana Soebroto
Boy Kelana Soebroto dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh di dunia komunikasi korporat Indonesia. Ia saat ini menjabat sebagai Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk. (ASII) sekaligus Ketua Umum PERHUMAS periode 2024–2027. Selain itu, Boy juga duduk sebagai Board Member Global Alliance for Public Relations and Communication Management, menjadikannya salah satu praktisi humas Indonesia yang aktif di kancah global.
Lahir pada 21 Oktober 1972 di Hong Kong, Boy meniti karier dari dunia penyiaran radio pada awal 1990-an sebelum beralih ke dunia konsultan komunikasi. Sepanjang 1999–2008, ia bergabung dengan sejumlah agensi internasional seperti McCann-Erickson, Publicis, DDB, dan Bates, mengasah kompetensinya di bidang strategi komunikasi, brand management, hingga krisis komunikasi.
Boy bergabung ke Astra International pada 2008 dan meniti karier di divisi Corporate Communications, mulai dari manajer hingga dipercaya memimpin seluruh fungsi Corporate Affairs. Di posisinya sekarang, ia mengawasi strategi komunikasi Astra, reputasi korporat, hubungan media, hingga inisiatif keberlanjutan.
Di Perhumas, Boy dikenal sebagai figur yang mendorong penguatan profesi humas nasional melalui tiga fokus besar: soliditas dan kaderisasi, penguatan institusi, serta kolaborasi dan internasionalisasi. Di bawah kepemimpinannya, PERHUMAS semakin aktif terhubung dengan jaringan kehumasan dunia, termasuk melalui Global Alliance.
Selain itu, Boy juga vokal mengenai tantangan kehumasan di era digital dan artificial intelligence (AI). Ia menekankan bahwa teknologi dapat mempercepat produksi konten, namun penilaian strategis, etika komunikasi, dan integritas pesan tetap merupakan tanggung jawab manusia.
Perjalanan karier Boy dari penyiar radio hingga memimpin komunikasi korporat di Astra menempatkannya sebagai salah satu figur yang berpengalaman dalam perkembangan dunia humas Indonesia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar