
Klarifikasi Mengenai Pernyataan yang Viral
Ketua Umum DPP MADAS Sedarah, Moh Taufik, memberikan penjelasan terkait pernyataan yang sempat viral dari Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Madas, Nurul Huda. Dalam video yang beredar, Nurul Huda menawarkan imbalan fantastis kepada Nenek Elina jika Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mampu menjawab pertanyaannya.
Pernyataan tersebut menyatakan bahwa jika Armuji dapat menjawab dengan benar, maka Nurul Huda akan membangunkan 10 rumah dan memberikan satu karung emas bagi Nenek Elina. Namun, Taufik menegaskan bahwa pernyataan itu tidak mewakili sikap resmi organisasi. Ia menekankan bahwa janji tersebut hanya merupakan pendapat pribadi dari Nurul Huda.
Penjelasan dari Ketua Umum MADAS Sedarah
Taufik menyampaikan bahwa semua pernyataan yang dikeluarkan oleh anggota organisasi harus dianggap sebagai pendapat pribadi, bukan representasi dari organisasi. Ia mengingatkan masyarakat untuk melakukan klarifikasi sebelum menilai buruk sebuah organisasi.
"Kita harus tahu apakah pernyataan itu benar-benar dari MADAS atau hanya opini pribadi. Coba tanyakan minimal KTA-nya (Kartu Tanda Anggota). Apakah ada tertulis tanda anggotanya dan apa betul itu kegiatan dalam keorganisasian MADAS," ujar Taufik saat dikonfirmasi.
Ia juga menyebut bahwa segala hujatan yang diterima MADAS belakangan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki diri. Meski demikian, ia tetap berharap ormas MADAS bisa lebih solid dan melakukan hal terbaik bagi masyarakat, meskipun niat baik tidak selalu dinilai positif oleh orang lain.
Emosi yang Mendasari Pernyataan Nurul Huda
Sementara itu, Nurul Huda menjelaskan bahwa pernyataannya dalam video tersebut adalah bentuk luapan emosi atas stigma negatif yang terus menyerang masyarakat Madura di media sosial. Ia merasa tuduhan-tuduhan yang berkembang sudah sangat menyudutkan organisasinya dan warga Madura secara umum.
“Tak lebih dan tak bukan itu hanya bentuk melupakan emosi kami terhadap tuduhan-tuduhan yang terus-menerus menyerang kami dan seluruh masyarakat Madura,” jelas Huda.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kritik tegas yang diberikan berbagai pihak, termasuk dari praktisi hukum, terkait opini-opini yang ia keluarkan dalam video tersebut.
Kasus Nenek Elina Widjajanti
Sebagaimana diketahui, rumah nenek Elina Widjajanti (80) di Jalan Dukuh Kuwukan, Surabaya, dibongkar paksa oleh Samuel Ardi Kristanto. Kini, Nenek Elina terpaksa tinggal di sebuah indekos di daerah Balongsari, Surabaya, Jawa Timur.
Dalam kasus tersebut, polisi telah menetapkan empat tersangka. Peristiwa ini memicu perhatian publik dan menjadi salah satu isu yang memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk dari organisasi seperti MADAS Sedarah.
Rekomendasi untuk Masyarakat
Mengingat situasi yang terjadi, Taufik menyarankan masyarakat untuk lebih waspada dan mencari informasi lebih lanjut sebelum mengambil kesimpulan. Ia menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi yang baik antara organisasi dan masyarakat.
- Masyarakat disarankan untuk memverifikasi sumber informasi sebelum menyebarkan berita.
- Orang-orang yang ingin bergabung dengan organisasi harus memastikan keabsahan anggota dan kegiatan yang dilakukan.
- Diskusi dan dialog antara organisasi dan masyarakat sangat penting untuk menjaga hubungan yang harmonis.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar