
Langkah Keuskupan Agung New York untuk Mengatasi Kasus Pelecehan Seksual
Keuskupan Agung New York sedang mengambil langkah penting untuk menghadapi kasus pelecehan seksual yang melibatkan oknum imam dan anggota gereja. Salah satu langkah yang diambil adalah rencana penjualan lahan yang berada di atasnya dibangun hotel mewah Lotte New York Palace. Lahan tersebut ditawarkan kepada pemilik hotel dengan nilai fantastis mencapai 490 juta dolar AS.
Langkah ini diambil untuk menghimpun dana kompensasi bagi para korban pelecehan seksual. Informasi ini disampaikan oleh media lokal, meskipun tidak menyebutkan sumber secara eksplisit. Penjualan lahan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya keuskupan untuk menyelesaikan masalah yang telah lama menjadi isu sensitif dalam institusi gereja.
Beberapa hari sebelum pengumuman penjualan, Keuskupan Agung New York menyatakan kesediaannya menegosiasikan penyelesaian kasus bagi sekitar 1.300 orang yang mengajukan tuduhan pelecehan seksual terhadap anak. Target penggalangan dana dari proses ini adalah sebesar 300 juta dolar AS untuk menutup biaya penyelesaian.
Hotel Lotte New York Palace yang berlokasi di 455 Madison Avenue berdiri di atas lahan milik Keuskupan Agung dan selama ini tercatat sebagai salah satu aset properti paling bernilai dalam portofolio gereja. Meski demikian, hingga saat ini, perwakilan pihak hotel belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana transaksi tersebut.
Pengalokasian Dana dan Strategi Penggalangan Dana
Keuskupan Agung menjelaskan bahwa sebagian hasil penjualan lahan akan langsung dialokasikan ke dana kompensasi korban. Sementara itu, sisa dana akan digunakan untuk melunasi pinjaman yang sebelumnya diambil guna membiayai penyelesaian kasus-kasus serupa. Selain itu, dana tambahan sebesar 100 juta dolar AS juga akan berasal dari penjualan bekas kantor pusat Keuskupan Agung di 1011 First Avenue.
Penjualan properti tersebut telah diumumkan pada 2024 dan direncanakan dialihfungsikan menjadi kawasan perumahan di wilayah East Side, Manhattan. Selain penjualan aset real estat, Keuskupan Agung juga menyatakan akan melakukan efisiensi internal, termasuk pengurangan jumlah staf dan pemangkasan anggaran operasional hingga 10 persen.
Permohonan Maaf dan Upaya Pemulihan
Dalam surat terbuka yang dirilis pada Senin lalu, Kardinal Timothy Dolan kembali menyampaikan permohonan maaf atas kasus pelecehan seksual yang mencoreng institusi gereja. "Seperti yang telah berulang kali kami akui, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di masa lalu telah mempermalukan Gereja kita," tulis Dolan. “Saya sekali lagi memohon pengampunan atas kegagalan mereka yang mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepada mereka dengan gagal menyediakan keselamatan bagi kaum muda kita,” ucapnya lagi.
Keuskupan Agung berharap langkah-langkah tersebut dapat mempercepat proses penyelesaian bagi para korban, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan kepercayaan publik terhadap Gereja Katolik di Amerika Serikat.
Mediasi dan Litigasi Perdata
Dalam upaya mempercepat penyelesaian, Keuskupan Agung New York sepakat menunjuk hakim pensiunan Daniel J. Buckley sebagai mediator antara pihak gereja dan para korban. Buckley sebelumnya berperan dalam proses mediasi serupa antara Keuskupan Agung Los Angeles dan lebih dari 1.000 korban pelecehan seksual, yang berujung pada kesepakatan penyelesaian senilai 880 juta dollar AS pada 2024.
Pengacara korban, Jeff Anderson, mengatakan bahwa litigasi perdata terhadap Keuskupan Agung New York dijadwalkan mulai disidangkan pada 2026. Namun, kedua belah pihak sepakat untuk membuka ruang negosiasi penyelesaian selama dua bulan ke depan. Anderson mewakili sekitar 300 dari total 1.311 korban yang melaporkan klaim di New York, dengan rentang kasus dari tahun 1952 hingga 2020.
Menurut Anderson, penyelesaian tidak hanya menyangkut kompensasi finansial, tetapi juga harus disertai pengakuan penuh atas kesalahan serta langkah konkret untuk mencegah pelecehan di masa mendatang. "Waktu untuk pertanggungjawaban adalah sekarang, dan sudah lama tertunda," ujarnya.
Kesepakatan di Louisiana
Pengumuman negosiasi penyelesaian di New York bertepatan dengan kabar dari Louisiana. Pada hari yang sama, pejabat setempat mengungkapkan bahwa Keuskupan Agung Katolik Roma New Orleans bersama perusahaan asuransinya akan membayar 305 juta dollar AS kepada sekitar 600 korban pelecehan seksual oleh pendeta.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar